Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

3 Ketrampilan Dasar ini Wajib Dikuasai Bidan-Perawat saat Hadapi Kedaruratan Medis Bayi Lahir

3 Ketrampilan Dasar ini Wajib Dikuasai Bidan-Perawat saat Hadapi Kedaruratan Medis Bayi Lahir

KANGOROO Mother Care  (KMC) atau Teknik Perawatan Kanguru (TPK) adalah salah satu teknik dasar penanganan bayi lahir yang mengalami situasi kedaruratan medis. Biasanya, KMC atau TPK ini diaplikasikan saat kita (ibu/ayah/siapapun) menangani bayi lahir premature yang mengalami ketidakstabilan suhu tubuh akibat berat badan yang belum/tidak ideal.

Teknik kangoroo mother care ini wajib dikuasai setiap tenaga medis maupun paramedic, baik itu dokter, bidan maupun perawat. Terutama yang aktivitas profesional kesehariannya bersentuhan dengan  urusan ibu hamil dan persalinan.

Untuk alasan itulah, teknik KMC atau PMK ini diujikan di akhir kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kegawatdaruratan Bayi Baru Lahir, yang digelar unit Diklat PSDM RSUD dr. Iskak Tulungagung, Kamis (10/9/2020).

Lebih dari 60 peserta yang dibagi dalam dua gelombang itu juga diwajibkan mempraktikkan teknik pemasangan selang orogastrik tube (OGT) dan pemasangan kateter umbilikal.

“Metode ini menjadi sangat penting yang selalu diterapkan dalam keadaan kedaruratan medis pada proses persalinan di rumah sakit,” kata instruktur sekaligus koordinator kegiatan Bimtek, dr. Emi Yulianti, Sp. A.

Dokter spesialis anak RSUD dr. Iskak Tulungagung ini menjelaskan, Perawatan Metode Kanguru (PMK) seringkali digunakan pada saat menangani persalinan prematur, dengan berat badan bayi lahir sangat rendah atau tidak normal. 

Kondisi kedaruratan medis pada bayi lahir ini terjadi sebagai dampak perubahan suhu badan yang tidak stabil, sehingga harus dihangatkan dengan cara bayi dipeluk menelangkup sekujur tubuh di permukaan dada ibu/bapak/orang lain yang menangani.

“Metode PMK adalah perawatan untuk bayi prematur dengan melakukan kontak langsung antara kulit bayi dengan ibunya, dimana suhu tubuh ibunya digunakan untuk menghangatkan bayinya. Cara ini dilakukan dengan menempatkan bayi di bagian tengah dada ibunya, posisi tegak di antara kedua payudara.,” terangnya.

Di unit-unit layanan kesehatan seperti halnya di rumah sakit, puskesmas ataupun klinik, penanganan ala Kangoroo Mother Care atau KCM ini digunakan sebagai acuan protokol medis saat transfer pasien atau rujuk pasien, di mana tidak tersedia sarana inkubator transport.

KMC juga diberlakukan untuk post discart rumah sakit (pasca keluar dari rumah sakit). Ini cara perawatan di rumah menggantikan inkubator. “Saat dalam transportasi (seyogyanya) dilakukan KMC dengan alat bantu ataupun tanpa alat bantu napas,” katanya.

Di RSUD dr. Iskak selalu diberikan pelatihan untuk ibu melahirkan dengan bobot bayi prematur kurang dari dua (2) kilogram, untuk melatih bonding (membangun kedekatan yang kuat antara ibu dengan bayi) saat bayi sudah mulai stabil.

Selain KMC, petugas medis diharuskan mampu mengerjakan dua keterampilan dasar pada pemasangan alat medis. Pertama pemasangan selang Orogastrik Tube (OGT) di bagian hidung atau mulut, yang kedua pemasangan Kateter Umbilikal untuk pemberian cairan intra-vena (infuse) di lengan bayi.

“Petugas medis harus mengikuti urutan penerapan prosedur yang ada, misalnya mempersiapkan  perlengkapan medis yang di butuhkan dan pembagian tugas oleh tim sebelum proses dilangsungkan,” katanya.

Dokter Emi berharap pelatihan terhadap tenaga kerja medis dapat meningkatkan profesionalisme kerja yang baik, supaya terhindar dari kemungkinan kegagalan pada penanganan kedaruratan bayi lahir. “Melalui pelatihan ini tentu bidan dan perawat wawasanya menjadi bertambah, dengan demikian pelayanan menjadi optimal,” harapnya.
(PKRS)

0 Komentar

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119