2 Dec, 2021

7 RSUD/RSJD Jateng “Lirik” Inovasi Hospital Without Wall atau Rumah Tanding RSUD dr. Iskak

PESONA inovasi Hospital Without Wall (HWW) atau Rumah Sakit Tanpa Dinding (Rumah Tanding) yang barusan diluncurkan RSUD dr. Iskak Tulungagung rupanya menarik perhatian banyak lembaga pelayanan kesehatan di daerah-daerah lain. Termasuk di Jawa Tengah, dimana ada tujuh (7) lembaga RSUD/RSJD milik pemerintah daerah di Jawa Tengah yang melakukan studi tiru ke RSUD dr. Iskak demi mengetahui langsung inovasi program layanan HWW atau Rumah Tanding.

Tiba di RSUD dr. Iskak sekitar pukul 09.30 WIB, rombongan disambut langsung oleh Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung dr. Supriyanto Dharmoredjo, Sp.B M.Kes beserta jajaran.

Ke tujuh rumah sakit yang berkunjung antara lain, RSUD Tugurejo, RSUD dr. Arif Zainudin Surakarta, RSUD dr. Moewardi, RSJD dr. Amino Gondo Hutomo, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, RSUD Kelef, dan RSJD Dr. RM. Soedjarwadi.

Pada kesempatan tersebut, Dokter Pri — panggilan akrab dr. Supriyanto Dharmoredjo, Sp.B M.Kes — menyampaikan bagaimana inovasi HWW menjadi solusi tepat untuk manajerial perumahsakitan di masa saat ini. Hal ini karena HWW dianggap mampu memberikan layanan kesehatan secara paripurna.

“HWW telah terintegrasi dengan pelayanan prehospital, intrahospital, interhospital, dan posthospital melalui platform Public Safety Centre (PSC),” jelasnya.

Dalam peaksanaannya, HWW memanfaatkan tekonologi informasi dengan metode telemedicine, sehingga sangat cocok untuk situasi pandemi COVID-19 seperti saat ini.

Konsep HWW dengan demikian sangat efektif dalam upaya melindungi kelompok rentan atau mempunyai penyakit penyerta (komorbid), sekaligus untuk melakukan pemantauan terhadap perkembangan pasien COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri, karena sama sekali tidak terpengaruh jarak, ruang, dan waktu.

Tak kalah penting, Supriyanto pun menyampaikan, bahwa inovasi HWW tidak dapat berjalan sendiri. Karena itu perlu adanya dukungan dan kolaborasi yang apik antara rumah sakit dengan pemerintah daerah, dan stakeholder terkait.

“Karena komprehensifitas layanan itulah yang mengatasi perubahan zaman dan penting agar rumah sakit dan pemerintah maupun stakeholder saling kolaborasi,” terangnya.

Untuk itu, ia berharap adanya kegiatan studi tiru ini dapat memberikan semangat kepada rumah sakit lain agar dapat memberikan layanan secara paripurna kepada para pasien. (PKRS/AAP)

Berita Terkait

Berita Terbaru

Polling

Apakah website ini bermanfaat untuk Anda?