Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Aneka Inovasi Kaizen Warriors Tuai Pujian dari Master Coach

Aneka Inovasi Kaizen Warriors Tuai Pujian dari Master Coach

BABAK final Festival Kaizen yang diadakan oleh manajemen RSUD dr. Iskakberlanjut di hari kedua, Selasa, 16 Maret 2021. Inovasi dari sejumlah kaizen warrior pun mendapatkan pujian dari para juri atau master coach.

Seperti juga dalam event Festival-festival Kaizen terdahulu, ajang adu kreatifitas ini menjadi kesempatan untuk kalangan internal RSUD dr. Iskak menujukkan inovasi yang bertujuan meningkatkan pelayanan dan mutu.  

Master coach atau juri yang bertugas kali ini sedikit ada perubahan. Dr. Zuhrotul Aini, Sp.A yang sedang ada tugas lain sementara direposisi oleh dr. Yustifa Efi, Sp.PA. Sementara dua master coach masih tetap, yakni Ida Sriyani, S.Kep. Ners., M.Kes, dan Agus Wahyudi, S. Kep. Ners.

Bertempat di lokasi yang sama di studio RSUD dr. Iskak lantai dua, presentasi pertama ditampilkan kaizen warrior dari unit pelayanan Rehabilitasi Medik.

Dengan formasi tim presentasi lima orang berseragam oranye kombinasi hijau muda, perwakilan Unit Rehabilitasi Medik ini mengawali penampilan mereka dengan memeragakan tarian disertai yel-yel penuh semangat.

Pembukaan dengan tarian disertai yel-yel ini berlangsung singkat saja. Salah satu perwakilan tim ini kemudian masuk pada penampilan utama dengan mempresentasikan konsep inovasi pelayanan rehabilitasi medik dengan protokol kesehatan di masa pandemi.

Ide inovasinya mereka namai PELET ASMARA. Kependekan dari program edukasi dan latihan terpadu pasien rehab medik saat di rumah. Dengan program ini, pasien yang sebelumnya menjalani latihan gerakan di Rehab Medik RSUD dr. Iskak, bisa latihan di rumah saja.

Santi, salah satu tim Rehab Medik menjelaskan, inovasi menjadi solusi bagi pasien untuk melakukan terapi rehabilitasi medik tanpa harus datang ke Poli Rehabilitasi Medik di rumah sakit.

Sebagai penggantinya, terapi tetap bisa dilakukan dari rumah dengan metode digital, memanfatkan sarana video yang  ditampilkan di layanan percakapan daring whatsapp dan youtube. Video itupun diklaim memiliki panduan yang lengkap untuk gerakan-gerakan rehab medik, tujuannya menghilangkan rasa nyeri pada pasien.

”Kami telah membikin video rehab medik yang sering diderita pasien. (Di sini) terdapat dua video; nyeri leher bawah dan nyeri punggung,” papar Santi.

Selain bisa memutus antrian di Poli Rehabilitasi Medik, pasien maupun tenaga kesehatan di rumah sakit juga aman dari risiko terpapar COVID-19, karena pelatihan bisa berlangsung di rumah, imbuh Santi.

Master coach dr. Yustifa Efi, Sp.PA memuji penampilan yel-yel yang energik, dan juga presentasi yang menurutnya sangat menarik. Namun ia sedikit memberi catatan mengenai prosentase keberhasilan rehab medik secara digital yang belum ditampilkan.

”Alangkah lebih bagus, jika persentasi keberhasilan dijelaskan juga,” saran dokter Efi.

Selanjutnya, presentasi kedua dari Irna (Instalasi Rawat Inap) Dahlia mengenai inovasi yang diberi nama DIGITI RIMA, yaitu Digitalisasi Timbang Terima Pasien dengan Aplikasi Google Keep.

Anindita, salah satu Irna Dahlia mengatakan, selama pencatatan di Irna Dahlia menggunakan tulisan tangan. Nah, Kadangkala terdapat tulisan yang sulit terbaca, selain itu juga ada pemborosan kertas untuk timbang terima pasien.

”Apabila pencatatan dibantu aplikasi seperti google keep, maka lebih lancar saja,” katanya membuka presentasi.

Selain pencatatan, lanjut dia, tugas perawat juga terbantu dengan aplikasi. Misalnya pergantian infus pasien. ”Kami juga menyetel waktu untuk infus di aplikasi, seperti delapan jam, nantinya ada alarm untuk mengingatkan pergantian infus,” kata dia.

Selain itu, visit dokter ke pasien juga tak terlewati, imbuhnya.

Master coach Agus Wahyudi mengomentari ide DIGITI RIMA yang menurutnya sangat bagus, karena bisa mengoptimalkan kecanggihan teknologi.

”Sudah bagus penjelasannya. Namun harus ada data yang lebih rinci lagi di latar belakang. Selain itu perlu diperhatikan data privasi pasien” ujarnya.

Berikutnya adalah kaizen warriors dari Instalasi Pemulasaran Jenazah (IPJ). Inovasinya diberi nama KEDAKI PEJENAZ atau kelengkapan Data Kitir Pengambilan Jenazah di IPJ.

Bogi Andri, salah satu perwakilan dari tim IPJ menjelaskan, kelengkapan data jenazah sangat penting karena semakin banyak penyakit menular seperti COVID-19 dan lain sebagainya.

”Bila tidak ada keterangan jenazah terjangkiti penyakit menular atau tidak, sehingga kinerja IPJ terganggu,” kata dia.

Dengan adanya inovasi KEDAKI PEJENAZ maka petugas IPJ melakukan identifikasi identitas jenazah secara awal ke Irna, lalu ke laboratorium, serta ke dokter yang menangani jenazah.

”Informasi penyakit tersebut sangat penting, yakni untuk mengetahui jenazah terjangkit penyakit menular atau tidak,” papar Bogi.

Ia menambahkan, dengan KEDAKI PEJENAZ bisa meningkatkan pelayanan IPJ kepada jenazah dan keluarga, terutama di masa pandemi, untuk melindungi keluarga jenazah dan dan petugas IPJ tidak tertular penyakit.

Master coach Agus Wahyudi mengomentari ide dari tim IPJ ini kecil tetapi penting untuk identifikasi jenazah di masa pandemi.

Sementara itu, master coach dokter Efi memuji persentasi dari tim Instalasi Pemusalaran Jenazah. Ia hanya meminta data perbandingan sebelum dan setelah inovasi Kedaki Pejenaz direalisasikan.

”Jika data tersebut lengkap, maka kami (master coach red) bisa memahami dengan mudah,” tandasnya.

Festival Kaizen yang ke-3 RSUD dr. Iskak Tulungagung memasuki tahap akhir atau final battle. Acara ini berlangsung mulai tanggal 15-19 Maret 2021 mulai pukul 08.30 sampai selesai yang disiarkan secara langsung di kanal Youtube RSUD dr. Iskak. (PKRS/MAS)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119