Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Apa dan Bagaimana Cara Mengatasi “Boyoken”? Ini Saran Dokter Sita

Apa dan Bagaimana Cara Mengatasi “Boyoken”? Ini Saran Dokter Sita

APAKAH anda sering boyoken? Jika jawabannya adalah iya, sebaiknya perhatikan penjelasan dan tips-tips cara mengatasi penyakit yang dalam bahasa Jawa kerap diistilahkan sakit “Boyoken”, atau harfiahnya adalah munculnya rasa nyeri dan kaku keperti keram di bagian belakang tubuh. Terutama area punggung.

Menurut penjelasan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Wahyu Sita Wardani, M.Ked.Klin, Sp. KFR, gejala nyeri punggung seperti keram itu biasanya disebabkan jaringan otot, ligamen, maupun saraf di bagian ruas ruas tulang belakang sedang bermasalah.

Hal ini seringkali terjadi berawal dari aktivitas keseharian terlalu berlebihan seperti angkat berat, berolahraga dengan intensitas terlalu tinggi, ataupun sebaliknya kegiatan pasif yang terlalu lama misal duduk bekerja di depan komputer berjam-jam atupun posisi saat tidur yang kurang tepat. Akibatnya, aktivitas sehari-hari menjadi kurang nyaman.

“Hampir setiap manusia pernah mengalami sakit punggung, namun yang paling rentan terkena gejala ini adalah orang dengan rentang usia 33-55 tahun (usia produktif),” kata dr. Sita menjelaskan, Senin (19/10/2020).

Menurut dr. Sita, timbulnya sakit punggung atau boyoken ini disebabkan karena berbagai macam faktor sebagai pemicunya.

Tapi jenis penyakit ini jamak terjadi pada manusia, terutama di fase usia produktif. Jurnal Kesehatan Internasional menyebut bahwa hampir 80 persen penduduk dari populasi dunia pernah mengalami nyeri punggung sekali dalam hidupnya.

Sedangkan 10 persen lainnya mengalami gejala yang berkelanjutan, biasanya karena faktor usia, di usia 50 tahun ke atas.

“Keluhan setiap orang tidak sama, tergantung pada kondisi masing masing. Ada tiga jenis variasi keluhan nyeri pada punggung yang sering dialami oleh penderita di usia produktif, yaitu nyeri ringan, sedang dan berat,” tambahnya.

Lanjut dr. Sita, kebanyakan faktor risiko nyeri pada punggung paling sering dialami oleh orang dengan kebiasaan gaya hidup yang menetap.

Misalanya olahraga berlebihan, pekerja kantoran (lebih banyak duduk), pekerja berat (misal kuli panggul, tukang bangunan atau pekerja di sawah), atau seseorang dengan berat badan berlebihan (gemuk dan perut cenderung buncit).

Dari faktor kebiasaan tersebut memicu sistem kerja otot punggung menjadi bekerja keras dan tegang berlebihan atau spasme.

“Keluhan nyeri punggung biasanya berkaitan dengan keadaan sistem otot dan tulang belakang (muskuloskeletal) yang tidak seimbang,” jelasnya.

Lanjut dr. Sita, cara sederhana untuk menghilangkan keluhan nyeri pada punggung adalah dengan melakukan gerakan peregangan ringan supaya dapat mempercepat proses penyembuhan di area otot punggung yang sakit.

Cara lainnya, kompres dengan air dingin di area yang sakit selama 15-20 menit. Tindakan ini sebaiknya dilakukan secara berulang. “Karena mengompres sebagai terapi pun sebenarnya ada dosisnya, jadi harus minimal 3-4 kali per hari, 15-20 menit, dan tidak boleh menempel langsung di kulit, harus ada kain sebagai alas”

Selain itu, jika dirasa nyeri berkurang disarankan untuk tidak istirahat berlebihan terlebih dahulu sebab dapat membuat otot punggung kembali kaku.

Supaya proses segera membaik, lakukan pula gerakan gerakan olahraga ringan, misalnya dengan meregangkan bagian otot leher dengan posisi duduk, ataupun dengan gerakan cobra stretch berbaring dengan posisi tengkurap dan kepala serta punggung diangkat ke atas seperti posisi ular cobra.

“Latihan peregangan ini bisa memberikan sensasi relaksasi yang dapat meredakan sakit punggung ringan. Namun jika tidak ada perubahan apapun dalam beberapa hari kami memberikan saran supaya untuk diperiksakan ke dokter ahlinya saja,” paparnya

Secara ilmu medis, timbulnya gejala sakit punggung diakibatkan beberapa hal, seperti;

  1. Cidera di tulang belakang akibat dari jatuh atau kecelakaan sebelumnya.
  2. Proses penuaan pada tulang yang dapat menyebabkan saraf terjepit.
  3. Kondisi kesehatan yang didapat misalnya perubahan bentuk struktur tubuh seperti kehamilan sehingga dapat memaksa tarikan pada otot punggung.
  4. Faktor fisik dari kesalahan berkepanjangan seperti postur yang jelek (misal cenderung membungkuk / sangkuk), pola tidur, posisi duduk dalam bekerja, dan berolahraga yang buruk.
    5.Kelainan bentuk tulang punggung sejak lahir
    6.Akibat dari penyakit yang lain

Sedangkan cara sederhana untuk menghindari gejala sakit punggung yang mungkin kemudian hari kambuh, terapi pengobatan atau penyembuhannya adalah sebagai berikut;

  1. Rutin berolahraga setiap hari, misalnya bersepeda, jalan kaki, senam, yoga, dan renang.
  2. Memperbaiki pola duduk tegak, membiasakan untuk tidak membungkuk. Setiap 2/3 jam lakukan gerakan peregangan.
  3. Memakai korset supaya menjaga keseimbangan tulang punggung.
  4. Menjaga berat badan ideal.
  5. Membiasakan pola tidur yang baik, misalnya posisi tidur terlentang dengan mengganjal bawah lutut dengan bantal. Diusahakan mengunakan alas tidur tidak terlalu empuk.

“Meskipun cara ini sangat sederhana, namun untuk membiasakan dalam keseharian sangat sulit. Akan tetapi dengan membiasakan kebiasa baru, dapat mengurangi nyeri pada punggung,” tuturnya.
(PKRS)

0 Komentar

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119