Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

ASI Makanan Terbaik Bayi

ASI Makanan Terbaik Bayi

ASI yang pertama kali keluar mengandung colostrum yang bisa meningkatkan kekebalan atau imun pada anak. Anak yang diberi ASI eksklusif tumbuh dan berkembang lebih baik, jika dibandingkan dengan anak yang mendapatkan susu formula atau susu sapi. Kandungan ASI berupa perpaduan sempurna lemak, protein, karbohidrat, serta vitamin, mineral, antibodi dan enzim yang dibutuhkan bayi.

Kandungan dalam ASI juga lebih mudah dicerna dan diserap, sehingga ASI dipercaya menjadi sumber nutrisi utama bagi bayi. Kandungan ASI tersebut dapat mengurangi risiko bayi terkena penyakit tertentu, seperti diare, Infesi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), pneumonia, asma, obesitas, dan diabetes.

“Pemberian ASI eksklusif pada anak baru lahir, nol sampai enam bulan sangat merangsang tumbuh kembang anak,” uja dokter spesialis anak RSUD dr Iskak Tulungagung, dr Zuhrotul Aini, Sp.A. Lanjut dokter berjilbab ini, pertumbuhan bayi bisa dilihat dari bertambahnya berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala bayi. Perkembangan dilihat dari anak melakukan kegiatan, mulai dari motorik kasar, motorik halus, kemampuan bicara, dan kemampuan hubungan sosial. Menggantikan ASI dengan susu formula sangat tidak disarankan, karena bisa mengganggu proses tumbuh kembang pada anak.

Saat proses menyusui, terjadi kontak mata antara ibu dan anak yang menjadi rangsangan perkembangan anak. Rangsangan ini yang memicu kedekatan batin antara ibu dan bayi. “Bagaimana pun menggendong, touch (sentuhan), sambil ngomong bisa merangsang tumbuh kembang anak,” tutur dr Aini. Melihat pentingnya ASI untuk tumbuh kembang anak, dunia memperingati Pekan ASI setiap tanggal 1-7 Agustus.

Momentum tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan World Health Organization (WHO) dan United Nations Children’s Fund (UNICEF), untuk mendukung ibu menyusui di seluruh dunia. Pekan ASI tahun 2019 mengusung tema, “Empower Parents Enable Breastfeed” (Berdayakan Orang Tua Untuk Bisa Menyusui). Sedangkan di Indonesia secara khusus mengusung tema “Ayah dan Ibu Kunci Keberhasilan Menyusui”.

Slogan itu bertujuan mengingatkan masyarakat, bahwa pemberian ASI sangat berpengaruh bagi masa depan si kecil, sehingga dibutuhkan dukungan dari semua pihak. Untuk memberikan pemahamam pemberian ASI pada anak, RSUD dr Iskak melakukan penyuluhan kepada masyarakat, 2-7 Agustus lalu. Materi yang disampaikan tentang inisiasi menyusui dini (IMD), kunci keberhasilan menyusui, perawatan pada anak metode kangguru, keberhasilan menyusui dan makanan pendamping ASI.

Selain itu diselenggarakan juga seminar mengusung tema, “Berdayakan Orang Tua Untuk Bisa Menyusui”, serta talkshow di salah satu radio di Tulungagung. Data Kementerian Kesehatan RI, angka Inisiasi Menyusu Dini di Indonesia meningkat dari 51,8 persen pada tahun 2016 menjadi 57,8 persen pada tahun 2017.

Namun pencapaian ini masih di bawah pengetahuan membuat ibu dan keluarganya gagal menyaring berbagai informasi yang diterima.

HAK MENYUSUI

Pemerintah melindungi hak ibu untuk melakukan IMD setelah melahirkan. IMD dikenalkan sejak 2007. Sebelumnya Keputusan Menteri Kesehatan nomor 450/MENKES/SK/VI/2004 tentang Pemberian ASI Secara Eksklusif di Indonesia, ibu yang baru melahirkan diizinkan menyusui bayinya 30 menit setelah melahirkan. Dengan IMD 2007, bayi yang baru dilahirkan dibiarkan di atas dada ibu minimal satu (1) jam.

Jika ibu dan bayi tanpa gangguan kesehatan, IMD harus segera dilakukan. Fasilitas kesehatan tempat persalinan tidak boleh menolak, karena IMD adalah hak ibu dan bayi yang dilindungi undang-undang. Perlindungan ini tertuang dalam Pasal 4 ayat (2) Undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Untuk ibu menyusui yang juga seorang pekerja, negara juga menjamin perlindungan untuk menyusui eksklusif selama 6 bulan, meski cuti melahirkan hanya 3 bulan. Konvensi International Labour Organization (ILO), Undang-Undang Tenaga Kerja, dan Undang-undang Kesehatan mengatur hak ibu menyusui di Indonesia. Konvensi ILO nomor 183 tahun 2000 pasal 10 mengenai Ibu Menyusui, perempuan harus diberi hak istirahat harian atau pengurangan jam kerja harian untuk menyusui anaknya.

Istirahat dan pengurangan jam kerja harian ini harus dihitung sebagai jam kerja dan dibayar. Indonesia sudah mengadopsi peraturan ini, meski belum meratifikasi. Pasal 83 Undangundang 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan mengamanatkan, pekerja/ buruh perempuan yang anaknya masih menyusui harus diberi kesempatan sepatutnya untuk menyusui anaknya jika hal itu harus dilakukan selama waktu kerja.

Sedangkan pasal 128 Undang-undang nomor 39 tahun 2009 tentang Kesehatan mengatur, setiap bayi berhak mendapatkan ASI eksklusif sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, kecuali atas indikasi medis. Untuk menjamin ibu menyusui memberikan ASI eksklusif, terbit Peraturan Bersama Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Menteri Kesehatan nomor 48/ MEN.PP/XII/2008, PER.27/MEN/ XII/2008 dan 1177/MENKES/ PB/ XII/2008 tahun 2008 tentang Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu Selama Waktu Kerja di Tempat Kerja.

Tujuan peraturan bersama ini untuk menjamin hak menyusui, berupa kesempatan dan fasilitas untuk memberikan/ memerah ASI selama waktu kerja dan menyimpan ASI perah tersebut. Bahkan Undang-undang nomor 49 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM) pasal 49 ayat 2, wanita berhak untuk mendapatkan perlindungan khusus dalam pelaksanaan pekerjaan atau profesinya terhadap hal-hal yang dapat mengancam keselamatan dan atau kesehatannya berkenaan dengan fungsi reproduksi wanita. Yang dimaksud ”Perlindungan khusus terhadap fungsi reproduksi” ini adalah, pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan haid, hamil, melahirkan dan pemberian kesempatan untuk menyusui anak.(*)

Sumber : Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia

0 Komentar

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119