Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Ayah-Bunda, Latih Si Kecil yang Pendengaran Terganggu dengan Terapi Bahasa Tubuh Yuk!

Ayah-Bunda, Latih Si Kecil yang Pendengaran Terganggu dengan Terapi Bahasa Tubuh Yuk!

SETIAP orang tua tentu menginginkan anak-anak mereka tumbuh dengan sehat dan sempurna. Namun, tak semua anak terlahir dengan sempurna.

Beberapa di antara mereka tak dapat menikmati suara pintu saat tertutup atau suara kran air yang menyala di kamar mandi. Suara yang paling dekat, yakni suara ibu pun tak bisa didengar.

Gangguan pendengaran membikin hari-hari yang dilalui si kecil begitu senyap. Di sinilah peran orang tua untuk mengajari berbicara menggunakan bahasa isyarat. Peran mereka bertujuan untuk membantu memulihkan fungsi pendengaran.

Dokter Spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan Bedah Kepala Leher RSUD dr. Iskak dr. Siti Umi Hanik, Sp. THT-KL, mengatakan, bayi yang baru lahir, kemudian ditemukan kelainan pada indra pendengarannya, maka dokter akan memberikan penanganan khusus guna meminimalisir terjadinya gangguan pendengaran.

“Pemeriksaan atau screening pendengaran dilakukan 2 hari setelah bayi lahir. Tujuannya untuk mengetahui faktor risiko yang mungkin terjadi,” ujarnya dalam acara talk show interaktif RSUD dr. Iskak, Kamis, 4 Maret 2021.

Apabila gangguan pendengarannya cukup serius, maka langkah selanjutnya bayi akan diberi alat bantu dengar pada telinganya. 

“Memakai alat bantu dengar berdasarkan keputusan dari dokter yang melakukan pemeriksaan. Dan fungsinya nanti akan membantu bayi untuk mendengarkan suara yang masuk,” katanya.

Selain itu, alat bantu dengar menjadi salah satu sarana unuk merangsang penyimpanan otak si kecil, sehingga mampu mengenali sesuatu.

“Setelah bayi bisa mendengar dengan bantuan alat dan berfungsi dengan baik, hal itu akan merangsang si bayi agar bisa berbicara dan mengenali apapun yang dia lihat,” paparnya.

“Dan untuk mengenali sesuatu, tentu diperlukan pelatihan khusus untuk bayi,” tambahnya.

Dokter Spesialis Anak RSUD dr. Iskak, dr. Herlin Kristanti, Sp.A yang juga tampil dalam dialog interaktif menambahkan, alat bantu dengar saja tidak cukup untuk melancarkan tumbuh kembang si kecil.

Ia mengatakan, anak harus dibantu dengan terapi atau latihan khusus.

“Terapi telewicara atau bahasa tubuh supaya bisa berkomunikasi dan memahami sesuatu yang dia lihat saat tumbuh kembang,” katanya.

Misalnya, anak akan mengenali bermacam-macam warna, nama dan fungsi alat dan lainnya.

“Pelatihan ini akan diberikan oleh anak dan orang tua. Jadi yang paling banyak berperan di rumah adalah orang tua, yakni membiasakan berbahasa isyarat pada anak,” terang Dokter Herlin.

Dengan bahasa tubuh dari orang tua akan membantu anak mengenali sesuatu yang terdekat terlebih dahulu. Memang ini cukup rumit. Akan tetapi menangani gangguan pendengaran hasilnya akan lebih baik daripada tidak dilakukan terapi. 

Setelah anak mampu mengenali beberapa benda di sekitarnya, maka tahap selanjutnya adalah memperkenalkan objek yang ada di luar rumah. Misalnya berkaitan dengan lingkungan sekolah.

“Terutama pada anak yang telah masuk fase persiapan sekolah. Suatu saat dia mengenali dan mampu untuk berinteraksi dengan teman di sekolah,” ujarnya.

Penanganan mandiri, sebaiknya dilakukan sebelum anak usia 2 tahun. Hal iit untuk memulihkan kondisi pendengaran si anak. “Anak dapat merekam suara sebelum 2 tahun, kalau penanganan terlambat, maka penanganan akan lebih sulit,” ujarnya. (PKRS/MFW)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119