Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Bayi Lahir Bisu dan Tuli, Bisakah disembuhkan?

Bayi Lahir Bisu dan Tuli, Bisakah disembuhkan?

Bisu dan tuli disebut dengan tuna rungu wicara adalah ketidakmampuan seseorang untuk berbicara dan mendengar. Bisu atau lambat bicara bisa disebabkan oleh beberapa organ yang bermasalah mulai dari pendengaran, otak atau kejiwaan dan organ bicara seperti pita suara, tenggorokan, mulut, lidah dan lainnya. Sedangkan tuli adalah suatu rangkaian dengan gangguan pendengaran.

Penyebab bayi yang baru saja terlahir dalam keadaan tuli yang akhirnya menjadi bisu itu dikarenakan oleh banyak faktor. Bisa karena faktor genetik atau karena pengaruh dari kuman. Tentu masalah ini akan menjadikan beban bagi keluarga dan beban bayinya baik secara fisik maupun psikologis.

Sementara itu, kasus bisu dan tuli di Indonesia, setiap tahunnya mengalami peningkatan, mencapai 5.000 sampai 10.000 anak lahir dalam keadaan bisu-tuli. Meskipun masalah ini terlihat menyeramkan, akan tetapi masih bisa ditangani dengan baik jika pengobatannya dilakukan sedini mungkin oleh ahlinya.

“Kondisi tersebut, dapat dicegah dan diobati selama bayi tersebut segera mendapatkan penanganan yang baik secara medis,” kata dr. Moch Mundir Arif, Sp.THT-KL.

Dalam proses penanganannya, harus dilakukan pengujian dengan metode skrining pendengaran yang disebut dengan tes OAE atau Otoacoustic Emission (OAE) terlebih dahulu yang bisa dilakukan sejak bayi berusia 2 hari, dimana untuk memastikan apakah benar benar bayi tersebut mengalami gangguan pendengaran. Apabila pada usia tersebut diketahui benar adanya bahwa bayi itu mengalami gangguan pendengaran maka akan dipastikan dengan pemeriksaan OAE dan BERA ( brainstem evoked response auditory ) sehingga sebelum usia 6 bulan harus diberikan alat bantu dengar.

Dengan alat bantu dengar diharapkan bayinya bisa mendengar suara dari luar kemudian otak akan merekam kata kata dari suara yang masuk melalui telinga. Suara yang terekam ke otak itu akan diucapkan bayi saat dia mulai berbicara. Dengan cara ini sangatlah membantu.

“Jika tidak segera ditolong, maka dikhawatirkan bayi tersebut akan mengalami tuli dan bisu secara permanen dan memungkinkan proses pengobatan menjadi lebih sulit. Tentunya masalah ini akan menjadi beban bagi keluarga dan bayinya mempunyai beban psikologis tersendiri,” katanya.

Dr. Mundir menceritakan, sering di jumpai kasus bayi lahir dalam keadaan tidak bisa mendengar, dan kemungkinan juga tidak bisa bicara. Kondisi tersebut merupakan satu kesatuan rangkaian kasus yang saling berkaitan dan harus dilakukan pencegahan.

Penyebab gangguan pendengaran dan bisu bisa terjadi pada waktu bayi belum lahir (masih dalam kandungan), saat lahir, atau setelah lahir di antaranya karena:

  1. Kelainan genetik (tuli yang diwariskan)
  2. Terinfeksi karena kuman di dalam kandungan
  3. Bayi prematur (lahir belum waktunya sehingga kemungkinan pada perkembangan telinga dalam kandungan belum maksimal).
  4. Berat badan lahir rendah (kurang dari 2.500 gram)
  5. Infeksi Toxoplasma, Rubbela, Cidomegalovirus dan herpes juga sangat berisiko tinggi akan terjadinya Gangguan pendengaran bayi.

“Selain itu, gangguan pendengaran bukan hanya akibat dari kuman ataupun faktor lainnya. Akan tetapi bisa diakibatkan karena faktor gizi. Jika ibunya sakit dan asupan gizi tidak tercukupi maka hal ini juga mempengaruhi pada saat proses pembentukan organ pendengaran bayi sebelum lahir,” paparnya.

Apalagi jika hanya melihat dari tampilan fisik atau respon bayi yang terlihat secara visual. Hal ini disebabkan, respon buka mata atau melirik saat dirangsang suara keras, itu bisa karena kaget atau memang karena mendengar.

Jika sahabat, membutuhkan layanan konsultasi dan fasilitas di poli THT RSUD dr Iskak Tulungagung, anda bisa langsung datang ke rumah sakit atau melalui pendaftaran secara online melalui aplikasi Si-Poetri (Sistem Pelayanan Elektronik Tanpa Antri).

Jadwal periksa dokter poliklinik dimulai hari Senin sampai Jumat, mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB, atau menghubungi nomor whatsapp 082-230-094-119.
(PKRS)

0 Komentar

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119