Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Begini Cara Kerja Vaksin Dalam Tubuh

Begini Cara Kerja Vaksin Dalam Tubuh

Vaksin, sebagaimana penjelasan yang disampaikan Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD dr. Iskak, dr. Moh. Jasin Jahja, Sp.PD dalam ulasan artikel sebelumnya, adalah produk biologi dari virus yang dilemahkan atau sudah mati. 

Vaksin pada dasarnya merupakan zat, atau substansi yang berfungsi membantu tubuh melawan penyakit tertentu. Tubuh yang sudah divaksin akan membentuk antibodi terhadap virus tertentu.

Vaksin yang sudah diberikan akan melatih tubuh untuk membentuk kekebalan terhadap penyakit. 

Vaksin yang dibuat dari virus yang dilemahkan akan membantu tubuh mengenali virus asli dan melatih sistem imun untuk melawannya. 

Mikroba yang terkandung dalam vaksin akan berperan sebagai antigen. Zat ini akan merangsang sistem imun tubuh agar menghasilkan antibodi yang bisa melawan suatu penyakit. 

Jika terpapar virus, tubuh bisa segera memproduksi limfosit atau antibodi yang diproduksi imun tubuh. Antibodi tersebut kemudian akan menyerang virus tersebut. Virus akan dihancurkan atau dinetralisasi oleh antibodi.

Munculnya sistem kekebalan tubuh inilah yang nantinya bisa mencegah terjadinya risiko kerusakan lebih berat pada sistem organ tubuh, meminimalkan morbiditas, dan bahkan menekan risiko kematian ke titik nol (zero).

“Jadi ini sederhananya bisa disimpulkan, tubuh (manusia) yg telah divaksin, maka dalam tubuh akan dibentuk semacam tentara yang siap menghalau virus dengan ciri yang sudah dikenali tadi,” ujar M. Rifai, salah satu pemandu talkshow menimpali keterangan narasumber.

Dijelaskan, gerakan vaksinasi COVID-19 sendiri tidak langsung menyasar semua kelompok.

Pemerintah, melalui Satgas Penanganan COVID-19 tingkat nasional telah memutuskan untuk memprioritaskan kelompok masyarakat yang ada di garda depan penanganan COVID-19.

Mereka yang kebagian program vaksinasi gelombang pertama adalah tenaga kesehatan, pejabat publik, atau mereka yang bekerja di sektor pelayanan publik lain. Seperti guru, PNS, polisi, tentara dan sebagainya.

Setelah itu, vaksinasi pada gelombang kedua akan diberikan kepada masyarakat kelompok usia produktif, yakni rentang usia 18-59 tahun. Baru setelah itu program dilanjutkan di gelombang selanjutnya, dimana vaksinasi menyasar kelompok usia lanjut atau 60 tahun ke atas.

“Di luar negeri, seperti di Inggris Raya, penelitian dan uji sampel (vaksin) sudah diberikan pada kelompok usia lanjut, bahkan hingga usia 90 tahun. Ini menunjukkan vaksin ini aman digunakan kelompok manula sekalipun. Kecuali balita, anak-anak, dan ibu hamil, karena sampai saat ini masih dilakukan kajian mendalam,” ujarnya.

Jasin memastikan, vaksin COVID-19 – yang di Indonesia dipilih label Sinovac yang diproduksi lembaga riset dari China, pada akhirnya akan diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat luas. Tak tanggung-tanggung, pemerintah konon mempersiapkan lebih dari 320 juta vaksin untuk diinjeksikan kepada penduduk negeri ini, dengan masing-masing warga mendapat jatah dua kali vaksinasi guna memunculkan kekebalan tubuh secara alamiah. (PKRS/MDS)

0 Komentar

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119