Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Beginilah Gambaran Proses Pemasangan Ring Jantung Menurut dr. Arif Wibisono, Sp. JP, FIHA

Beginilah Gambaran Proses Pemasangan Ring Jantung Menurut dr. Arif Wibisono, Sp. JP, FIHA

SECARA teknis, pada pemasangan ring jantung diawali dengan proses kateterisasi terlebih dahulu, kemudian pelaksanaannya ring jantung akan di masukkan ke pergelangan tangan kanan atau kiri atau melalui pangkal paha pasien.

“Biasanya kami lakukan pembiusan di lengan bagian kanan. Kemudian setelah itu kami lakukan penusukan pembuluh darah arteri dengan mengunakan suatu alat yang disebut sebagai seldinger,” tutur Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD dr. Iskak, dr Arif Wibisono, Sp. JP, FIHA saat mengisi materi dialog interaktif yang digelar tim PKRS RSUD dr Iskak di kanal Facebook, Instagram dan Youtube.

Lanjut dia, alat seldinger ini digunakan untuk mencari pembuluh darah arteri yang dipasangkan pada lengan, kemudian setelah pembuluh darah dari pasien ditemukan dilanjutkan pemasangan alat semacam kawat (wayer).

“Alat wayer berfungsi untuk membuat jalan kami tetap di dalam pembuluh darah nadi. Nanti kami melihat ini akan masuk dalam pembuluh darah nadi. Setelah masuk ke dalam kemudian dimasukkan lagi alat berikutnya,” ujarnya.

Setelah alat masuk ke pembuluh darah, dilanjutkan pemasangan alat wayer atau kawat untuk menaruh atau meletakkan alat-alat yang akan di pasang di dalam jantung pasien.

Setelah itu baru kemudian dilakukan katerisasi pada jantung, yaitu dengan melihat pembuluh darah jantung tiga dimensi dengan mengunakan kateterisasi khusus, selanjutnya pemasangan balon atau atau ring jantung.

“Itulah sekilas prosedur pemasangan stent pada penderita jantung koroner,” jelasnya.

Dalam proses pemasangan ring jantung itu, lanjut dr Arif, pasien dalam keadaan sadar sebab hanya dilakukan pembiusan lokal yang tidak membuatnya tertidur.

“Pembiusan lokal di area lengan, sehingga pasien dapat berkomunikasi dengan dokter, dan pasien pun melihat kondisi jantungnya sedang di operasi,” katanya.

Durasi proses pemasangannya, tidak membutuhkan waktu lama. Biasanya hanya dilakukan selama 30-60 menit. Nnamun jika kasusnya cukup kompleks paling tidak memakan waktu lebih dari 2-3 jam lamanya. 

“Proses tergantung pada tingkat kerusakannya dan berapa banyak stent yang harus dipasang. Rata- rata waktu pasang untuk satu pasien kurang lebih 60-120 menit (1-2 jam),” kata Dokter Arif.

Menurutnya, ring jantung atau stent terbuat dari bahan antikaratan, metal yang dilapisi oleh kromium atau stainless steel sehingga teroksidasi oleh tubuh. Jadi ring-ring yang terpasang dalam tubuh manusia tidak memungkinkan berkarat.

“Secara teoritis, stent mampu bertahan seumur hidup. Sebab telah dikembangkan untuk membuat pembuluh darah jantung terbuka lebar maka akan menyatu dengan jaringan tubuh, dan tidak menutup,” ujarnya.

Jaringan yang sudah diberikan ring kemungkinan tidak akan kembali menutup atau tersumbat.

Namun ada beberapa kondisi yang memungkinkan jaringan pembuluh darah dapat tersumbat kembali itu dikarenakan pasien tidak lagi minum obat sebelum waktunya berhenti. “Biasanya hal fatal terhadap pada pada pasien yang mempunyai penyakit diabetes atau pasien tidak rutin mengkonsumsi obat, belum setahun sudah berhenti karena merasa tidak ada keluhan. Meskipun demikian, kita sering menemukan stent ini kondisinya masih bagus,” tutup dr Arif Wibisono menyudahi dialog. (PKRS/MFW)

0 Komentar

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119