Benjolan di Leher. Kenali Penyebab dan Pengobatannya

Benjolan di Leher. Kenali Penyebab dan Pengobatannya

BENJOLAN yang muncul di area leher sering disebut gondok atau gondongan. Lazimnya, seseorang yang mengalami benjolan di leher bisa merasakan nyeri, atau tidak merasakan sakit apapun.

Benjolan di leher dalam kondisi tertentu dapat menandakan gangguan kondisi kesehatan yang serius. Apa saja sih penyebab timbulnya benjolan di leher itu?

Dokter Spesialis Bedah RSUD dr. Iskak, dr. Nurudin Syahadat, Sp. B menjelaskan, penyebab benjolan di leher beraneka ragam. Leher sendiri terdiri dari berbagai organ dan kelenjar, seperti kelenjar tiroid, kelenjar getah bening, saluran pernafasan, hingga saluran makan.

Salah satunya penyebab benjolan di leher adalah gangguan pada kelenjar tiroid.

“Kelenjar tiroid menjadi pengatur metabolisme tubuh yang berada di bagian depan leher. Jika kelenjar tiroid membasar, maka bisa membikin saraf leher tertekan. Akibatnya adalah sulit menelan, sulit bernafas,” kata dr. Nurudin Syahadat, Sp.B dalam talkshow kesehatan yang disiarkan secara on air di Radio Liiur FM Tulungagung, Rabu, 7 Juli 2021.

Setiap ada pembesaran pada kelenjar tiroid, maka disebut struma. Terdapat sejumlah jenis struma, yakni struma endemik (5 persen dari suatu populasi terkena, biasanya di pegunungan karena kandungan yodiumnya lebih rendah dari pada di dataran rendah), struma sporadis (gondok yang tak beracun dan jarang terjadi).

Jenis gondok sendiri ada dua, yakni gondok yang ganas dan jinak. Untuk mengetahui gondoknya ganas atau tidak, maka perlu mengambil sampel sel dengan ditusuk ke benjolan.  “Jarumnya lebih sakit saat infus, jadi tidak terlalu sakit,” terang dokter Nurudin.

Selanjutnya akan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui kelebihan hormon tiroid atau kekurangan hormon tiroid.

Kelebihan hormon tiroid akan merangsang metabolisme meningkat. Gejalanya sebagai berikut:

  • Penurunan berat badan
  • Tidak tahan panas di suhu ruangan
  • Sering merasakan deg-degan
  • Hiperaktif
  • Sulit tidur

Kekurangan hormon tiroid juga berbahaya, karena metabolisme tubuh menurun. Gejalanya sebagai berikut:

  • Lemas
  • Terjadi pembekakan di sejumlah anggota tubuh (mata, kaki, dan lainnya)
  • Kulit mengering
  • Sering mengantuk
  • Susah buang air besar
  • Fungsi pendengaran dan penglihatan menurun

Pengobatan terhadap benjolan pada leher beraneka ragam, pada prinsinya yakni memeriksa indikasinya terlebih dahulu. Dokter Nurudin mengatakan terdapat ada empat indikasi:

  1. Ganas, entah itu kecil atau besar, maka harus segera ditangani
  2. Menganggu fungsi leher
  3. Menganggu fungsi saluran makan
  4. Masalah kosmetik

Untuk itu, sebelum pengobatan lebih lanjut, maka kondisi tubuh pasien dicek dahulu, dengan cek darah.

Pada mulanya, pengobatan kelenjar tiroid dijalankan terlebih dahulu, apabila bisa berkurang, serta kadarnya sudah normal, namun benjolan tetap ada, maka bisa dengan tindakan operasi. ”Gondok tidak bisa hilang dengan sendirinya, maka perlu konsultasi ke dokter terdekat” tutupnya. (PKRS/MAS)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119