1 Dec, 2021

Berjuang di Garda Depan Medan Pandemi, Civitas Hospitalia RSUD dr. Iskak Mendapat Apresiasi Kadinkes Tulungagung

PERAN sentral civitas hospitalia RSUD dr. Iskak Tulungagung dalam berjuang menangani para pasien COVID-19 yang terus bertumbangan selama pandemi mendapat apresiasi mendalam dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung.

Bersamaan dengan peluncuran inovasi program Hospital Without Wall (HWW) pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) di Hotel Crown Victoria, Tulungagung, pemerintah melalui dinas kesehatan memberikan penghargaan kepada seluruh nakes maupun petugas nonmedis yang turut serta dalam pemulihan COVID-19.

Sebagai rumah sakit rujukan regional penanganan COVID-19, RSUD dr. Iskak dinilai memiliki kontribusi sangat besar dalam hal penanganan COVID-19 di Tulungagung.

Hal ini mulai dari dokter spesialis, perawat, sopir ambulans, petugas di instalasi kedokteran forensik, hingga petugas yang bertanggung jawab di asrama karantina COVID-19.

“Penghargaan ini kami berikan kepada seluruh nakes maupun petugas nonmedis lainnya yang berkontribusi besar terhadap penanganan COVID-19,” ujar Kepala Dinkes Kabupaten Tulungagung, dr. Kasil Rochmat.

Kata dia, adanya sedikit apresiasi dari pemerintah ini dapat menjadi penyemangat baru bagi seluruh insan yang berada di garda terdepan penanganan COVID-19 untuk terus memberikan layanan optimal kepada masyarakat. Khususnya mereka yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung dr. Supriyanto Dharmoredjo menyatakan apresiasi yang diberikan pemerintah merupakan sesuatu kecil namun memiliki makna bagi yang menerima.

Hal ini mencerminkan bahwa pemerintah memberikan perhatian lebih kepada para nakes dan petugas yang turut serta dalam penanganan COVID-19.

“Apresiasi ini berarti sekali bagi kami dan juga rekan-rekan sejawat yang turut serta dalam penanganan COVID-19,” jelasnya.

Ia menambahkan, penanganan COVID-19 di Tulungagung dinilai cukup berhasil jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain.

Hal ini terlihat dari data, meskipun angka kasus terkonfirmasi tinggi, namun angka kematian di Tulungagung relatif rendah.

Kondisi ini dapat terwujud berkat sinergitas yang apik antara pemerintah daerah dengan seluruh layanan kesehatan yang ada. Salah satunya dengan penerapan 3T, yakni testing, tracing, dan treatment. (PKRS/AAP)

Berita Terkait

Berita Terbaru

Polling

Apakah website ini bermanfaat untuk Anda?