Bijak Memberi Obat Pada Anak

Bijak Memberi Obat Pada Anak

OBAT, lazimnya berfungsi membantu proses penyembuhan penyakit. Namun, memberikan obat untuk si kecil tidak bisa dilakukan sembarangan. Jika pemberian obat yang tidak tepat, seperti dosis terlalu tinggi, justru obat bisa menjadi racun yang membahayakan kesehatan anak.

Dokter Spesialis Anak RSUD Dr. Iskak Tulungagung dr. Emi Yulianti, Sp. A mengatakan, tidak semua penyakit pada anak membutuhkan obat. Biasanya orang tua terlalu terburu-buru memberikan obat saat si kecil sakit.

”Padahal ya, sebagian gangguan yang dialami anak tidak selalu memerlukan obat,” kata dr Emi saat mengisi talkshow kesehatan yang disiarkan secara daring dari studio RSUD dr. Iskak, Kamis, 8 Juli 2021.

Kata dia, ada beberapa jenis sakit atau gejala sakit yang dialami anak, namun sebenarnya serta-merta memerlukan obat:

  1. Demam

Saat anak demam, jangan terburu-buru memberikan obat. Jika anak masih makan dengan lahap, masih bisa berlari-lari dan berkeringat, maka masih normal. Kondisi demam membuktikan tubuh anak merespon terhadap virus yang masuk ke dalam tubuh.

Obat penurun panas bisa diberikan saat anak rewel, seperti obat paracetamol dianjurkan. Dosisnya sesuai dengan berat badan anak.

  1. Pilek

Gejala pilek pada anak dapat hilang dengan sendirinya tanpa memerlukan obat. Biasanya setelah 1 hingga 2 minggu dengan istirahat yang cukup dan makan yang teratur, maka bisa pulih kembali.

Obat pilek yang dijual bebas, barangkali bisa meredakan pilek, namun belum tentu menyembuhkan. dr. Emi menambahkan obat yang dijual bebas hanya memakai standar usia, bukan berat badan anak untuk dosisnya. ”Dosisnya disamaratakan dengan usia, hal itu kurang tepat” terang dr. Emi.

Obat biasanya baru akan direkomendasikan/diresepkan oleh dokter setelah dilakukan pemeriksaan klinis secara menyeluruh. Mulai dari mencatat keluhan pasien, menimbang berat badan,  memeriksa suhu tubuh, tekanan darah, detak jantung dan nadi hingga pemeriksaan rongga mulut atau bagian tubuh lain yang terkait.

”Di RSUD dr. Iskak ini edukasi pemakaian obat ke pasien dua kali, yakni dari dokter, lalu saat mengambil obat di Instalasi Farmasi,” terangnya.

Kepala Instalasi Farmasi RSUD dr. Iskak Apt. Binti Muzayanah, M. Farm. Klin mengatakan, resep obat adalah permintaan dari dokter. Di dalam resep obat ada nama identitas pasien dan daftar obat yang dibutuhkan.

Biasanya daftar obat untuk anak, terdapat jenis puyer, yakni obat yang  terbuat dari sejumlah obat tablet, lalu dihaluskan.

Binti menjelaskan puyer umumnya terdiri dari empat obat tablet yang dipotong sesuai kebutuhan. Lalu dimasukkan di kemasan yang bisa diminum si kecil sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter.

Setelah obat telah selesai disiapkan apoteker, maka obat dicek kembali, seperti label atau etiket yang berisi indentitas dan cara pakai minum obat.

”Kadangkala yang mengambil obat diwakilkan, sehingga informasi di label obat sangat penting untuk informasi kepada pasien,” tuturnya.

Pelayanan di Instalasi Farmasi RSUD dr. Iskak dibuka setiap kerja, yakni mulai Senin-Kamis yang dibuka pukul 07.15 WIB hingga 15.30 WIB, sementara pada hari Jumat jam layanan dibatasi mulai pukul 07.15 WIB hingga 14.30 WIB.

Keluarga pasien boleh meninggalkan resep obat terlebih dahulu atau tidak perlu mengantre. Pelayanan dari Instalasi Farmasi tersebut sangat berguna jika anak rewel dan ingin segera pulang. Nantinya bisa diambil pada jam pelayanan yang sudah tertera di atas. (PKRS/MAS)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119