Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Cegah Kebutaan akibat Glaukoma. Yuk Simak Pencegahannya...!

Cegah Kebutaan akibat Glaukoma. Yuk Simak Pencegahannya…!

PENYAKIT mata glaukoma bisa disebabkan karena faktor keturunan atau genetik, atau bisa juga dpengaruhi penggunaan obat-obatan tertentu. Oleh karenanya, pencegahan dengan mengetahui penyebab penyakit mata ini harus dilakukan.

Dokter Spesialis Mata RSUD Dr. Iskak Tulungagung dr. Hera Lesmana, Sp.M menjelaskan, gejala penyakit glaukoma biasanya ditandai dengan peningkatan tensi atau tekanan pada bola mata, terjadinya penurunan (penyempitan) lapang/bidang pandang, dan saraf penglihatan menjadi cekung.

Kondisi ini baru bisa diketahui setelah pemeriksaan medis secara menyeluruh.

Glaukoma ditandai dengan penurunan penglihatan, pandangan menjadi menyempit seperti melihat di terowongan,” kara dokter Hera saat menjadi narasumber talk show interaktif yang disiarkan langsung di kanal YouTube, Facebook, Instagram RSUD dr. Iskak, Kamis, 8 April 2021.

Dokter Hera menjelaskan, deteksi awal untuk penyakit glaukoma, yaitu penglihatan menurun, mata memerah dan berair, kepala sering pusing, serta melihat ada warna pelangi. ”Misalnya saat melihat cahaya lampu, seolah-olah terdapat warna pelangi,” kata dia.

Dokter Hera melanjutkan, penyebab penyakit mata glaukoma bisa terjadi karena faktor genetik atau keturunan. Terutama kerap terjadi pada pasien dengan penyakit penyerta seperti kencing manis, darah tinggi, hingga katarak yang sudah berat.

”Bisa juga karena pengaruh obat-obatan untuk mata yang mengandung steroid, baik obat tetes, oral, hirup atau lainnya,” terangnya.

Selanjutnya, penanganan saat terkena penyakit glaukoma, yakni dengan memeriksakan diri ke dokter mata. Nantinya akan dicek lebih rinci mengenai tensi/tekanan bola mata dan lain sebagainya.

”Kalau positif terkena glaukoma, dokter akan memberikan obat-obatan. Jika masih belum sembuh, maka bisa dilakukan tindakan operasi,” kata dia.

”Dampak terburuk dari glaukoma adalah bisa menyebabkan kebutaan,” imbuhnya.

Oleh karenanya, pencegahan terhadap glaukoma harus dilakukan sedini mungkin. Salah satunya dengan memperbanyak mengonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, serta menjaga dan mengecek kesehatan dan kebersihan mata. ”Kalau mata normal bisa periksa satu tahun sekali, namun jika memiliki keturunan yang terkena glaukoma, bisa periksa enam bulan sekali sebagai pencegahan,” tandasnya. (PKRS/MAS)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119