Cegah Konflik Dengan Pasien, Karyawan RSUD dr. Iskak Ikuti Sosialisasi Hukum Perumasakitan

Upaya memberi pelayanan yang aman dan nyaman kepada pasien terus dilakukan RSUD dr. Iskak. Salah satunya dengan mengikuti sosialisasi Pencegahan Tindakan Pelanggaran Aspek Hukum Bidang Perumahsakitan.

Sosialisasi yang digelar di Ruang Soenarjo Sadikin, Kamis (28/03/2024) ini menghadirkan Jaksa Pengacara Negara Kejaksanaan Negeri Tulungagung, Fandi Ilham, S.H.

Kepada para karyawan rumah sakit yang mengikuti sosialisasi, Fandi mengingatkan bahwa rumah sakit memiliki tujuan melayani masyarakat. “Rumah sakit merupakan fasilitas layanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan secara promotif, kuratif, rehabilitatif dan atau paliatif. Hal ini juga diatur dalam pasal 1 angka 10 UU Nomor 17 tahun 2023 tentang kesehatan,” kata Fandi.

Ia juga menyampaikan prosedur penegakan disiplin bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan serta penyelesaian perselisihan. Dimana tenaga medis dan tenaga kesehatan bila melakukan pelanggaran tidak serta merta sampai  ke hukum pidana. Hal ini tentu melewati mekanisme-mekanisme yang tentu diatur dalam UU.

Penegasan serupa disampaikan Wakil Direktur Umum dan Keuangan, Sukiatun, S. KM., M. Kes., yang menyebut rumah sakit merupakan unit pelayanan publik (industri jasa) yang padat karya, mulai pelayanan ke pasien datang hingga pasien pulang. “Rumah sakit ini selain padat karya juga padat teknologi, padat sumber karya manusia dan tentunya padat masalah,” ujarnya.

Sukiatun berharap RSUD dr. Iskak  terus menggandeng kejaksaan agar tidak selalu berbenturan dengan keluarga pasien dan vendor. “Jika kita paham hukum paling tidak dapat mengatasi hal-hal tersebut,” lanjutnya. 

Melalui sosialisasi ini diharapkan rumah sakit dalam melayani ke masyarakat tidak perlu takut bilamana mendapat keluhan dari masyarakat. (HUMAS/KAR)

Berita Terbaru

Berita Lainnya

Polling

Apakah website ini bermanfaat untuk Anda?