Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Diet Ibu Hamil. Mengapa dan Kapan Diet Ini Boleh Dilakukan?

Diet Ibu Hamil. Mengapa dan Kapan Diet Ini Boleh Dilakukan?

SEBELUM mengenali tips diet ibu hamil, penting untuk Bumil pahami bahwa ada empat kelompok berat badan ibu hamil beserta target pertambahan berat badannya sesuai Body Mass Index atau Indeks Massa Tubuh (IMT).

Yang pertama adalah kelompok ibu hamil dengan berat badan kurang (IMT <18) yang perlu menambah berat badan sebesar 13-18 kilogram selama kehamilan.

Kemudian kelompok ibu hamil dengan berat badan normal (IMT 18,5-24,9) yang perlu menambah berat badan sebanyak 11,5-18 kilogram.

Selanjutnya adalah kelompok ibu hamil dengan berat badan berlebih (IMT 25-29,9) yang cukup meningkatkan berat badan sebanyak 7-11,5 kilogram.

Dan terakhir, kelompok ibu hamil obesitas (IMT >30) yang disarankan untuk meningkatkan berat badan hanya sebanyak 5-9 kilogram selama periode kehamilan.

Nah, diet ibu hamil yang dimaksud di sini adalah kondisi ibu hamil yang kenaikan status gizinya melebihi batas itu tadi. Karena jika dibiarkan atau tidak dikendalikan, bisa membahayakan keselamatan bumil maupun janin.

“Ada sisi negatif ketika bumil dengan status gizi berlebihan, lalu kenaikannya sangat tinggi, melebihi batas yang dianjurkan, biasanya akan memicu komplikasi kehamilan, seperti diabetes gestasional, hipertensi, jantung dan sebagainya,” kata Kepala Instalasi Gizi RSUD dr. Iskak Tulungagung Ratih Puspitaningtyas, S. Gy, RD saat mengisi materi dialog interaktif yang digelar tim PKRS RSUD dr. Iskak dengan tema “Gizi Ibu Hamil di masa Pandemi COVID-19”.

Menurut penjelasan Ratih, diet ibu hamil jamak dilakukan saat kenaikan berat badan melebihi batas yang ditetukan (maksimal). Sebab pada dasarnya, diet ibu hamil itu bukan sekadar menurunkan berat badan atau membatasi kalori saja, melainkan mengacu pada perbaikan pola makan untuk memenuhi nutrisi yang dibutuhkan.

“Dan yang harus diwaspadai adalah bumil dengan status gizi overweight. Misal kenaikan antara antara 25-27 kilogram, padahal normalnya seperti diulas di atas adalah 7-11,5 kilogram.

– BACA JUGA –

PENTING! Inilah Asupan Nutrisi (Gizi) yang Dibutuhkan Ibu Hamil Selama Pandemi COVID-19
Daftar Kandungan Nutrisi yang Baik untuk Pemenuhan Gizi Ibu Hamil

Sedangkan bumil dengan status gizi obesitas itu status gizinya 27 kilogram ke atas. Kalau normal, kenaikan sekitar 6,8 kilogram dalam satu periode kehamilan, baik di trisemester satu hingga trisemeseter tiga.

“Sangat perlu cek berat badan sebulan sekali. Supaya tahu berat badan secara periodik selama periode kehamilan,” ujarnya.

Kalau dari prinsip gizi seimbang, sambung Ratih, untuk penambahan energi untuk ibu hamil itu idealnya penambahan energi sebesar 300 kalori.

“Asumsi ini tidak berarti makannya harus dilipatgandakan, karena target penambahan 300 kalori ini pada dasarnya bisa tercukupi dengan satu gelas susu, atau satu potong dada ayam tanpa kulit. Jadi tidak harus makannya jadi dobel loh ya,” kata Ratih.

Karenanya, setiap bumil harus pintar menyiasati konsumsi makanan yang memiliki nilai asupan gizi tinggi. Baik itu tinggi protein, tinggi vitamin (B1-2-3, asam folat untuk pertumbuhan janin, terutama pertumbuhan dari saraf pusat, protein, zat besi, dan kalsium. “Khusus micronutrient jenis asam folat, zat besi, dan kalsium, arus dilebihkan dibanding sebelum hamil agar bayi yang dilahirkan nantinya sehat, dan tidak mengalami kecacatan,” ujarnya. (PKRS/MDS)

0 Komentar

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119