Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Difteri ? Berobatlah ke RSUD Iskak

rs iskak tulungagung menteri kesehatan

Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek saat mengunjungi pasien anak-anak di RSUD dr Iskak, Tulungagung. Foto: Tempo

Rumah Sakit Umum Daerah Dr Iskak Tulungagung memastikan diri siap melayani pengobatan penyakit difteri hingga sembuh. Kementerian Kesehatan mengumumkan waspada wabah difteri yang telah merenggut korban jiwa di beberapa daerah.

Sejak pemerintah pusat mengumumkan kondisi waspada serangan Difteri, RSUD Dr Iskak Tulungagung telah bersiap diri. Selain menyiapkan petugas medis, sarana pendukung seperti laboratorium dan obat-obatan dipastikan siap beroperasi menangani penyakit mematikan tersebut. “RSUD selalu siap baik SDM maupun sarana dan prasarana menangani difteri,” kata Kepala Bidang Pelayanan dan Humas RSUD Dr Iskak Mohamad Rifai.

Karena itu dia meminta masyarakat khususnya di Kabupaten Tulungagung untuk tidak terlalu khawatir terhadap wabah mematikan ini. Kalaupun ada temuan kasus, petugas medis rumah sakit akan siap melakukan penanganan dan pengobatan hingga sembuh.

Difteri adalah infeksi menular yang bakteri Corynebacterium. Gejala yang muncul bila kita terkena difteri adalah sakit tenggorokan, demam, dan terbentuknya lapisan pada amandel dan tenggorokan. Dalam kasus yang sudah lanjut, infeksi dapat menyebar ke organ tubuh lain seperti jantung dan sistem saraf. Infeksi kulit juga ditemukan pada beberapa pasien. Racun yang dihasilkan oleh Corynebacterium dapat berbahaya bila tersebar ke bagian tubuh yang lain.

Gejala umum yang dialami penderita Difteri adalah radang tenggorokan dan suara berubah serak, pembengkakan pada kelenjar leher, mengalami masalah pernafasan dan kesulitan menelan, hidung berlendir, demam menggigil, batuk, gangguan penglihatan, kulit pucat dan berkeringat, serta jantung berdebar. “Segera periksakan ke dokter jika mengalami gejala itu, jangan anggap remeh karena gejalanya mirip influenza,” kata Rifai.

Langkah taktis yang dilakukan dokter terhadap pasien dengan gejala itu dalah melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat pembengkakan pada kelenjar limfa. Bila terlihat lapisan abu-abu pada tenggorokan dan amandel,  dokter dapat menduga pasien terkena Difteri.

Selanjutnya dokter akan melakukan biopsi terhadap sampel jaringan yang diduga terpapar dan memeriksakannya ke laboratorium. Hasil dari laboratorium inilah yang digunakan untuk menentukan apakah pasien terkena difteri atau tidak secara pasti.

Jika hasilnya positif, dokter akan memberi suntikan antitoksin untuk melawan racun yang dihasilkan oleh bakteri. Biasanya pasien juga dianjurkan rawat inap untuk memudahkan melakukan diobservasi dengan lebih baik.

Rifai juga mengingatkan beberapa faktor yang dapat memicu seseorang terkena Difteri. Diantaranya adalah lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat, belum mendapatkan vaksinasi difteri terbaru, memiliki gangguan sistem imun seperti penderita AIDS. “Jangan ragu untuk berobat, karena kita akan gratiskan biayanya jika memang tidak mampu,” tegas Rifai.

0 Komentar

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119