Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Disinfeksi Ekstra, Jaga Higienitas Ruangan RSUD dr Iskak

Disinfeksi Ekstra, Jaga Higienitas Ruangan RSUD dr Iskak

RSUD dr. Iskak berupaya dengan keras menciptakan ruangan yang higienis dan aman bagi pasien dan tenaga kesehatan (nakes) di masa pandemi COVID-19 ini.

Selain menyediakan penunjang protokol kesehatan; tempat cuci tangan, hand sanitaizer, papan imbauan wajib memakai masker dan menjaga jarak, petugas Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) juga menerapkan disinfeksi yang ekstra.

Sekretaris Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RSUD dr.Iskak Sri Purwatin S.Kep.Ns mengatakan, pembersihan ruangan yang dilakukan di rumah sakit dengan disinfeksi ruangan.

”Pembersihan atau disenfeksi ruangan dilakukan dengan berbagai metode, salah satunya dengan dry mist atau fumigasi,” kata Sri, Rabu, 24 Februari 2021.

Sri menjelaskan, penerapan dry mist yakni metode sanitasi di rumah sakit dengan alat yang bisa memanaskan zat kimia dengan dosis yang sudah ditentukan sampai menguap.

”Sebelum dilakukan dry mist maka ruangan dibersihkan dahulu oleh CS atau cleaning service dan dilakukan pembersihan pada permukaan setiap benda menggunakan disinfektan,” papar dia.

”Setelah itu baru dilakukan dry mist,” imbuhnya.

Disinfeksi ruangan dilakukan pada kondisi tertentu atau insidentil serta ekstra hati-hati, ”Misalnya di saat ruangan tersebut sirkulasi udaranya tidak memenuhi standar atau setelah digunakan oleh pasien dengan risiko penyakit menular,” beber Sri.

Ia menambahkan ruangan yang biasanya dilakukan disinfeksi seperti ruangan isolasi di  instalasi gawat darurat (IGD), ruang catch lab (kateterisasi jantung), dan ruangan lainnya.

”Manfaat dari disinfeksi untuk mencegah risiko transmisi penyebaran atau penularan kuman dari penyakit menular yang dapat menyebar ke pasien lain, petugas, pengunjung maupun lingkungan,” ujarnya.

Saat pelaksanaan dry mist ruangan harus kosong (tidak ada pasien) dan harus dilakukan penutupan jendela dan pintu secara rapat agar tidak bocor.

”Kendala yang kami ditemui saat melakukan dry mist adalah pada saat pasien penuh sehingga perlu waktu yang lama dalam mengondisikan penempatan pasien,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan dry mist, petugasnya 1 orang, sedangkan petugas yang melakukan pembersihan rutin per ruangan berjumlah 2 orang. ”Semua petugas memakai alat pelindung diri (APD) level 3,” kata Sri.

Untuk diketahui, APD level 3 terdiri dari: menggunakan masker N-95 atau equivalen, hazmat khusus, sepatu bot, pelindung mata atau face shield, sarung tangan bedah karet steril sekali pakai, penutup kepala, dan apron.

Penggunaan APD ini penting dilakukan karena paparan bahan aktif dari disinfektan dapat membahayakan petugas, baik melalui inhalasi atau menghirup udara ke dalam paru-paru maupun permukaan kulit.

Sementara itu, sebelum pandemi COVID-19, pembersihan ruangan dengan disinfektan dilakukan secara rutin dan insidentil.

”Saat pandemi sekarang, pembersihan dengan menggunakan disinfektan harus dilakukan sesering mungkin dan dilakukan secara ekstra,” ujarnya. ”Hal tersebut bertujuan untuk meminimalkan risiko terjadinya  transmisi penularan COVID-19,” tutupnya. (PKRS/MAS)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119