Donor Plasma Konvalesen. Saatnya Penyintas Bantu Kesembuhan Pasien COVID-19

Donor Plasma Konvalesen. Saatnya Penyintas Bantu Kesembuhan Pasien COVID-19

PENYINTAS COVID-19, sebutan untuk orang yang pernah terpapar Corona dan dinyatakan telah sembuh, bisa menjadi penolong  bagi pasien COVID-19 lain yang mengalami kedaruratan medis. Caranya adalah dengan mendonorkan plasma konvalesen untuk penyembuhan pasien COVID-19 yang sedang membutuhkan tersebut.

Sebagaimana penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD dr. Iskak, dr. Moh. Jasin Jahja, Sp.PD, plasma darah penyintas sangat menjanjikan atau meningkatkan peluang kesembuhan pasien COVID-19.

”Penyintas yang mau mendonorkan plasmanya, minimal sudah sembuh 14 hari, diutamakan laki-laki. Jika perempuan, syaratnya lebih ketat, seperti tidak pernah hamil dan sebagainya,” terang dr. Jasin saat mengisi edukasi kesehatan yang disiarkan langsung di Radio Perkasa FM, Selasa 13 Juli 2021.

Dijelaskan, ada tujuh (7)  kriteria/syarat bagi penyintas yang hendak mendonorkan plasma konvalesen ini;

  1. Usia 18-60 tahun
  2. Berat badan lebih dari 55 kilogram
  3. Diutamakan pria, apabila perempuan dikategorikan yang belum pernah hamil
  4. Pernah terkonfirmasi Covid-19
  5. Surat keterangan sembuh dari dokter yang merawat
  6. Bebas keluhan minimal 14 hari
  7. Tidak menerima transfusi darah selama 6 bulan terakhir Lebih diutamakan yang pernah mendonorkan darah

Untuk mendonorkan plasma konvalesen ini, penyintas bisa datang langsung ke kantor UDD (Unit Donor Darah) PMI Tulungagung yang berlokasi di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 39, Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung.

Prosedurnya, penyintas mengisi formulir terlebih dahulu. Setelah itu, petugas PMI akan melakukan skriningkesehatan yang meliputi pemeriksaan HB, tensi darah, kondisi jantung, paru-paru dan sebagainya.

Pemeriksaan kesehatan ini untuk meminimalisir penularan penyakit melaui darah.

Seusai menjalani pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan lolos untuk donor plasma konvalesen. Penyintas akan diambil darahnya memakai mesin ampherisis.

Proses pengambilan darah 400-600 cc biasanya membutuhkan waktu 45 hingga 60 menit.

Dokter Jasin mengatakan, nantinya penyintas mendapatkan minuman dan makanan, serta terapi bola-bola karet di tangan supaya tidak kesemutan pada saat donor.

Mesin ampherisis berfungsi memisahkan sel darah merah dengan plasma. Setelah berhasil dipisahkan, maka sel darah merah dikembalikan ke dalam tubuh penyintas.

”Supaya sel darah merahnya bisa membikin plasma lagi, penyintas bisa donor plasma lagi, dua atau tiga kali tergantung kondisinya,” paparnya.

Jika sel darah merah tak dikembalikan ke penyintas, maka pembentukan plasma di dalam tubuh membutuhkan waktu yang lama, sekitar 60 hari.

Seorang penyintas dalam sekali donor, bisa menghasilkan sekitar 400-600 cc plasma konvalesen.

Plasma yang mengandung antibodi ini nantinya diberikan kepada pasien COVID-19 kriteria sedang dan berat agar cepat sembuh.

Manfaat yang bisa dirasakan penyintas setelah donor plasma, salah satunya merasakan lebih bugar, karena darah seperti dicuci.

Sedangkan manfaat bagi pasien COVID-19 yang menerima donor plasma, yakni mendapatkan antibodi. Hal itu bisa mempercepat proses kesembuhan.

Doker Jasin menambahkan, proses penyembuhan tergantung kondisi pasien. Jika pasien memiliki penyakit penyerta, seperti jantung koroner, diabetes, obesitas, dan lainnya, maka membutuhkan penanganan medis lanjutan.

Gejala yang biasa diterima oleh pasien setelah mendapatkan donor plasma, seperti demam, kulit kemerahan, ada juga gejala yang berat sesak nafas hingga kesadaran menurun. ”Jika Anda memenuhi syarat donor plasma konvalesen, monggo datang ke PMI, waktunya membantu sesama di masa-masa PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) darurat ini,” tutupnya. (PKRS/MAS)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119