Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

DPR RI Minta Inovasi RSUD dr Iskak Diadopsi Nasional

DPR RI Minta Inovasi RSUD dr Iskak Diadopsi Nasional

Untuk kesekian kalinya Rumah Sakit Umum Daerah dr Iskak Tulungagung menarik perhatian nasional. Komisi III DPR RI merekomendasikan inovasi yang ditempuh rumah sakit ini diadopsi seluruh rumah sakit pemerintah di Indonesia.

“Bagaimana visi kebangsaan dan nuansa kerakyatan hadir di RSUD dr Iskak Tulungagung ini,” kata anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan usai melakukan kunjungan kerja di rumah sakit pemerintah Kabupaten Tulungagung, Minggu 29 April 2018.

Pujian politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu tidak berlebihan. Di rumah sakit ini, Arteria melihat bagaimana peran negara hadir memenuhi kebutuhan masyarakat dalam arti sesungguhnya. Inovasi pelayanan birokrasi inilah yang diharapkan Presiden Joko Widodo bisa dilakukan seluruh lembaga pemerintahannya.

Kedatangan Arteria Dahlan ke RSUD dr Iskak Tulungagung tak main-main. Mereka mewakili DPR RI sekaligus Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan untuk melihat langsung konsep inovasi pelayanan birokrasidi rumah sakit ini.

Begitu tiba di rumah sakit, rombongan Arteria Dahlan langsung melihat aktivitas pelayanan di setiap ruangan. Termasuk Instalasi Gawat Darurat yang menjadi ujung tombak pertolongan pasien dan diduplikasi banyak rumah sakit di Indonesia.

Kekaguman Arteria dan jajaran pengurus PDI Perjuangan makin pecah saat mendengar paparan Direktur RSUD dr Iskak, dr Supriyanto Sp.B. Dengan terbuka dr Supriyanto membeberkan rahasia di balik inovasi pelayanan yang dilakukannya, hingga mampu memberi jaminan kesehatan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tulungagung.

“Di sini (Tulungagung) orang cuma butuh lahir. Lainnya diurus pemerintah daerah, sakit ditangani dr Supriyanto,” kata Arteria memuji kinerja direktur rumah sakit. Dia juga mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Tulungagung yang memfasilitasi RSUD dr Iskak hingga menjadi seperti ini. Rumah sakit ini besar di era kepemimpinan Syahri Mulyo – Maryoto Birowo.

Meski tak ditopang APBD maupun APBN, manajemen RSUD dr Iskak telah mampu mengalokasikan dana senilai Rp 4 milyar per tahun untuk membantu pasien miskin. Tak ada kisah pasien ditolak saat mendaftar di loket rumah sakit ini. Selama menunjukkan kartu identitas penduduk dan surat keterangan tidak mampu dari kelurahan, selalu ada tempat bagi mereka untuk dirawat. Termasuk masyarakat miskin yang tak dilindungi jaminan BPJS maupun pemerintah daerah (Jamkesda).

Hal lain yang membuat Arteria makin berdecak kagum adalah komitmen kemanusiaan yang tinggi di jajaran pegawai rumah sakit. Mereka bersepakat tak mengejar keuntungan terlalu tinggi demi memberikan pelayanan gratis dan murah kepada masyarakat. Laba yang diperoleh dialokasikan untuk mensubsidi pasien miskin. “Meski sebenarnya mereka bisa kaya seperti rumah sakit lain yang mengejar laba,” kata Arteria.

Untuk menekan biaya pengobatan, setiap dokter juga diminta menggunakan obat generik. Selain kualitasnya sama dengan obat paten, penggunaan obat generik sangat meringankan biaya perawatan.

“Kita akan bawa sample (contoh) RSUD ini sebagai pilot project terkait reformasi birokrasi dan inovasi pelayana publik terbaik, dan akan kita paparkan kepada ibu Menko PMK, Kapolri, dan Bapak Tjahjo Kumolo agar bisa diaplikasi seluruh rumah sakit di Indonesia,” pungkas Arteria Dahlan.(Tim PKRS RSUD dr. Iskak Tulungagung)

0 Komentar

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119