Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Dr Supriyanto Terus Berinovasi demi Ketersediaan Layanan Kesehatan Murah

Dr Supriyanto Terus Berinovasi demi Ketersediaan Layanan Kesehatan Murah

BERKAT sentuhan tangan dinginnya, berbagai prestasi dan penghargaan telah diraih RSUD dr Iskak. Tak hanya di tingkat nasional, penghargaan tingkat internasional pun berhasil direngkuh. Semua tak lepas dari beragam inovasi pelayanan kesehatan yang digagas oleh sosok dr Supriyanto Dharmoredjo, Sp.B, FINACS, M. Kes.

Dokter spesialis bedah kelahiran Tulungagung 55 tahun lalu itu banyak membuat terobosan kebijakan bidang layanan kesehatan sejak ia dipercaya menjadi nahkoda rumah sakit plat merah milik Pemerintah Kabupaten Tulungagung pada 30 Januari 2014.

EBELUM memimpin rumah sakit, Dokter Pri – de mikian ia biasa disapa – dua tahun mengawali karier medis sebagai kepala puskesmas di Kerinci, Jambi pada 1993-1995, dan kemudian dimutasi ke ta nah kelahirannya, Tulungagung, de ngan menjadi dokter umum di RSUD dr Iskak pada 1996.

Sejak itu, dengan modal kecintaannya yang besar ter hadap Tulungagung dan dunia medis membuatnya bertekad untuk tota litas mengabdikan seluruh jiwa dan pemikirannya demi melayani masya rakat yang memerlukan penanganan medis melalui keahliannya. Karena alasan itu pula dr Pri sangat aktif terlibat dalam memajukan produk jasa layanan di RSUD dr Iskak.

Tak semata komersil, namun lebih untuk penyediaan layanan ke sehatan yang murah namun tetap dengan standar tinggi. Visi akan penyediaan layanan ke sehatan murah namun berkualitas itu pula yang kemudian menginspirasi penggemar moge (motor gede) ini untuk terus berinovasi. Mulai dari pembentukan fasilitas instalasi gawat darurat modern (INSTAGRAM) yang mengantarkannya meraih penghargaan TOP 35 2016 Inovasi Layanan Publik 2016. Hingga peningkatan kapasitas di Poli Jantung melalui program Layanan Penanganan Jan tung Koroner secara Terintegrasi (LAS KAR) yang mampu menurunkan tingkat kematian hingga 47,3 persen selama periode 2015 hingga 2018.

Atas dedikasinya dalam penyediaan fasilitas layanan gangguan jan tung bertaraf internasional itu, dr Pri mengantarkan Pemkab Tu lungagung beserta lembaga RSUD dr Iskak kembali merengkuh dua kali penghargaan berturut. Yakni Awar ding TOP 99 Tahun 2018 dan terbaru Awarding Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2019 atas peran sertanya sebagai delegasi/duta Indonesia di forum United Nations Public Service Award (UNSPA) pada 23-26 Juni 2019 di Kota Baku, Azerbaijan.

Dokter yang hobi bermain musik dan piawai bermain guitar itupun mengaku bangga karena dalam forum tahunan berskala internasional itu ia berkesempatan memaparkan program layanan penanganan masalah serangan jantung koroner secara terintegrasi atau LASKAR secara panjang lebar. Banyak perwakilan negara yang terkesima dan belajar dari program jasa layanan kesehatan di RSUD dr Iskak Tulungagung, karena dinilai efektif dan efisien dalam menekan angka risiko kematian penderita penyakit jantung.

“Bangga juga sih, karena untuk kesekian kalinya Kabupaten Tulungagung diperbincangkan di forum tertinggi bangsa-bangsa sedunia,” kata dr Pri menceritakan perjalanan kegiatan dalam forum UNPSA di Azerbaijan.

Sosok dokter yang menghabiskan masa kecilnya di wilayah pedesaan, tepatnya di Desa Gandong, Kecamatan Bandung yang minim fasilitas insfrastruktur kala itu, membuat bapak empat anak ini mengerti betul betapa sulitnya masyarakat pinggiran mencari akses layanan kesehatan.

Oleh karenanya, sejak menjabat sebagai direktur RSUD dr Iskak, ia langsung membuat berbagai terobosan guna memudahkan masyarakat untuk mendapat akses kesehatan murah, tuntas. Menurut dr Pri, ada dua hal yang menjadi pertimbangan pasien dalam memilih lembaga kesehatan, yakni akses keuangan dan jarak. Dan, RSUD dr Iskak terbukti sukses memenuhi dua aspek tersebut dengan terus meningkatkan profesionalitas manajemen untuk memberikan layanan gratis kepada masyarakat kurang mampu.

“Semua warga Tulungagung dijamin bisa mengakses layanan kesehatan tanpa memikirkan biaya,” katanya. Tentunya bukan hal mudah memimpin rumah sakit sebesar RSUD dr. Iskak yang telah menjadi rujukan di wilayah selatan-barat Jawa Timur itu. Butuh inovasi dan kreativitas untuk mengoptimalkan standar pelayanan di rumah sakit yang memiliki 1.441 orang karyawan itu (465 orang PNS dan 976 non PNS). “Kuncinya harus selalu inovatif, kreatif, dan berjiwa enterpreneurship,” tandas pria yang mendapat gelar dokter dari Universitas Brawijaya itu. (*)

0 Komentar

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119