21 Jan, 2022

Dua Hari 300 Anak Nakes Tuntas Divaksin

GEMAS dan butuh kesabaran ekstra. Begitulah gambaran suasana pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun di RSUD dr. Iskak Tulungagung, Selasa (11/1/2022). Aneka tingkah lucu dan menggemaskan anak usia TK-SD itu saat hendak divaksin membuat tim vaksinator membutuhkan waktu lebih lama untuk sekedar menginjeksikan satu dosis vaksin Sinovac.

Ada yang menangis histeris lantaran takut dengan jarum suntik, sehingga membuat empat petugas harus turun tangan. Ada juga yang harus berpegangan erat pada sang ibunya saat disuntik.

Namun tak sedikit pula anak-anak itu yang berani antre vaksin sendiri layaknya orang dewasa.

“Namanya juga anak-anak, ada saja tingkahnya. Memang harus ekstra untuk menghadapi mereka,” celetuk salah seorang vaksinator usai melakukan penyuntikkan.

Vaksinasi yang dilaksanakan selama dua hari tersebut diperuntukkan bagi anak nakes beserta karyawan dan staf RSUD dr Iskak.

Menyasar sekitar 300 anak berusia 6-11 tahun, program vaksinasi ini sebagai upaya RSUD dr. Iskak dalam memberikan fasilitas dan perlindungan utama pada karyawan dan keluarganya.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. Iskak dr Zuhrotul Aini, Sp.A mengatakan, pelaksanaan vaksinasi ini juga bentuk dukungan pihak rumah sakit dalam menyukseskan program vaksinasi nasional yang dicanangkan pemerintah.

Aini menegaskan, dalam gelaran program vaksinasi anak ini RSUD dr. Iskak hanya sebatas memfasilitasi pelaksanaan vaksinasi bagi anak-anak yang belum mendapatkan akses vaksin di sekolah.

Selain itu, vaksinasi anak di RSUD dimaksudkan untuk memudahkan para orang tua yang berprofesi sebagai nakes dan karyawan rumah sakit yang kesulitan melakukan pendampingan vaksin di sekolah.

“Untuk bapak ibu yang kesulitan jika harus mendampingi di sekolah, kami fasilitasi di sini. Karena namanya anak-anak, biasanya masih takut dan ingin dekat dengan orang tua. Jadi kami fasilitasi itu,” ujarnya.

Perempuan yang juga didapuk sebagai Ketua Kelompok Kerja Pemantauan dan Penanggulangan KIPI COVID-19 Kabupaten Tulungagung ini menjelaskan, penyuntikan vaksin dilakukan dua dosis dengan interval 28 hari atau sekitar 4 pekan.

Pemberian vaksin pun memperhatikan rekomendasi dari ikatan dokter anak indonesia (IDAI), seperti vaksin Coronavac diberikan secara intramuskular dengan dosis 3µg (0,5 ml) sebanyak dua kali. Selain itu, anak dengan penyakit penyerta harus konsultasi dengan dokter yang merawatnya terlebih dahulu sebelum mengikuti vaksinasi. (PKRS/AAP)

Berita Terkait

Berita Terbaru

Polling

Apakah website ini bermanfaat untuk Anda?