Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Fitnah ..!! Hentikan Hoaks  Rumah Sakit Meng-covid-kan Pasien

Fitnah ..!! Hentikan Hoaks Rumah Sakit Meng-covid-kan Pasien

PANDEMI COVID-19 yang telah mewabah setahun lebih telah mempengaruhi psikososial masyarakat terhadap dampak buruk virus SARS-C0V-2. Banyak individu dan kelompok warga paranoid terhadap wabah yang telah menewaskan lebih dari tiga juta orang di seluruh penjuru dunia itu. 

Parahnya lagi, pandemi yang terus berlarut dan korban berjatuhan juga memunculkan sikap skeptis warga terhadap segala daya upaya pemerintah dalam menanggulangi penyakit tersebut. Salah satunya di lingkup pelayanan kesehatan, terutama di rumah sakit – rumah sakit, termasuk di RSUD dr. Iskak.

Munculnya stigma rumah sakit secara meng-covid-kan pasien untuk mendapatkan dana penanggulangan dan penanganan kasus (pasien) menjadi hoaks yang sangat merugikan.

Isu yang dihembuskan kelompok penganut madzab konspirasi dan kemudian berkembang menjadi persepsi yang diyakini banyak orang itu menjadi berita hoaks yang sangat jahat, menyesatkan, dan merugikan semua pihak.

Bagaimana tidak, ribuan nakes dan tenaga kesehatan selama ini berjuang sebagai garda terdepan dalam penanggulangan wabah ini secara langsung. Mereka yang menghadapi pasien terpapar dan berisiko ikut tertular.

Tak sedikit pula dokter, perawat maupun SDM di lingkup layanan kesehatan yang meregang nyawa akibat COVID-19. Sekarang mereka justru difitnah seolah memanfaatkan momentum pandemi untuk mengais keuntungan sesaat dengan cara meng-covid-kan pasien. Sangat sangat tidak masuk akal kan? Nyawa saja dipertaruhkan, kok malah dikira cari untung.

Kasi Informasi dan Pemasaran RSUD dr. Iskak Tulungagung Mochamad Rifai, S Kep, Ners. MH. Kes mengatakan, stigma rumah sakit meng-covid-kan pasien sama sekali tidak benar. ”Itu tidak benar sama sekali, tidak mungkin rumah sakit meng-covid-kan pasien,” bantah Rifai.

Logikanya, sambung Rifai, diakui atau tidak banyak nakes yang berada di garda depan penanganan wabah ini juga takut terpapar COVID-19. Sebegitu hati-hatinya terhadap risiko tinggi penularan COVID-19, kelompok nakes dan tenaga kesehatan menjadi prioritas pertama vaksinasi.

Ini menjadi upaya agar nakes bisa bekerja secara optimal, selain itu tetap mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Tak hanya memagari nakes dengan vaksin pembentuk antibodi, pencegahan risiko penularan COVID-19 dari pasien ke nakes maupun antar pasien dilakukan sejak pasien masuk ke IGD.

Pasien yang baru datang di IGD akan di-skrining awal oleh tim medis, lalu dilakukan tes usap PCR (Polymerase Chain Reaction). Gratis tanpa dipungut biaya. (Polymerase Chain Reaction) secara gratis.

Sampel dahak/lendir yang diambil dari tes usap, selanjutnya dibawa ke ruang laboratorium untuk proses ekstraksi, purifikasi, serta diolah oleh alat PCR.

“Tim laboratorium kami bekerja 24 jam, demi pelayanan yang maksimal kepada pasien,” terangnya.

Hasil dari tes usap PCR paling singkat bisa keluar dalam waktu 24 jam, sedangkan waktu maksimal pemeriksaan sampel lendir dari tes usap tadi yakni 3 x 24 jam.

Rifai melanjutkan, pasien yang menunggu hasil tes usap tadi ditempatkan di ruang transit intensif, yang dipantau oleh sejumlah dokter spesialis.

”Bila hasilnya positif, maka pasien dipindahkan ke ruang isolasi intensif, supaya penanganan lebih optimal,” papar Rifai.

Menurutnya, hal itu juga bertujuan melindungi nakes supaya bisa bekerja dengan profesional dan aman.

Sementara itu, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, Rifai mengatakan, sejumlah angka penyakit diprediksi menurun. Misalnya penyakit flu, sakit kepala, kanker, dan lainnya.

Rifai menambahkan, COVID-19 tetap harus terus diwaspadai, karena virus ini bermutasi terus hingga memiliki “seribu wajah”, artinya gelajanya bermacam-macam. ”Jika warga Tulungagung memiliki masalah kesehatan, bisa datang ke fasilitas kesehatan, puskesmas, hingga dokter pribadi. Tidak perlu takut dengan stigma rumah sakit meng-covid-kan pasien,” pungkasnya. (PKRS/MAS)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119