Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Gangguan Prostat pada Pria. Kenali Penyebab dan Cara Penanganannya

Gangguan Prostat pada Pria. Kenali Penyebab dan Cara Penanganannya

GANGGUAN prostat adalah jenis penyakit yang hanya dialami kaum Adam. Kondisi ini bisa terjadi lantaran kelenjar prostat yang hanya ada di sistem reproduksi pria, mengalami pembesaran.

Akibatnya, saluran kemih yang diselubungi prostat, terganggu.

Gangguan bisa terjadi karena  penyempitan saluran kemih yang  terdesak prostat yang membesar tadi, atau bahkan tertutup sama sekali.

Prostat sendiri adalah suatu organ kelenjar yang membungkus saluran kemih (uretra) pria.

biologis, kelenjar prostat Secara untuk mengeluarkan cairan yang menyuburkan dan melindungi berfungsi sperma

Gangguan prostat ini lazimnya terjadi pada kelompok usia 50 tahun ke atas. Namun belakangan, gejala gangguan prostat juga dialami kelompok pria dengan usia lebih muda. 50 tahun ke bawah akibat pola konsumsi obat tertentu.

Dan jika tak segera ditangani/diobati, gangguan prostat secara biologis akan mempengaruhi kualitas hidup orang menderitanya.

“Gangguan prostat pada laki-laki usia lanjut adalah hal yang wajar. Namun jika permasalahan ini dikeluhkan oleh seseorang yang usianya lebih muda, maka bisa menjadi masalah yang harus segera mendapatkan penanganan medis,” kata Dokter Spesialis Urologi RSUD dr. Iskak, dr. Dimas Visa Aditya, Sp.U.

Dijelaskannya, prostat bisa membesar yang kemudian menyumbat saluran kemih.

Hal ini bisa terjadi karena posisi kelenjar prostat yang melingkupi  hampir seluruh saluran kemih pria.

Nah apabila saluran kencing terhimpit, maka akan timbul permasalahan.

“Jadi kalau prostat membesar, dampaknya saluran kencing menjadi menyempit dan bisa tertutup,” terang Dokter Dimas.

Secara umum, gejala awal yang dapat dirasakan jika seseorang mengalami gangguan prostat adalah:

  1. Sering buang air kencing
  2. Kencing tidak tuntas (ada sisa),
  3. Tidur terbangun terasa ingin  kencing secara beruntun.

“Jangan sampai ketika kondisi sudah tersumbat baru beranjak untuk berobat,” tuturnya.

Gejala prostat pada laki-laki dengan rentang usia di bawah 50 tahun sebenarnya sangat jarang. Terkecuali pada kasus-kasus tertentu.

“Sebenarnya, prostat itu adalah jaringan normal pada laki-laki. Akan tetapi memang prostat akan mengalami pembesaran ketika pria berada di usia 50 tahun ke atas. (Ini murni) karena pengaruh dari faktor usia,” katanya.

Sedang kasus prostat pada pria usia di bawah 50 tahun biasanya dipengaruhi pola konsumsi obat jenis dekongestan.

“Selain faktor usia, yang bisa memicu prostat mengalami pembesaran lebih cepat adalah obat-obatan influenza,” tambahnya.

Karenanya, dr. Dimas menyarankan agar konsumsi obat influenza diminimalkan.

Jika tidak terlalu diperlukan, obat-obatan jenis itu sebaiknya dihindari saja, begitu nasehatnya.

Selain itu, cara lain guna mencegah terjadinya pembesaran prostat adalah dengan banyak mengonsumsi buah dan sayur yang mengandung zat Likopen. Misalnya saja buah tomat.

Kemudian apabila merasakan ingin kencing, jangan pernah ditahan terlalu lama. “Kalau tidak diperlukan banget, sebaiknya dihindari obat-obatan yang menimbulkan efek samping. Dan seringlah mengonsumsi air putih yang cukup, buah dan sayuran bergizi,” tutupnya. (PKRS/MFW)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119