Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Gerakan Peduli Keselamatan Pasien dan Tenaga Kerja di RSUD dr. Iskak Tulungagung

Gerakan Peduli Keselamatan Pasien dan Tenaga Kerja di RSUD dr. Iskak Tulungagung

RSUD dr. Iskak Tulungagung terus berupaya menjamin pelaksanaan standar program kerja pada Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), dengan cara melakukan tindakan inspeksi safety patrol (keliling di setiap area rumah sakit) secara rutin guna memastikan keamanan dan kesehatan ruang lingkup rumah sakit.

Isu kesehatan dan keselamatan pasin maupun tenaga kesehatan ini menjadi perhatian serius managemen RSUD dr. Iskak demi menciptakan tempat kerja yang aman, sehat dan bebas dari pencemaran lingkungan. Output yang ingin dicapai  adalah menjamin keselamatan pasien maupun tenaga kesehatan (karyawan rumah sakit).

Di era pandemic COVID-19 yang meningkatkan risiko penularan, gerakan peduli keselamatan pasien dan tenaga kerja kesehatan ini menjadi isu menarik dan kemudian diangkat topic bahasan di forum talkshow yang digelar tim PKRS RSUD dr. Iskak Tulungagung, Senin, (14/09/2020).

Ada tiga pembicara yang dihadirkan untuk menjabarkan program gerakan peduli keselamatan pasien dan tenaga kerja di RSUD dr Iskak Tulungagung itu. yakni Ketua Komite Keselamatan Pasien, dr.Yusfita Efi R. Sp. PA, Sekertaris Komite Keselamatan dan Kesehatan Tenaga Kerja,  Ninik Wulandari, SKM  dan Widi Astuti, S,Kep. Ners

Sekertaris Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) RSUD dr.Iskak Tulungagung Ninik Wulandari, SKM  yang didapuk menjadi pembicara pertama kali menjelaskan, bahwasanya K3RS adalah bagian dari sistem manajemen rumah sakit yang berkomitmen untuk memberikan jaminan keselamatan dan kesehatan tenaga karyawan.

Maksud dan tujuan dibentuknya K3RS adalah agar karyawan, khususnya tenaga medis maupun paramedic menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan terhindar dari penyakit dan kemungkinan kecelakaan akibat kerja.

“Oleh karena itu, tanggungjawab program K3RS fokus pada tindakan pencegahan di tempat kerja. Misalnya mengecek standar pengunaan alat pelindung diri (APD) maupun peralatan medis di ruang kerja tenaga kesehatan.

Menurut dia, salah satu program kerja K3RS RSUD dr. Iskak yang sudah dikerjakan setiap hari di area rumah sakit oleh tim K3RS yaitu kegiatan inspeksi safety patrol.

Tim K3RS berkeliling di setiap area rumah sakit kemudian mengontrol dan melakukan pengawasan pada program kinerja K3RS yang sudah di berlakukan yang berkaitan dengan sarana dan prasarana rumah sakit.

Tim mengidentifikasi lingkungan kerja dan memastikan apakah kebijakan K3RS sudah dijalankan sesuai prosedur.

“Selain itu, tindakan lainnya jika tim menemukan permasalahan pada peralatan medis yang tidak berfungsi dengan baik maka petugas akan mencatat temuan temuan tersebut, kemudian dijadikan dasar mekanisme safety finding apakah perlu perbaikan atau upaya lainnya,” ujarnya.

Dalam perspektif kessehatan lingkungan dan higienitas peralatan medis, Sekretaris Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) Widi Astuti, S,Kep. Ners mengatakan, upaya untuk menjamin kondisi kesehatan karyawan (tenaga kesehatan), K3RS harus bersinergi dengan tim pencegahan pengendalian infeksi, dalam hal ini Komite PPI RSUD dr. Iskak Tulungagung.

Sebab secara organisasi, PPI bertugas menjalankan program pencegahan dan pengendalian infeksi dirumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk meminimalkan atau mencegah terjadinya infeksi pada pasien, petugas dan pengunjung.

“Program kesehatan karyawan yang kami jalankan adalah imunisasi secara berkala. Imunisasi ini adalah salah satu upaya untuk menjamin keselamatan, selain itu pemberian suplemen kesehatan,” jelasnya

Senada, Ketua Komite Keselamatan Pasien RSUD dr. Iskak Tulungagung dr. Yusfita Efi R. Sp. PA mengatakan terlaksananya semua program kerja oleh K3RS dan PPI hasilnya akhirnya adalah untuk keselamatan pasien (patient safety).

Menurutnya, terdapat enam sasaran keselamatan pasien (patient safety) dilakukan dalam setiap tindakan medis rumah sakit.

Di antaranya adalah, ketepatan indentifikasi pasien, peningkatan komunikasi efektif, peningkatan keamanan obat atau high alert yang harus diwaspadai, kepastian terhadap lokasi (prosedur dan pasien operasi), pengurangan terhadap risiko infeksi setelah menggunakan pelayanan kesehatan dan pengurangan resiko jatuh. “Dokter maupun tenaga kesehatan harus bisa menerapkan kebijakan yang berkaitan dengan keselamatan pasien (patient safety) pada saat penanganan medis, mengingat keselamatan pasien adalah kunci dari setiap fasilitas kesehatan rumah sakit,” urainya.
(PKRS)

0 Komentar

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119