Gizi Seimbang = Kunci Pencegahan Anemia

Gizi Seimbang = Kunci Pencegahan Anemia

ANEMIA menjadi penyakit kelainan pada darah yang umum terjadi pada manusia. Saking banyaknya, orang-orang terkadang masih menganggapnya sebagai hal sepele.

Sebab dengan menambah asupan makan, khususnya makanan berserat dan bergizi, kondisi tubuh yang lemas dan kurang bergairah biasanya akan kembali pulih bergairah lagi.

Pada satu sisi, pemahaman sederhana dan tradisional ini benar adanya. Karena memang anemia yang dialami kebanyakan orang Indonesia adalah akibat defisiensi zat besi dalam tubuh, sehingga solusinya pun harus menambah asupan makanan yang banyak mengandung zat besi.

Masalahnya adalah jika gizi seimbang ini tidak dijaga secara konsisten, maka hal ini bisa memicu terjadinya masalah kesehatan (anemia) jangka panjang. Sebab gejala yang terus berulang bisa memicu kerentanan daya tubuh terhadap paparan penyakit dari luar. Apalagi di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang. Bahaya !

”Oleh karena itulah mari semua lebih menjaga pola hidup sehat di masa pandemi ini,” kata Kepala Instalasi Gizi di RSUD dr Iskak Ratih Puspitaningtyas, S. Gz. RD di acara talk show virtual di sosmed RSUD dr. Iskak, dengan tema “Remaja Sehat Bebas Anemia”, Selasa, 25 Januari 2021.

Tema gizi seimbang sengaja dipilih dalam acara dialog interaktif kali ini untuk memperingati Hari Gizi Nasional yang jatuh setiap 25 Januari.

Tubuh yang tak mampu menyerap zat besi bisa memicu terjadinya anemia jenis ini (defisiensi besi).

Bahkan, ketika seseorang mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi, ada kemungkinan tubuh tak dapat menyerapnya.

Kondisi ini bisa disebabkan karena konsumsi obat untuk mengurangi asam lambung yang memengaruhi zat besi tubuh.

Selain itu, operasi pengangkatan bagian usus juga dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi dan nutrisi lainnya.

Di samping itu, ketidakmampuan tubuh untuk menyerap zat besi juga bisa jadi merupakan gejala penyakit celiac atau crohn.

Nah, ketika tubuh mengalami anemia defisiensi besi, maka sel darah merah juga akan mengalami kekurangan pasokan hemoglobin. Padahal, hemoglobin ini berfungsi untuk mengangkut oksigen dalam sel darah merah untuk disebarkan ke seluruh jaringan tubuh.

Untuk mengatasi hal ini, pengidapnya bisa memilih makanan yang kaya zat besi seperti daging merah. Selain daging merah, sayur-sayuran berdaun hijau, dan kacang-kacangan juga banyak mengandung zat besi.

Ada baiknya konsumsi makanan di atas juga diiringi dengan minuman atau buah yang kaya vitamin C. Misalnya, sari buah jeruk atau buah lainnya yang kaya vitamin C. Alasannya, vitamin ini dapat membantu tubuh untuk menyerap zat besi

“Pedoman gizi seimbang itu dapat tercukupi dengan zat gizi makro dan zat gizi mikro. Makro itu dari golongan karbohidrat protein lemak, zat gizi mikro itu dari vitamin dan mineral,” ujarnya.

-BACA JUGA-

Pentingnya Mencegah Anemia di Masa Pandemi
Remaja Perempuan Paling Rentan Alami Anemia

Ratih menjelaskan beberapa makanan yang mengadung zat besi tinggi, seperti daging sapi, daging ayam, ikan telur, dan seafood. “Yang penting makanannya yang mengandung zat besi,” ujar dia

Makanan yang mengandung zat besi itu ada dua macam. Yaitu makanan golongan heme dari protein hewani dan makanan golongan non-heme dari protein nabati. Apabila sudah terpenuhi dua zat tersebut maka gizi tercukupi dengan seimbang.

“Misalnya dari sumber sayuran, bisa dari tahu tempe. Kita harus mengkonsumsinya untuk sebagai upaya preventif pencegahan anemia,” tuturnya.

Sementara itu, takaran gizi seimbang dan ideal dapat dianalogikan ke dalam bentuk piring. Piring dibagi menjadi dua bagian, kemudian seperempatnya di isi bahan makanan pokok nasi, sementara untuk bagian diberikan sayuran, lauk dan buah secukupnya.

“Jadi kuncinya pemenuhan gizi seimbang untuk mencegah anemia itu harus seimbang tidak boleh berlebihan,” pungkasnya.(PKRS/MFW/MA)

SERING merasa lemah atau lelah? Mungkin itu gejala anemia. Kondisi anemia terjadi saat jumlah sel darah merah kadarnya cukup rendah. Jika jumlah sel darah merah rendah, maka tubuh harus bekerja lebih keras untuk mengirimkan oksigen ke seluruh tubuh.

Tubuh menghasilkan jutaan sel darah merah setiap hari yang diproduksi di sumsum tulang dan beredar ke seluruh tubuh selama 120 hari. Kemudian, mereka pergi ke hati, untuk dihancurkan dan terjadi daur ulang komponen seluler mereka.

Saat kamu mengidap anemia, kamu memiliki banyak risiko komplikasi kesehatan, jadi penting untuk mengembalikan kadar sel darah merah sesegera mungkin. Melansir kembali artikel di laman halodoc.dom, berikut ini jenis makanan penambah darah yang bisa dikonsumsi: 

  • Sayuran Berdaun Hijau Gelap

Tubuh membutuhkan zat besi untuk menghasilkan hemoglobin yang berfungsi membawa dan menyimpan oksigen di dalam tubuh. Tidak hanya itu, zat besi juga akan membantu menjaga sel-sel tubuh untuk menyimpan oksigen.

Salah satu sumber makanan yang dapat menambah asupan zat besi di dalam tubuh adalah sayuran berdaun hijau gelap, seperti bayam dan kale. Masukkanlah jenis sayuran hijau ini ke dalam makanan kamu setiap hari untuk mengatasi anemia.

  • Daging Merah

Daging merah, terutama daging sapi juga bisa menambah sel darah merah di dalam tubuh. Jika kamu mengidap anemia, maka disarankan untuk mengonsumsi daging sapi setidaknya 2 hingga 3 kali seminggu.

Menurut National Diet and Nutrition Survey, 27 persen wanita berusia 19 hingga 64 tahun tidak mendapatkan cukup zat besi karena menghindari makan daging dan tidak menggantinya dengan makanan lain untuk asupan zat besi. Akibatnya mereka kerap mengalami anemia. Meskipun begitu, daging merah tetap disarankan asalkan dimakan secukupnya dan menghindari mengonsumsi bagian lemaknya.

  • Buah Bit

Salah satu makanan penambah sel darah merah yang tergolong buah-buahan adalah buah bit. Ini karena di dalam buah bit terdapat vitamin B9 atau asam folat yang akan membantu produksi sel darah merah.

Cara yang paling mudah untuk mengonsumsi bit adalah dengan membuatnya menjadi jus. Atau kamu bisa mencampurkan buah bit ke dalam salad. 

  • Telur

Telur ayam nyatanya tidak hanya sumber protein yang baik nan murah tetapi juga pilihan tepat untuk menambah sel darah merah. Ini karena di dalam telur terkandungan zat besi yang tinggi demikian juga gizi seperti kalsium, karbohidrat, vitamin B1, vitamin B2 yang disarankan untuk dikonsumsi para pengidap anemia. Oleh karena itu, tidak ada lagi alasan untuk tidak mengonsumsi telur setiap hari. Kamu bisa menjadikannya sebagai sarapan sehat dengan cara direbus, telur mata sapi, atau diorek. 

  • Susu

Minuman sehat satu ini memiliki banyak sekali manfaat, terutama untuk pengidap anemia. Susu adalah sumber kalsium yang tinggi dan juga kaya akan zat besi untuk pembentukan sel darah merah. Konsumsi susu sekali sehari dapat meningkatkan jumlah zat besi dalam tubuh sehingga terhindar dari risiko anemia. Kamu juga bisa tanyakan dokter atau ahli gizi kami melalui fitur chat di lama rsud.tulungagung.go.id untuk mengetahui jenis makanan lain yang efektif mengatasi dan mencegah anemia. Tim ahli kami, akan selalu siaga memberikan saran kesehatan yang kamu butuhkan, kapan saja dan di mana saja. (PKRS)

0 Komentar

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119