Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Hati-Hati! Efek Suara Bising Bagi Anak-Anak

Hati-Hati! Efek Suara Bising Bagi Anak-Anak

MASYARAKAT diminta mengenal dan waspada terhadap kebisingan di lingkungannya yang dapat mengancam kesehatan. Sebab selain mengganggu kesehatan pendengaran, suara bising yang terjadi secara berulang dan terus-menerus bisa mengancam kesehatan mental dan psikologi.

Dokter Spesialis THT-KL RSUD dr. Iskak, dr. Moch. Mundir Arif, Sp. THT-KL mengatakan, setiap usia bisa terpapar kebisingan hingga membikin tuli permanen. Oleh karenanya ia mengimbau masyarakat untuk melakukan pencegahan sejak dini.

Terutama kepada anak-anak yang tentunya memiliki usia produktif untuk belajar dan masa depan yang panjang.

”Selama ini kebisingan sudah menjadi bagian kehidupan sehari-hari, mulai dari volume yang berlebihan dari televisi, smartphone, radio, dan klakson kendaraan,” kata dokter Mundir saat talkshow ”Peringatan Hari Sadar Bising Sedunia” yang disiarkan secara live di kanal YouTube, Facebook, dan Instagram RSUD dr. Iskak pada Hari Senin, 26 April 2021.

Dokter Mundir menjelaskan, balita dan anak-anak menjadi perhatian dalam hal kebisingan ini, karena bisa membikin pendengaran si kecil terganggu.

Batas bising yang dianggap aman yaitu kurang dari 85 desibel, kemudian tidak dianjurkan si kecil terpapar kebisingan di atas 115 desibel.

Perlu diketahui, rata-rata suara film di bioskop mencapai 75 – 85 desibel. Film aksi tingkat kebisingan lebih besar, 95 – 100 desibel. Efeknya tidak hanya suara, yaitu menimbulkan getaran. Selanjutnya, ambat batas rasa nyeri pendengaran manusia ialah suara pesawat lepas landas mencapai 130 desibel.

”Untuk amannya, manusia mendengarkan suara di bawah 85 desibel selama 24 jam,” kata dokter Mundir yang juga Ketua PKRS RSUD dr. Iskak ini.

Untuk itulah, anak-anak perlu diawasi dalam pemakaian headset atau earphone, karena bisa mengalami ganngguan pendengaran. Volume headset sekitar 60 persen, maksimalnya didengarkan 60 menit dalam satu hari.

”Kalau ingin lebih 60 menit dalam satu hari memakai headset, maka volumenya dikurangi di bawah 60 persen,” jelas dokter Mundir.

Dokter Mundir menambahkan tempat bermain seperti gamezone di mall memiliki tingkat kebisingaan yang tinggi, sekitar 90-110 desibel.

Mindset di masyarakat, semakin suara keras semakin asik, hal ini perlu diwaspadai,” terangnya.

Biasanya paparan kebisingan bisa mengenai dua telinga, bukan salah satu saja. Lalu, anak mengalami telinga berdengung atau suara tambahan, hal ini bisa membikin anak ketakutan, cemas dan berteriak hingga menangis.

”Kalau sudah parah, diajak bicara tidak  merespon,” kata dia.

Selanjutnya, pemeriksaan anak terpapar kebisingan bisa dilakukan di rumah sakit, RSUD dr. Iskak. Jika sudah terpapar kebisingan, maka sangat sulit untuk pulih kembali. Maka dari itu, kampanye yang digemborkan adalah pencegahan dampak suara bising. ”Kalau sudah tuli, maka bisa menganggu secara permanen, kasihan,” tutupnya. (PKRS/MAS)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119