Ini Alasan Kenapa Tes Kesuburan Pria Sebelum Menikah Penting Dilakukan

MOMEN pernikahan menjadi hal yang paling dinantikan banyak orang. Terdapat beberapa persiapan yang dapat dilakukan oleh calon pengantin menjelang pernikahan tiba. Salah satunya tes kesuburan bagi pria.

Sebab dari sini dapat diketahui tingkat kesuburan dari calon suami yang berguna untuk proses pembuahan kelak.

Tes kesuburan merupakan tes yang dilakukan untuk mengetahui apakah organ-organ reproduksi bagi pria dan wanita untuk mendukung terjadinya kehamilan secara alami.

“Tes kesuburan atau premarital checkup ini merupakan serangkaian tes kesehatan yang dilakukan sebelum menikah. Hal ini untuk mengetahui kondisi kesehatan calon suami dan istri. Jadi keduanya perlu dilakukan pemeriksaan, tidak satu pihak saja,” ujar Dokter Spesialis Andrologi RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Cinta Ayu Abutari, Sp. And.

Dengan adanya tes ini, calon pengantin dapat bekerja sama dengan dokter untuk merencanakan langkah pencegahan, penanganan medis, bahkan penyesuaian gaya hidup.

Salah satunya adalah tes kesuburan bagi pria, yang terdiri dari pemeriksaan fisik dan pemeriksaan analisa sperma.

Pemeriksaan fisik ini dilakukan dari ujung kepala hingga ujung kaki, utamanya area reproduksi.

Untuk pemeriksaan area reproduksi meliputi adanya dua testis, ukuran testis yang normal dan lain sebagainya.

Sebelum dilakukan pemeriksaan fisik akan dilakukan anamnesa terkait kapan terjadi masa pubertas pertama kali. Sebab, hal ini akan mempengaruhi terhadap kualitas hormonnya.

Sedangkan pemeriksaan analisa sperma merupakan serangkaian pemeriksaan yang dilakukan untuk menganalisis kuantitas dan kualitas sperma pada pria.

Dalam melakukan pemeriksaan tersebut, baik fisik dan analisa sperma tentu juga membutuhkan persiapan yang harus dilakukan.

Namun, untuk pemeriksaan fisik tidak terdapat persiapan khusus yang harus dilakukan oleh pria.

Tetapi, untuk pemeriksaan analisa sperma terdapat persiapan khusus yang meliputi tidak mengeluarkan sperma (masa abstinen) baik melalui hubungan seksual, onani dan mimpi basah. 

Hal ini dilakukan setidaknya 2×24 jam sebelum pemeriksaan dilakukan.

Hal lain yang harus dilakukan adalah pada saat pengumpulan sperma tidak boleh ada yang tumpah serta tercampur air. Untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan oleh dokter andrologi.

Bilamana setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan gangguan, maka pasien dan dokter akan melakukan diskusi untuk menentukan langkah terbaik yang harus dilakukan.

Salah satu tindakan pengobatan yang biasa dilakukan adalah terapi atau merubah pola hidup yang lebih sehat.

Sedangkan waktu yang tepat untuk melakukan tes kesuburan ini tiga sampai enam bulan sebelum pernikahan dilakukan.

Hal ini bertujuan, bilamana terjadi gangguan dan masa perbaikan (sperma) yang membutuhkan waktu minimal selama tiga bulan.

Pemeriksaan ini penting dilakukan untuk mengetahui kondisi kesuburan sedini mungkin. Sebab salah satu tujuan menikah adalah untuk mendapatkan keturunan/menghasilkan kehamilan.  “Jika dari awal merasakan terdapat ganggaun kesuburan, maka segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Sedini mungkin tidak masalah, tujuannya adalah untuk membantu memperbesar peluang untuk menghasilkan keturunan atau terjadinya kehamilan,” pungkasnya. (HUMAS/KAR)

Berita Terkait

Berita Terbaru

Polling

Apakah website ini bermanfaat untuk Anda?