Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Ini Alasan Vaksin COVID-19 Harus Diinjeksikan Dua Kali

Ini Alasan Vaksin COVID-19 Harus Diinjeksikan Dua Kali

Vaksin COVID-19 dari Sinovac ternyata tidak bisa bekerja maksimal jika dosis yang disuntikkan ke tubuh seseorang cuma sekali. Untuk menangkal paparan virus Corona, diperlukan dua dosis jenis vaksin yang sama guna terciptanya sistem kekebalan tubuh yang efektif sehingga mampu melawan serangan virus.

Plt Wadir Pelayanan RSUD dr Iskak, dr. Zuhrotul Aini, Sp.A membeberkan dengan pemberian imunisasi lebih dari satu dosis vaksin Sinovac, maka sistem kekebalan akan meningkat. Hal itu berguna untuk memproduksi lebih banyak antibodi di dalam tubuh seseorang.

“Usai imunisasi dosis kedua, berguna untuk membentuk antibodi jenis immunoglobulin G (igG). Selanjutnya antibodi jenis igG ini mampu melawan infeksi virus yang masuk ke dalam tubuh,” terang dokter spesialis anak ini.

Menurutnya, vaksinasi dosis pertama bertujuan untuk membentuk antibodi Immunoglobulin M (IgM), setelah antibodi terbentuk selama 14 hari, maka harus disusul dengan pemberian vaksinasi dosis kedua untuk menciptakan antibodi immunoglobulin G (igG) yang mampu menangkal serangan virus.

“Penyuntikan dosis pertama dan kedua ini harus diikuti. Jika hanya sekali vaksinasi saja maka antibodi yang terbentuk sebelumnya tidak mampu menangkal virus di dalam tubuh,” jelas dokter Aini.

Oleh karena itu, dengan mengikuti vaksinasi COVID-19 dosis kedua dapat memperkuat sistem imun yang terbentuk sebelumnya menjadi lebih maksimal. Hal itu juga bertujuan untuk mencapai antibodi protektif, sehingga kejadian terinfeksi oleh virus Corona akan menurun dengan sendirinya.

“Antibodi protektif akan terbentuk usai vaksinasi dosis kedua, prosesnya paling cepat 14 hari sampai dengan 21 hari lebih,” jelasnya.

Masih menurut dokter Aini, dengan adanya pemberian vaksinasi dosis kedua ini untuk mencapai herd immunity atau terbentuknya sistem kekebalan secara berkelompok. Virus yang memapar orang-orang telah memiliki sistem antibodi terhadap virus Korona, hal itu membuat jalur rantai penularan virus SARS-CoV-2 bisa terputus.

Pihaknya juga menegaskan, tenaga kesehatan (nakes) yang telah disuntik diharuskan untuk tetap menjaga kesehatan dengan baik dengan cara istirahat yang cukup dan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Hal itu untuk mendukung terbentuknya protein antibodi di dalam tubuh penerima vaksin, “Kalau dilaksanakan dengan baik, maka antibodi akan terbentuk maksimal, dan diimbangi dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan,” tutupnya. (PKRS/MFW)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119