Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Inilah Level APD Petugas Medis Penanganan COVID-19 yang Perlu Kamu Ketahui...

Inilah Level APD Petugas Medis Penanganan COVID-19 yang Perlu Kamu Ketahui…

Seringkali melihat petugas medis menggunakan baju pelindung mirip astronot? Kadang lengkap sampai penutup kepala dan pelindung muka transparan (face shield) plus masker khusus. Beberapa kasus kadang hanya pelindung badan depan, kombinasi sarung tangan dan face shield atau kacamata pelindung plus masker N95.

Baju-baju astronot atau kadang yang mirip koki itu adalah baju keselamatan kerja. Istilah bakunya, Alat Pelindung Diri atau biasa disingkat APD.

Bahannya (baju) halus seperti mudah robek. Tapi rupanya itu justru yang bagus melindungi tubuh pemakainya dari paparan virus maupun bakteri. Penggunaannya tidak ribet, pemakainya juga tetap bisa luwes bekerja tanpa gangguan karena menggunakan sarana pelindung tambahan.

Sekertaris Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) RSUD dr.Iskak Tulungagung Ninik Wulandari, SKM mengatakan, untuk mengantisipasi risiko tenaga kesehatan dari penularan virus corona dalam menjalankan tugas, APD kini menjadi bagian peralatan medis yang wajib digunakan.

“APD akan memberikan perlindungan kepada petugas pada saat bersentuhan langsung dengan pasien yang terinfeksi virus corona (COVID-19),” katanya

Lanjut dia, penggunaan alat pelindung diri oleh tenaga kesehatan yang menangani pasien COVID-19 kini menjadi perhatian serius manajemen RSUD dr. Iskak, terutama dalam rangka menjamin keselamatan dan kesehatan seluruh nakesnya (tenaga kesehatan) yang bertugas. Berjibaku menangani pasien yang berisiko ataupun yang sudah terkonfirmasi positif COVID-19.

“Ini adalah bagian dari program K3RS untuk memberikan tindakan pencegahan di tempat kerja. Petugas medis diwajibkan untuk menerapkan standar pengunaan alat pelindung diri atau APD yang sudah ditentukan sesuai dengan tingkat risikonya,” paparnya.

Sekretaris Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) RSUD dr.Iskak Tulungagung Ninik Wulandari, SKM saat menjadi narasumber dalam acara talk show di Liurr Fm pada Rabu (16/09/2020) dengan tema Keselamatan Tenaga Kesehatan di Era Pandemi.

Tenaga medis, lanjut dia, diwajibkan untuk mengenakan APD sesuai dengan standarisasi yang ditetapkan.

Tenaga medis dalam pengunaan APD pun menyesuaikan dari tingkat risikonya. Terdapat tiga level yang harus dipatuhi. Di antaranya adalah; APD masker, sarung tangan, pelindung bagian wajah transparan (face shield), baju khusus dan sepatu boots.

Pada level pertama dimana petugas medis berada di ruang kerja yang kurang berisiko (tingkat risikonya rendah), seperti ruang triage, poliklinik, dan segolongannya, maka jenis APD yang harus digunakan adalah baju kerja, masker bedah, penutup kepala, sarung tangan dan alas kaki.

Berikutnya, pada tingkat level kedua tergolong dalam tingkat risiko sedang, karena petugas medis berhubungan langsung dengan pasien dengan gejala saluran pernapasan seperti flu, batuk pilek, demam dan sebagainya.

Pada kelompok tenaga medis (dokter maupun perawat) ini, APD yang seharusnya digunakan adalah baju hazmat, masker N95, sarung tangan sekali pakai (bahan karet) dan pelindung mata, penutup kepala, alas kaki.

Dan untuk level ketiga adalah dikhususkan bagi petugas medis yang masuk dalam penanganan kategori berisiko tinggi. Pada kelompok pekerja medis ini APD yang digunakan harus memiliki tingkat keamanan tinggi dari paparan virus karena pasien yang ditangani sudah positif terkonfirmasi COVID-19.

Oleh karenanya petugas medis (dokter dan perawat) yang sedang bertugas diwajibkan mengenakan APD dengan tingkat keamanan tinggi, yakni masker N95 atau yang ekuivalen, hazmat khusus, face shield (alat pelindung mata / kaca mata geogle), sarung tangan karet bedah sekali pakai, penutup kepala, sepatu bot dan apron.

“Orang menyebutnya, APD jenis ini seperti astronot, semuanya tertutup rapat. Dokter dan perawat diwajibkan untuk menerapkan standar pengunaan APD yang sesuai dan benar. Mengingat pada level ini masuk pada kategori tingkat risikonya tinggi sehingga harus sangat hati-hati,” tandasnya

Selanjutnya, selain petugas medis dokter atupun perawat yang menjadi perhatian oleh K3RS khusus adalah driver/sopir ambulance dan petugas pengelola limbah medis.

Bagaimanapun, sopir ambulance ini adalah petugas yang selalu berhubungan langsung dengan pasien dalam keadaan kedaruratan sejak diberangkatkannya pasien menuju ke rumah sakit.
Sedangkan petugas pengelola limbah medis juga sangat beresiko.

“APD yang digunakan disesuaikan dengan tingkat resikonya,” tambahnya.
(PKRS)

0 Komentar

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119