IRNA Flamboyan: Sediakan Layanan Konsultasi Dokter untuk Keluarga Pasien Isolasi

KELUARGA pasien COVID-19 memang diminta tidak menemani pasien di ruang rawat isolasi karena alasan memutus manta rantai penularan virus Corona. Akan tetapi, keluarga pasien bisa memantau perkembagan kondisi pasien dengan konsultasi ke dokter atau petugas.

Seperti yang terjadi di IRNA (Instalasi Rawat Inap) Flamboyan. Lokasi kamar IRNA Flamboyan ada di tengah kompleks rawat inap RSUD dr. Iskak. Persis di belakang gedung paviliun Graha Hita Husada.

Jika keluarga pasien masuk dari arah pos utama tim security (satpam) kompleks rawat inap, tinggal berjalan ke arah utara, sekitar 100-an meter. Lokasinya berdekatan dengan IRNA Wijaya Kusuma.

Dalam kondisi normal atau sebelum pademi, IRNA Flamboyan difungsikan sebagai ruang perawatan pasien perempuan dengan penyakit dalam dan paru-paru.

Namun sejak pandemi SARS-CoV-2 mewabah, seluruh ruang instalasi ini dialihfungsikan sebagai area rawat inap isolasi untuk pasien COVID-19. Karena itulah, tidak sembarang orang bisa keluar-masuk ruangan ini.

Kecuali tim medis/paramedis serta petugas yang memang karena tupoksinya, berkepentingan untuk memasuki area isolasi ini. Misal petugas bagian gizi, tim kebersihan, dan sebagainya. Itupun mereka harus mengenakan APD lengkap untuk mencegah paparan virus.

Keluarga atau kerabat pasien yang ingin  memantau perkembangan pasien, direkomendasikan untuk melakukan pemantauan secara tidak langsung. Salah satunya dengan berkonsultasi dengan dokter di area steril yang lokasinya berada ring luar area isolasi.

Nah, untuk melayani hak keluarga pasien yang ingin mengetahui perkembangan pasien itulah, manajemen RSUD dr. Iskak menyediakan pos layanan konsultasi dokter.

Di IRNA Flamboyan, salah satunya. Area konsultasi dokter disediakan di depan kantor IRNA Flamboyan yang bisa diakses dari sebelah timur gedung Paviliun Graha Hita Husada.

Keluarga pasien bisa menfaatkan layanan hotline yang diberi nama Hotman Paris (Hotline komunikasi, informasi, pendidikan kesehatan di ruang isolasi COVID-19), pada jam layanan yang telah ditentukan, yakni setiap hari kerja atara pukul 11.00 WIB – 12.00 WIB.

“Keluarga pasien bisa bertanya kondisi pasien COVID-19 ke dokter saat konsultasi. Hal ini dinilai sangat membantu keluarga pasien karena tak ikut menjaga di dalam ruangan,” terang Kepala Ruang IRNA Flamboyan Nidian Parlina S. Kep. Ners.

”Sudah peraturannya, keluarga tidak diperbolehkan menjaga pasien secara langsung, jadi kami berikan layanan konsultasi dokter ini,” sambung Nidian menambahkan.

Ia memastikan, setiap pasien yang dirawat isolasi di IRNA Flamboyan terlebih dulu menjalani screening kesehatan di IGD (Instalasi Gawat Darurat) serta tes swab PCR, untuk memastikan yang bersangkutan positif COVID-19.

Terdapat 30 tempat tidur di IRNA Flamboyan yang terbagi lagi menjadi dua ruang perawatan, yakni ruang perawatan pasien COVID-19 dan ruangan Intermediate Ward.

  • Positif: Pasien yang dinyatakan positif terinfeksi virus COVID-19, yang dibuktikan dengan pemeriksaan Swab PCR.
  • Intermediate Ward (IW): Pasien positif COVID-19 yang kondisinya membutuhkan observasi monitor secara ketat

Saat pasien mulai masuk di IRNA Flamboyan, keluarga pasien bisa meminta nomor hotline di kantor IRNA Flamboyan.

Di ruang isolasi Flamboyan ini, terdapat 32 personil perawat yang bertugas secara bergiliran. Mereka terbagi menjadi tiga shift, yakni pagi, sore, dan malam.

Para perawat membantu pasien COVID-19 dengan memakai APD (Alat Pelindung diri) level tiga.

Fasilitas yang dimiliki IRNA Flamboyan diantaranya adalah  setiap ruangan dilengkapi mikrofon dan CCTV, sehingga ketika pasien memanggil sudah tersambung dalam ruang perawat.

Untuk perawatan, yakni pasien diberikan terapi sesuai gejala, penyakit penyerta, dan antivirus. Selain itu perawat juga ikut membantu mengganti pakaian, popok dan lain sebagainya bagi pasien yang tak bisa beraktivitas.

Sementara itu, untuk keamanan pasien dan petugas medis, pasien dilarang membawa uang dan perhiasan, sehingga bisa dititipkan ke keluarga. IRNA Flamboyan difungsikan sebagai kamar rawat khusus isolasi pasien COVID-19 sejak tahun lalu atau sejak virus Corona mewabah di Tulungagung. (PKRS/MAS)

Berita Terkait

Berita Terbaru

Polling

Apakah website ini bermanfaat untuk Anda?