Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Jangan Biasakan Korek Telinga dengan Cotton Bud. Bikin Kotoran Menumpuk!

Jangan Biasakan Korek Telinga dengan Cotton Bud. Bikin Kotoran Menumpuk!

MEMBERSIHKAN (saluran) telinga yang gatal dan terasa ada kotoran yang mengganggu memang selalu ada sensasi tersendiri dan membuat impuls saraf otak (merasa) nyaman.

Tapi tahukan Anda bahwa ternyata kebiasaan membersihkan saluran telinga ini, apalagi menggunakan “cotton bud” yang elastis dengan ujung berbalut kapas halus, ternyata justru bisa bikin kotoran di saluran pendengaran menumpuk.

“Kalau kita sering korek-korek lubang telinga, kotorannya justru akan terdorong masuk ke dalam Apalagi menggunakan korek telinga jenis ‘cotton bud’,” kata Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher, dr. Moch Mundir Arif, Sp. THT-KL menjelaskan.

Karenanya, pakar kesehatan telinga RSUD dr Iskak ini menyarankan agar masyarakat tak sembarangan membersihkan telinga menggunakan benda asing seperti halnya cotton bud.

Apalagi jika dilakukan secara terus menerus dan terlalu dalam. Bukannya menjadikan telinga bersih, tapi bisa-bisa justru dapat menyebabkan kotoran yang terdorong ujung cotton bud menumpuk di dalam. Dampak yang dirasakan langsung yaitu pendengaran menjadi kurang sensitif, karena lubang telinga buntu. Dalam kondisi tertentu, bahkan dapat menyebabkan infeksi kulit di liang telinga yang efeknya sering kita rasakan dengan gejala gatal-gatal.

Sebenarnya, organ telinga mempunyai kemampuan untuk mengeluarkan kotoran dengan sendirinya. Meskipun hal itu membutuhkan waktu cukup lama.

Dokter Mundir menjelaskan, kotoran telinga dapat keluar dengan sendirinya karena terdorong oleh gerakan rahang saat mengunyah atau berbicara.

Akan tetapi kotoran yang sudah terlanjur masuk terlalu dalam, maka gerakan rahang pun tidak akan mampu mendorong kotoran telinga untuk keluar.

“Kotoran yang didorong keluar oleh gerakan rahang memang cukup lama. Namun dengan seriringnya waktu, kotoran akan kering kemudian keluar dengan sendirinya. Barangkali dalam waktu sebulan kotoran perlahan bergeser keluar hanya satu milimeter saja,” papar Mundir.

Lanjut dia, kotoran yang masuk ke lubang telinga sebenarnya tidak bisa langsung masuk ke celah-celah bagian dalam.

Sebab telinga juga mempunyai kelenjar serumen yang dapat menangkap kotoran. Sehingga telinga tanpa harus di korek, dengan sendirinya akan bersih dari kotoran.

“Cairan serumen berada di dalam sepertiga lubang telinga, lalu serumen akan menangkap kotoran yang masuk dari luar kemudian akan kembali keluar lagi melalui gerakan rahang,” terang dr. Mundir. Jika kemudian terdapat kotoran di dalam, itu berarti karena kebiasaan membersihkan dengan alat atau benda asing,” ujarnya.

Biasanya keinginan seseorang untuk membersihkan lubang telinga berawal dari rasa gatal yang timbul. Rasa gatal itu yang kemudian merangsang otak untuk menggerakkan tangan bereaksi membersihkan, baik secara langsung menggunakan jari ataupun dengan alat bantu, dengan cara mengoreknya.

“Telinga gatal belum tentu karena kotoran. Bisa jadi karena kulit lubang telinga sedang tumbuh, oleh karena itu sebaiknya berhenti untuk mengorek telinga agar tidak mengeluarkan rasa gatal lagi atau konsultasikan keluhan ke ahlinya, ke dokter,” tutupnya. (PKRS/MFW)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119