Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Kapan Dokter Memutuskan Pasien Harus Pasang Ring Jantung?

Kapan Dokter Memutuskan Pasien Harus Pasang Ring Jantung?

ASAL diketahui saja, pada dasarnya pasang ring jatung bukan satu-satunya pengobatan terbaik untuk penanganan kasus penyumbatan pembuluh jantung. Pengobatan ini hanya salah satu metode medis untuk penanganan kasus penyumbatan pembuluh jantung atau jantung koroner.

Opsi pengobatan dimaksud bisa pasang ring maupun dengan tindakan pembedahan.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD dr. Iskak, dr. Arif Wibisono, Sp. JP, FIHA mengatakan, pemasangan ring jantung pada pasien sebenarnya bukanlah tindakan yang paling utama. Melainkan harus di sesuaikan dengan spesifikasinya.

Misal pada kasus-kasus pasien dengan pengobatan sehari-hari yang diberikan oleh dokter jantung, namun keluhan yang diderita pasien tidak kunjung membaik atau bahkan bertambah berat.

“Jadi tidak semua pasien itu harus berakhir dengan pemasangan ring jantung. Beberapa kasus (penyakit) jantung hanya bisa diobati dengan obat-obatan medikamentosa seperti itu,” jelasnya.

Dengan begitu, pemasangan ring jantung lebih diutamakan untuk pasien (jantung) yang kondisinya tidak kunjung membaik.

Misalkan pada kasus pasien dengan serangan jantung akut, akan lebih baik dengan tindakan pemasangan ring jantung dibandingkan hanya dengan pemberian obat penghancur gumpalan darah.

“Kedua metode tersebut, pada tiga jam awal mempunyai efek yang sama. Tetapi setelah lewat dari tiga jam dan kurang dari 12 jam, maka tindakan pemasangan ring jantung secara permanen hasil akhirnya jauh lebih baik dibanding pemberian obat penghancur gumpalan darah,” papar dokter spesialis jantung dan pembuluh darah ini.

Lanjut dr. Arif, sebelum upaya pemasangan ring jantung dilakukan, pasien akan melalui beberapa tahapan terlebih dulu.

Tahap pertama biasanya melalui metode pengobatan terapi medikamentosa terlebih dulu, yaitu dengan pemberian obat-obat yang rutin yang diberikan oleh dokter jantung.

“Apabila pasien tetap mengalami keluhan yang signifikan dan keluhannya bertambah hebat, kami baru melakukan tahap pemeriksaan untuk melihat apakah pembuluh darah jantung terdapat kelainan atau tidaknya secara tiga dimensi menggunakan perangkat CT-Scan,” paparnya.

Usai dilakukan kateterisasi pemeriksaan pembuluh darah secara tiga dimensi. Dan jika hasilnya ditemukan kelainan atau titik-titik sumbatan, maka di situ akan dilakukan tindakan penanganan selanjutnya.

Tindakan yang memungkinkan untuk pemasangan ring jantung biasanya adalah tingkat sumbatan pembuluh jantung mencapai 80 persen ke atas.

“Jika kurang dari 80 persen, kami sarankan untuk tidak pasang ring tetapi hanya memberikan obat-obatan dan biasanya bisa membaik. Jadi pemasangan ring untuk tingkat sumbatan yang 80 persen ke atas saja,” tegasnya.

Akan tetapi, apabila dalam pelaksanaannya tindakan untuk mengatasi penyumbatan pembuluh darah jantung koroner cukup kompleks dan membutuhkan ring banyak, maka diharuskan untuk melakukan metode pengobatan operasi baypass jantung.

“Bedah jantung untuk menganti  pembuluh darah jantung yang rusak tadi dengan pembuluh darah jantung baru. Jadi tahap-tahapnya dilampaui dulu dan tidak semua pasien harus dipasangi ring,” kata dr. Arif.

Oleh karena itu, bagi pasien jantung koroner yang tingkat keparahan jantungnya belum terlalu kompleks maka sebaiknya untuk tetap menjaga kondisi kesehatan jantung agar tetap berfungsi normal. Dengan begitu maka tindakan pemasangan ring jantung tidak perlu terjadi.

Caranya, yakni dengan minum obat sesuai dengan arahan dokter yang menangani, olahraga teratur, hilangkan kebiasaan stres, hindari merokok, makanan gizi seimbang, tinggi serat, perbanyak buah segar dan mengurangi lemak, protein tinggi serta karbohidrat. “Semakin diabetesnya tidak terkontrol, berat badan semakin obesitas, tensinya juga semakin tinggi. Dan jika hal ini dibiarkan, maka kerusakan pada pembuluh darah akan semakin cepat. Itu yang harus dihindari,” kata Dokter Arif. (PKRS/MFW)

0 Komentar

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119