Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Kapan Pasien COVID-19 Harus Segera ke Rumah Sakit? Simak Penjelasan dr. Bobi Prabowo, Sp. Em

Kapan Pasien COVID-19 Harus Segera ke Rumah Sakit? Simak Penjelasan dr. Bobi Prabowo, Sp. Em

SEJAK mula kemunculan wabah corona baru (SARSCoV-2) di Wuhan, China dan lalu menyebar ke berbagai negara di dunia termasuk Indonesia, virus ini telah menyebar dan berubah menjadi “teror” nyata  pada umat manusia. Korban terus berjatuhan dengan rasio kematian 3,4 persen (data WHO per Desember 2020: health.detik.com).

Situasi ini tentu membuat banyak orang merasa was-was, bahkan ada yang berlebihan. Akan tetapi apakah sikap ini bagus atau malah kontraproduktif??

Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Bobi Prabowo, Sp. Em saat mengisi acara talk show online dengan tema ”Kapan Pasien COVID-19 Harus Segera ke Rumah Sakit?” menjawabnya sama sekali tidak.

Ia memberikan sejumlah alasan dari sudut pandang medis atau kesehatan. Maksudnya dari sisi pelayanan kesehatan.

Pandangannya ini menanggapi fenomena paranoid sebagian masyarakat terhadap risiko paparan COVID-19. Sikap takut berlebihan itu yang kemudian membuat mereka memeriksakan kesehatan, entah itu  di puskesmas maupun rumah sakit.

”Kalau paranoid terus, nantinya stres. Hal itu membikin imun menurun. Berfikiran positif saja,” kata Bobi mengawali ulasan.

Ia menceritkan, beberapa orang yang terkena COVID-19 memiliki gejala ringan, seperti flu dan demam.  Nah, kalau sudah begitu bagaimana ? Apakah harus periksa ke rumah sakit? Atau malah memilih menghindarinya?

Pada sisi ini, dr Bobi menyarankan agar masyarakat bersikap dan berfikir rasioal. Sebab bagaimanapun, saat tubuh sakit yang tidak cukup diobati dengan cara (obat) biasa, solusi terbaiknya adalah memeriksakan diri ke dokter. Ke faskes terdekat, bisa di klinik, puskesmas, ataupun ke rumah sakit jika gejalanya berat.

“Kalau gejala ringan, bisa periksa di puskesmas dahulu,” kata dokter spesialis emergensi ini.

Nantinya, kata dia, di setiap puskesmas selalu akan ada pemeriksaan kesehatan atau screening yang dilakukan dengan metode wawancara, pemeriksaan fisik sederhana, cek suhu tubuh, dan tensi tekanan darah pada tubuh.

Setelah itu, jika ada indikasi atau gejala COVID-19, akan dilakukan prosedur swab. Baru setelah itu jika memang hasilnya positif direkomendasikan untuk menjalani perawatan isolasi di rumah sakit, isolasi mandiri di rumah atau karantina di asrama COVID-19 yang disediakan pemerintah daerah. Di Rusunawa IAIN Tulungagung, misalnya.

Bobi menjelaskan, di Tulungagung penanganan pandemi COVID-19 tidak dibebankan kepada rumah sakit saja, karena bisa membikin IGD membludak.

“Kami tak ingin IGD sampai lockdown, karena tidak mampu menampung pasien lagi seperti di kota-kota lain,” beber Bobi.

Ia menyebut sistem penanganan COVID-19 di Kabupaten Tulungagung berjalan dengan lancar. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya penumpukan pasien di rumah sakit, karena yang bekerja adalah sistem.

”Saat ini kita tidak hanya menghadapi penyakit, namun pandemi, sehingga harus ada sistem untuk kerja sama antara pemerintah, rumah sakit dan lainnya,” ujarrnya.

Di Tulungagung sendiri sebelumnya terdapat beberapa puskesmas peyangga yang membantu rumah sakit untuk pasien COVID-19, yaitu enam puskesmas di enam kecamatan, seperti Puskesmas Beji, Puskesmas Campurdarat, Puskesmas Kauman, Puskesmas Bangunjaya, dan Puskesmas Ngunut. Rumah sakit swasta juga turut berperan penanganan di masa pandemi.

Saat terjadi lonjakan kasus memasuki triwulan akhir 2020, enam puskesmas ini, ditambah tiga puskesmas lain, dinaikkan statusnya menjadi rumah sakit lapangan/darurat COVID-19. Tugasnya khusus menangani pasien COVID-19.

Jika saat menjadi penyangga hanya menyediakan sebagian kamar untuk layanan COVID-19, sekarang semua kamar diperuntukkan pelayanan pasien corona. Terutama yang bergejala ringan. Pasien corona dengan gejala berat ditangani di RSUD dr. Iskak.

Namun yang tak kalah penting di era COVID-19 ini, kata dr Bobi, adalah penggunaan teknologi secara tepat guna. Seperti program pelayanan telemedicine. Model pelayanan kesehatan jarak jauh.

Caranya untuk mengakses telemedicine cukup menghubungi PSC-119 di (0355) 320-119 atau di nomor whatsapp 082-230-094-119 dan menyampaikan permintaan untuk mendapatkan layanan home care, maka perawat akan datang untuk melayani kebutuhan pengobatan sakit anda di rumah. Syaratnya adalah memiliki KTP Tulungagung dan kartu BPJS Kesehatan.

Home care ini diperuntukkan untuk pasien berisiko tinggi dan memiliki kendala kesehatan yang kronis,” bebernya

Gejala COVID-19 yang Perlu Dikenali >>

Gejala COVID-19 yang Perlu Dikenali

Dokter Bobi menjelaskan gejala COVID-19 paling banyak menyerang saluran pernafasan. Namun, di sisi lain beragam gejala yang berbeda dari setiap orang. ”Dari penelitian lebih lanjut, COVID-19 adalah penyakit endothelial, bisa menyerang berbagai organ tubuh manusia,” jelasnya.

Lanjut dia, gejala paling banyak endothelial ini menyerang di paru-paru dan pencernaan. Dan saat virus COVID-19 ini masuk ke paru-paru, maka gejalanya yang muncul biasanya adalah sesak disertai batuk. Sementara virusnya mengenai pencernaan, gejalanya mual dan muntah.

“Jika merasakan gejala panas yang tinggi, lemah, mual dan muntah, maka bisa diperiksakan ke puskesmas atau IGD rumah sakit,” ujarnya.

Saat disinggung soal rumah sakit yang “meng-covidkan” pasien, dr Bobi menyatakan hal itu tak benar. “Pertama-tama saat di rumah sakit adalah screening, lalu swab PCR (polymerase chain reaction), sehingga tidak mungkin rumah sakit langsung melabeli positif,” kata dia.

”Biasanya pasien tidak ada gejala, lalu tidak mau disebut terpapar corona. COVID-19 itu memang bisa dengan gejala dan tanpa gejala,” paparnya.

Sementara itu, mengenai penanganan pasien COVID-19 di IGD RSUD dr. Iskak, masyarakat tak usah khawatir, karena sudah ada sistem pemeriksaan (screning) untuk memisahkan pasien COVID-19 dan non-COVID-19.

”IGD kami memiliki zona COVID-19 dan non COVID-19, demi melindungi tenaga kesehatan (nakes) dan pasien yang tak terpapar,” kata Bobi. Ruang isolasi pasien COVID-19 di IGD RSUD dr Iskak terdapat 30 tempat. dr Bobi mengatakan pemilahan ini dimulai sejak Maret 2020. (PKRS/MAS)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119