Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Kenapa COVID-19 Sangat Berbahaya jika Menginfeksi Penderita Jantung? Ini penjelasannya

Kenapa COVID-19 Sangat Berbahaya jika Menginfeksi Penderita Jantung? Ini penjelasannya

PANDEMI COVID-19 sepertinya masih akan berlangsung lama. Belum ada tanda-tanda wabah yang telah merenggut nyawa lebih dari 1 juta jiwa di seluruh dunia dari total kasus sebanyak 34,6 juta jiwa (termasuk di Indonesia yang mencatatkan lebih dari 300 juta kasus, 225 ribu sembuh dan 11 ribu lebih meninggal dunia) ini bakal berakhir.

Bukannya mereda, penularan dan penyebaran wabah SARS-CoV-2 bahkan masih tetap terjadi di berbagai wilayah, seiring dengan data korban COVID-19 yang terus mengalami peningkatan.

Meskipun masyarakat telah patuh dengan protokol kesehatan, namun tidak sepenuhnya dapat memberikan keamanan dari kemungkinan penularan corona virus yang telah terlanjur tersebar ini. Nyatanya, korban yang dinyatakan positif corona masih saja ditemui.

Oleh karena itu, tetap diharuskan waspada dan berpola hidup sehat dan bersih supaya tidak membahayakan masyarakat sekitar yang sedang menderita penyakit kronis dan orang lanjut usia (lansia).

Ingat, fakta data dari sekian kasus kesakitan karena COVID-19 di Indonesia maupun negara-negara dunia selama ini menunjukkan, angka kematian tertinggi kasus coronavirus strain baru saat ini dikarenakan pasien memiliki riwayat penyakit penyerta (komorbid).

Dua penyakit yang menyebabkan angka kematian pasien COVID-19 semakin meningkat, yaitu orang memiliki riwayat jantung dan ginjal.

Hal ini sebagaimana dirilis Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI sebelumnya, bahwa dari 10 orang memiliki riwayat penyakit ginjal yang terkena COVID-19, angka kematiannya berkisar antara 6 sampai 8 orang.

Sementara orang yang memiliki riwayat sakit jantung dan terkena COVID-19, angka kematiannya rata-rata mencapai 5 orang dari 10 pasien penderita jantung.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RSUD dr. Iskak  Tulungagung, dr. Fitrianti Suciati Laitupa, Sp. Jp menjelaskan, secara umum korban dari COVID-19 adalah orang lansia (lanjut usia) berusia 65 tahun ke atas dengan penyakit penyerta yang menyebabkan kompilasi fatal (tinggi risiko kematian), namun tidak bagi orang sehat sebab kemungkinan sembuh lebih mudah ditangani.

Ia juga mengingatkan bahwa virus corona baru atau SARS-CoV-2 ini secara mikrobiologis telah diidentifikasi sebagai virus yang menyerang melalui saluran pernapasan dan sangat berisiko bagi yang memiliki masalah dalam hal kesehatan jantung karena dapat mengakibatkan kematian.

“Virus ini menyerang saluran pernapasan manusia, kemudian ke paru paru lalu ke bagian jantung. Terlebih pada orang tua di usia lanjut, atau orang yang mempunyai penyakit bawaan,” kata dr. Suciati dalam acara talkshow interaktif sehat bersama tim PKRS Dr. Iskak Tulungagung dalam rangka Hari Jantung se-Dunia pada Kamis (1/10/2020).

Kata dia, penyakit jantung adalah salah satu masalah kesehatan yang sangat berkaitan erat dengan corona virus (COVID-19). Ketika jantung sudah bermasalah virus ini akan sangat mudah masuk lalu akan merusak bagian saluran saraf jantung sehingga menjadi ketidakstabilan fungsi jantung.

“Di era pandemi COVID-19 ini sangat berisiko pada penderita penyakit jantung.  Oleh karena itu sangat penting untuk tetap menjaga kesehatan jantung,” katanya.

Dr. Fitrianti menjelaskan, terdapat risiko yang bisa menyebabkan kefatalan (fatality risk) saat seorang penderita jantung terinfeksi virus corona. Ada 3 pemburukan kondisi organ jantung, yaitu;

  1. (Virus corona) Dapat menginfeksi jantung dengan cepat sehingga berpengaruh pada fungsi jantung untuk memaksa kerja jantung lebih keras, yang dapat menimbulkan detak jantung cepat. Jika pasien COVID-19 yang mempunyai penyakit jantung, pasti jantungnya tidak kuat.
  2. (Virus corona) Merusak sel otot jantung yang menyebabkan peradangan jantung (miokarditis atau radang otot jantung). Kondisi ini apabila terjadi, efeknya dapat melemahkan dan merusak sistem ‘kelistrikan’ jantung. Kondisi itu akan membuat jantung lebih sulit untuk memompa darah dan menyebabkan irama jantung yang tidak normal.
  3. (Virus corona) Dapat menyebabkan tromboemboli (pembekuan pembuluh darah paru) berupa gumpalan darah yang kemudian akan menyumbat pembuluh darah dan menghambat aliran darah ke jaringan di paru-paru sehingga menyebabkan kematian jaringan paru-paru.

Selanjutnya, dr. Fitrianti mengingatkan terdapat beberapa kondisi seseorang harus ke rumah sakit apabila mengalami gangguan pada jantung. Ada empat kondisi darurat yang dialami, mulai dari nyeri dada sebelah kiri, sesak nafas, keluar keringat dingin, dada berdebar.

“Bila terjadi seperti ini sebaiknya meminta pertolongan darurat medis rumah sakit. Sambil menunggu ambulans datang, pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah pasien harus tenang dan melakukan tarikan nafas panjang dengan duduk rileks,” katanya.

Di akhir dialog interaktif itu, dr. Fitriani tidak lupa memberikan saran dan cara menjaga jantung saat pandemi dengan metode CERDIK.

  1. Cek Kesehatan Jantung secara berkala setiap tahun 1 kali per tahun 40 tahun
  2. Enyahkan rokok (tidak merokok)
  3. Rajin Berolahraga 3 menit 5 kali seminggu (joging, jalan cepat dan bersepeda dengan intensitas rendah) 150 per Minggu. Efek baiknya dapat menciptakan pembuluh darah baru.
  4. Diet (lebih dari usia 40 tahun) mengurangi mengkonsumsi garap dan gula disarankan komposisi pengunaanya hanya 1 sendok teh per hari. Gula 4/5 sendok teh per hari, supaya tidak terjadi hipertensi, dan mengurangi mengkonsumsi makanan berlemak
  5. Istirahat cukup, minimal tidur 6 jam per hari, idealnya 8 jam per hari.
  6. Kelola stres (hormon katelamim yang mempengaruhi kinerja jantung). Menghibur diri dengan cara hal hal positif supaya tidak terjadi efek stres.

Sementara itu, untuk pasien yang sudah mengalami ganguan pada jantung supaya untuk tetap kontrol rutin pada pelayanan kesehatan. “Jika selama masih baik baik saja, semua dapat dilakukan sendiri di rumah, sesuai dengan kebutuhan masih masing agar jantung tetap sehat dan tetap mengindari kemungkinan penularan di sekitar,” tuturnya.
(PKRS/FW)

0 Komentar

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119