Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Kenapa Hernia Bisa Diderita Anak-anak? Ini Penjelasan Dokter Annas

Kenapa Hernia Bisa Diderita Anak-anak? Ini Penjelasan Dokter Annas

PENYAKIT hernia pada anak yang biasanya menyerang pada kelompok usia di bawa lima tahun, dikenal dengan istilah Hernia Inguinalis.

Ada tambahan inguinalis karena tonjolan atau benjolan lunak di bawah kulit disebabkan oleh organ atau jaringan dalam tubuh mendesak jaringan otot yang melemah ini terjadi pada saluran inguinalis.

Yakni  suatu area dari perut ke alat kelamin pada bayi selama fase kehamilan. Pada anak laki-laki, saluran ini memungkinkan testis bergerak dari perut ke skrotum. Biasanya, saluran inguinalis tersebut menutup sesaat sebelum atau setelah bayi lahir.

Dokter Spesialis Bedah RSUD Dr. Iskak Tulungagung dr. Muhammad Annas, Sp. B menjelaskan, hernia inguinalis pada bayi biasanya rentan muncul di bulan-bulan awal kelahiran. ”Pada orang dewasa, hernia kerap dialami mereka yang bekerja terlalu keras secara fisik. Sedangkan hernia pada anak biasanya muncul di sekitar perut dan lipatan paha karena adanya masalah saluran kemih dan reproduksi, atau bisa juga karena faktor keturunan,” terang dr. Annas.

Mengenai penyebab hernia pada anak ini, dr. Annas mengatakan biasanya terjadi kepada bayi dengan kondisi sebagai berikut;

  1. Lahir prematur
  2. Dahulu orang tuanya menderita hernia saat masih bayi
  3. Memiliki kelainan testis, seperti salah satu ukurannya lebih besar
  4. Memiliki masalah dengan organ kemih dan reproduksi

Dokter Annas menjelaskan, saat embrio janin berusia lima (5) pekan, organ-organ reproduksi pada janin berproses di perut si ibu.

”Tri semester kedua sampai ketiga, janin mendapatkan pengaruh hormonal pada ibu, testis janin menjadi menurun,” kata dia

Risiko hernia pada bayi ini sebenarnya bisa dicegah dengan si ibu hamil rutin memenuhi asupan gizi yang baik.

Selanjutnya, jika kasus hernia ditemukan pada anak usia di bawah satu tahun, maka lebih dominan diderita anak laki-laki.

”Secara teori, angka penderita hernia yakni 1:50 pada anak laki-laki, sedangkan 1: 400 pada anak perempuan,” ungkapnya.

Untuk deteksi awal di rumah, orang tua bisa dilakukan dengan melihat apakah ada benjolan pada testis. Bisa juga perbedaan ukuran testis atau biji telur pada anak-anak.

”Orang tua bisa melihat jika anaknya menangis, lalu terdapat benjolan pada lipat paha bisa bertambah basar,” terang dokter Annas.

Upaya penanganan bisa diperiksakan ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat. Orang tua dianjurkan tidak perlu panik, karena bisa ditangani oleh dokter.

Jika anak masih di bawah usia satu tahun, maka ditunggu pada usia satu tahun. ”Selain itu, anak di bawah usia satu (1) tahun tidak dianjurkan operasi hernia, karena kulit bayi masih rapuh untuk tindakan operasi, kecuali jika penyakitnya sangat darurat,” paparnya.

”Biasanya oratu tua beranggapan jika ditunggu satu tahun ini, maka hernianya bisa hilang. Keyakinan semaam itu tidak tepat dan justru meningkatkan risiko pada bayi. Sebab bagaimanapun gangguan tersebut akan terus ada, dan penanganannya hanya bisa dilakukan dengan cara dioperasi,” kata Dokter Annas. (PKRS/MAS)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119