Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Kisah Perempuan yang Hidup Berkualitas dengan Penyakit Gagal Ginjal

Kisah Perempuan yang Hidup Berkualitas dengan Penyakit Gagal Ginjal

HARI Kamis minggu kedua bulan Maret, tahun ini jatuh pada tanggal 11 Maret 2021, diperingati sebagai Hari Ginjal se-Dunia bertepatan dengan peringatan Isro Miroj.

RSUD dr Iskak memperingati Hari Ginjal se-Dunia dengan tema Hidup Berkualitas dengan Penyakit Ginjal. Tema tersebut mengajak penderita untuk tetap semangat menjalani aktivitas sehari-hari.

Seorang pasien yang mengalami gagal ginjal, Tutkatiarsih, 58 tahun, warga Gondang, Tulungagung, berbagi kisahnya berikut ini.

Tiga tahun lalu, Tutkatiarsih masih mengenang ketika menderita diabetes. Ia merasakan perubahan di dalam tubuhnya, sakit kepala yang terasa di kepala hingga leher, lalu secara tiba-tiba juga tidak bisa berjalan.

Ia dibawa ke rumah sakit karena tubuhnya yang ngedrop. Hasil pemeriksaan dokter berupa menurunnya fungsi ginjal akibat penyakit diabetes. Ia pun menjalani terapi cuci darah untuk mengganti menurunnya fungsi ginjal yang menyaring darah dari racun.

”Awal-awal cuci darah dahulu, saya masih drop, berjalan pakai kursi roda selama delapan bulan,” kata Tutkatiarsih saat ditemui di ruang Hemodialisa RSUD dr Iskak, Rabu siang 10 Maret 2021.

Syukurlah, ia mendapatkan dukungan semangat dari suami dan anak-anaknya. Saat ia drop, anak-anaknya setia menemani di kamar hingga larut malam.

”Saya tidak bisa mengeluh atau menangis di depan suami dan anak-anak, kasihan mereka,” ujar Tutkatiarsih.

”Kalau menangis, biasanya ketika saya sendirian di kamar malam hari, sehingga tak diketahui keluarga,” imbuhnya.

Dukungan keluarga itu membikin gairahnya untuk sembuh dan hidup normal lagi bangkit. Tutkatiarsih ingin bisa berjalan lagi seperti dulu, ia pun menjaga pola makan dengan ketat dan teratur meminum obat, serta cuci darah dua kali dalam seminggu.

Alhamdulillah, berkat tekad yang kuat saya bisa berjalan lagi, bisa naik motor juga,” bebernya.

Saat ini, ia memiliki berbagai aktivitas yang berkualitas di rumah dan di kebun. Saat pagi, ia membantu ibunya memasak.

”Saya yang menggoreng tempe atau ikan. Kalau mengangkat panci, saya tidak bisa, sehingga dibantu ibu,” paparnya.

Setelah memasak, ia pergi ke kebun bersama suaminya. Aktivitasnya seperti mencabut rumput liar atau memetik sayur-sayuran yang sudah layak panen. Ia pergi ke kebun lagi saat siang, dan sore hari.

”Selain itu, saya bisa berjemur di sawah, jadi bisa tambah sehat,” kata Tutkatiarsih.

Ia mengatakan, beraktivitas menjadi kunci menghibur diri agar tidak tambah sakit. Apabila hanya berbaring di kamar, Tutkatiarsih merasa jenuh dan sakitnya bertambah parah.

Bagi mereka yang baru didiagnosis gagal ginjal stadium lima, Tutkatiarsih mengatakan penderita harus tetap semangat dan optimis untuk sembuh.

Ia menambahkan penyakit gagal ginjal dan lainnya adalah titipan dari Tuhan, sehingga penderita diminta untuk mencari penyebab dan cara mengatasinya. ”Dukungan psikologis dari keluarga  menjadi faktor penting juga, supaya penderita percaya diri dan tidak mengeluh mengenai penyakitnya,” tutupnya. (PKRS/MAS)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119