Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Komite PPI Garda Depan Melawan Infeksi

Komite PPI Garda Depan Melawan Infeksi

PENCEGAHAN dan Pengendalian Infeksi (PPI) mutlak dilaksanakan di rumah sakit. Hal ini disebabkan kejadian infeksi dapat menimbulkan kerugian bagi pasien, mulai dari perawatan menjadi lebih lama yang berarti memperlama penderitaan secara fisik, psikis, finansial, sampai dengan kejadian paling serius, yaitu kematian.

Bagi rumah sakit kerugian yang paling besar adalah biaya operasional yang sangat tinggi, serta kerugian nonmateri menyangkut performa rumah sakit yang kurang baik di mata masyarakat. Untuk itu, RSUD dr. Iskak mempunyai komite yang khusus menangani masalah infeksi. Komite ini disebut PPI atau Pencegahan dan Pengendalian Infeksi.

Seperti namanya, komite ini fokus pada pengandalian dan pencegahan infeksi. Komite dipimpin oleh dokter spesialis mikrobiologi klinik, dr. Rendra Bramanti, Sp.mK. Komite PPI berada langsung di bawah Direktur RSUD dr. Iskak, dan beranggotakan seluruh unsur yang ada di rumah sakit, mulai dari satpam, perawat, gizi, petugas jenazah, dokter umum dan dokter spesialis.

Di semua level dan kondisi, Komite PPI ini akan auto-run begitu terjadi situasi infeksionis yang terjadi pada pasien, tenaga medis, sumberdaya pendukung layanan medis lain, maupun lingkungan di dalam RS.

Misal terjadi situasi dimana ada bakteri masuk ke (tubuh) pasien saat sedang dilakukan tindakan oleh tenaga kesehatan, maka bakteri tersebut akan memperburuk kondisi pasien dan bisa memicu mortalitas (kematian). “Di sinilah PPI mengambil perannya guna melakukan tindakan pencegahan,” kata dr. Rendra Bramanti menjelaskan.

Bakteri yang dimaksud adalah bakteri yang telah mengalami Multi-DrugResistant (mDR). Bakteri semacam ini telah resisten atau kebal terhadap minimal satu jenis antibiotik dari tiga atau lebih (≥ 3) golongan antibiotik. MDR ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti pemakaian antibiotik yang tidak tepat dosis, tidak tepat diagnostik, atau tidak tepat mengidentifikasi bakteri penyebab.

Sayangnya, meski telah menjadi ancaman global, terutama di klinik kesehatan, hingga kini belum banyak rumah sakit yang melakukan skrining mikroorganisme di lingkungan kerja mereka. hal ini tentu membahayakan keselamatan pasien dan jauh dari standar keamanan pasien yang berlaku secara internasional. RSUD dr . Iskak menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang melakukan skrining mikroorganisme kepada petugasnya.

Langkah ini untuk melindungi keselamatan pasien sesuai dengan standar internasional. “Setiap hari ada empat perawat pengendali infeksi yang bertugas mengawasi, agar tidak terjadi infeksi dan penanganan jika terjadi infeksi. Keempat perawat itu sudah mendapat pelatihan khusus dalam menangani infeksi,” ujar dr. Rendra. Empat perawat itu juga dibantu oleh masing-masing petugas di ruangan.

Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Komite PPI adalah, melakukan pendidikan dan pelatihan (diklat) kepada seluruh karyawan RSUD. Diklat Komite PPI RSUD dr. Iskak merupakan yang pertama yang diakui secara nasional. Dengan melakukan skrining ini masyarakat yang berobat di RSUD dr. Iskak tak perlu risau lagi terhadap risiko infeksi bakteri mDRo yang disebabkan oleh petugas kesehatan IGD.

Hal ini yang kemudian membuat mutu pelayanan dan keselamatan kepada pasien meningkat sesuai standar internasional. Saat ini, salah satu kasus yang sempat menimbulkan kecemasan adalah adanya pasien suspect COVID-19. Pasien ini kemudian ditangani oleh Komite PPI pada awal februari 2020.

Lantaran dianggap infeksius atau menular, pasien atas nama ym itu harus diisolasi dan tidak boleh ditunggu oleh kerabat. “mulai kontrol isolasi pasien, jadi kalau pasien enggak boleh dibesuk ya enggak boleh dibesuk. Pengontrolan infeksi dimulai dari peralatan, ruang isolasi, penggunaan baju kerja dan alat pelindung diri (aPD),” tutur dr. Rendra.

Untuk baju kerja, seluruh pegawai di RSUD dr. Iskak wajib menggunakan baju kerja yang steril. hal ini bertujuan untuk mengurangi infeksi yang terjadi oleh petugas kesehatan. (*)

0 Komentar

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119