Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Kupas Tuntas (Penyakit) Katarak: Dari Gejala, Penyebab hingga Cara Pengobatannya

Kupas Tuntas (Penyakit) Katarak: Dari Gejala, Penyebab hingga Cara Pengobatannya

KATARAK merupakan jenis penyakit pada mata yang ditandai dengan mengeruhnya lensa mata, sehingga membuat penglihatan kabur. Katarak umumnya terjadi pada lansia, dan bisa terjadi pada salah satu atau kedua mata sekaligus. Namun demikian, katarak pada usia muda atau bahkan anak-anak juga bisa terjadi.

Indikasi awal seseorang mengalami katarak biasanya ditandai dengan pandangan yang kabur. Kalau dalam istilah fotografi, objek terlihat ngeblur, berkabut, seperti tidak menemukan titik fokus.

Dampaknya, penyakit mata ini bisa menyebabkan seseorang yang sedang berkendara kesulitan melihat jalan dengan jelas, kesulitan membaca tulisan bahkan untuk sekedar melihat ekspresi wajah orang lain. Penyakit katarak yang terus berlanjut dapat menyebabkan kebutaan. 

Nah, sampai di sini, sudah tahukah kalian apa penyebab (penyakit) katarak dan bagaimana cara mengatasinya? Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyakit ini, simak ulasan selengkapnya yang dipaparkan Dokter Spesialis Mata RSUD dr. Iskak, dr. Hera Lesmana, Sp.M dalam bincang kesehatan yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube, Facebook dan Instagram RSUD dr. Iskak Tulungagung, Senin (12/10/2020).

Kepada kedua pembawa acara dari tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD dr. Iskak, dr. Hera menjelaskan detail apa itu katarak, faktor-faktor yang mempengaruhinya hingga cara penanganannya, dari kacamata ilmu kedokteran (medis).

Kata dia, katarak adalah suatu kondisi di bagian lensa mata mengalami kekeruhan (berkabut). Kekeruhan pada lensa mata inilah yang secara perlahan menurunkan fungsi penglihatan menjadi buram, kabur bahkan hingga terjadinya kebutaan.

Menurutnya, kondisi seperti ini, seringkali dialami oleh penderita lanjut usia (lansia) pada 60 tahun ke atas. Karena faktor usia, kejernihan lensa mata seseorang semakin berkurang.

“Proses terjadinya katarak itu berlangsung secara perlahan. Diawali dengan gejala penglihatan kabur sampai penglihatan tertutup oleh kekeruhan tersebut,” katanya.

Dokter Hera menjelaskan, proses kekeruhan pada lensa mata terjadi secara perlahan. Proses terjadinya kekeruhan lensa mata ini secara perlahan inilah yang membuat pasien atau penderita tidak menyadari bahwa penyakit ini dapat memperburuk kondisi matanya.

“Awal, penglihatan penderita memang belum kabur karena sebagian kecil saja yang mengalami pengabutan. Akan tetapi, di saat katarak terus berkembang sampai padat maka cahaya yang seharusnya di terima oleh lensa akan tertutupi,” paparnya.

Penyakit katarak bisa disembuhkan dengan cara/teknik operasi modern phacoemulsification. Phaco artinya lensa, emulsification itu maknanya dihancurkan.

Ini artinya, prosedur tindakan operasi modern phacoemulsification ini lensa mata yang telah mengalami kekeruhan akan di angkat. Lensa mata kemudian digantikan dengan lensa baru (buatan), untuk mengembalikan fungsi penglihatan pasien berfungsi normal.

“Operasi berlangsung kurang-lebih 15 menitan. Teknik ini menggunakan mesin phako dengan energi sinar ultrasound lalu dipasang intra-ocular lens (lensa tanam khusus). Tanpa jahitan dan tanpa suntikan,” terang Dokter Hera.

Hanya dengan operasi ini pasien penderita katarak masih ada harapan untuk melihat. Jika tidak, maka kondisi katarak akan semakin parah dan dimungkinkan mata sudah tidak dapat melihat lagi seumur hidup.

Biasanya, faktor resiko katarak pada seseorang meningkat seiring usia yang semakin uzur (penuaan), infeksi dan bisa juga karena faktor riwayat kecelakaan.

Oleh karena itu, jika seseorang mendadak mengalami perubahan penglihatan di area mata sebisa mungkin segera untuk melakukan konsultasi ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

“Menjaga kesehatan mata itu sama pentingnya dengan menjaga organ tubuh lainya. Jika mengalami gangguan pada mata , segera temui dokter supaya tidak terlambat,” katanya.

RSUD dr. Iskak Tulungagung merupakan salah satu tempat rujukan untuk penanganan penyakit mata, termasuk katarak. Mulai sekedar memeriksakan kesehatan mata, berkonsultasi, pengobatan rawat jalan hingga tindakan operasi, tim medis yang secara khusus menangani penyakit mata termasuk katarak, tim medis RSUD dr. Iskak siap. Terutama pada jam kerja ya.

Dan bagi pasien yang terdaftar sebagai pemegang polish BPJS Kesehatan atau JKN-KKIS, operasi katarak bisa dilakukan secara gratis. Tidak ada tarikan uang sepeserpun. Ttermasuk pasien yang menjalani layanan operasi katarak di Poli Paviliun Graha Hita Husada, sekarang gratis juga lho.

Sesuai jadwal, jam pelayanan periksa dokter mata di Poli Eksekutif Paviliun Graha Hita Husada RSUD dr.Iskak dibuka setiap hari Senin, Selasa dan Rabu, mulai pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 09.00 WIB. Sedang untuk pelayanan poli umum RSUD dr. Iskak pada hari Kamis dan Jumat. Selain itu, pendaftaran juga dapat dilakukan dengan cara yang lebih muda hanya dengan menggunakan sistem pendaftaran melalui aplikasi SiPoetri (Sistem Pelayanan Online Tanpa Antri).


Tipe penyakit katarak*

Katarak memiliki beberapa tipe, setiap orang mungkin mengalami tipe katarak yang berbeda. Berikut adalah tipe dari katarak:

  1. Katarak Nukleus

Katarak nuklir terbentuk di tengah lensa dan menyebabkan nukleus atau tengah lensa mata menjadi kuning atau coklat. Awalnya, katarak nuklir dapat menyebabkan rabun jauh. Namun seiring berjalannya waktu, lensa mata akan berubah menjadi lebih kuning dan semakin buram.

  1. Katarak Kortikal

Katarak kortikal adalah katarak yang memengaruhi tepi lensa mata. Hal ini ditandai dengan mata yang memutih, keruh, dan memiliki goresan  di tepi luar lensa. Garis tersebut akan berkembang dan meluas ke tengah lensa sehingga dapat mengganggu cahaya yang melewati pusat lensa.

  1. Katarak Subkapsular Posterior

Katarak subkapsular posterior merupakan katarak yang memengaruhi bagian belakang lensa. Katarak jenis ini ditandai dengan munculnya area kecil dan buram yang terbentuk di dekat bagian belakang lensa, yakni tepat di jalur cahaya. 

Gangguan ini dapat menyebabkan kamu sulit membaca, mengurangi penglihatan dalam cahaya terang, meningkatkan sensitivitas terhadap cahaya, serta membuatmu dapat melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu. Jenis katarak ini cenderung berkembang lebih cepat daripada jenis lainnya.

  1. Katarak Kongenital atau Bawaan

Faktanya, beberapa orang terlahir dengan kondisi katarak atau mengalami perkembangan katarak selama masa kanak-kanak. Katarak jenis ini ini jarang terjadi, tetapi bila terdeteksi biasanya akan segera dihilangkan. 

  1. Katarak Sekunder

Jenis katarak ini disebabkan oleh penyakit atau penggunaan obat-obatan. Penyakit yang dapat memicu katarak ini adalah glaukoma dan diabetes. Sementara, obat-obatan kortikosteroid juga terkadang dapat menyebabkan katarak.

  1. Katarak Traumatic

Katarak traumatik bisa terjadi setelah mata mengalami cedera. Biasanya memakan waktu beberapa tahun hingga katarak benar-benar muncul. 

  1. Katarak Radiasi

Katarak radiasi dapat terbentuk setelah seseorang menjalani pengobatan radiasi untuk kanker. 

Faktor risiko penyakit katarak?

Berikut adalah faktor-faktor yang meningkatkan risiko katarak pada seseorang:

  • Pertambahan usia
  • Riwayat keluarga 
  • Diabetes
  • Paparan sinar matahari yang berlebihan
  • Sering merokok
  • Kegemukan
  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Pernah cedera atau mengalami peradangan mata sebelumnya
  • Pernah operasi mata sebelumnya
  • Menggunakan obat jenis kortikosteroid dalam waktu lama
  • Sering mengonsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan.

Pencegahan Katarak**

Meskipun terdapat kontroversi tentang apakah gangguan penglihatan ini dapat dicegah atau tidak, sejumlah penelitian menunjukkan nutrisi tertentu dan suplemen gizi dapat mengurangi risiko gangguan penglihatan, sementara klaim lainnya soal katarak belum bisa dipastikan dengan ilmiah.

  1. Berhenti Merokok

Merokok meningkatkan risiko gangguan mata. Sebuah penelitian yang diterbitkan di U.S. National Library of Medicine telah mengaitkannya dengan peningkatan 3 kali lipat dalam katarak. Bahkan, penelitian tersebut mengungkapkan seorang perokok dapat mengalami gejala katarak lebih awal.

  1. Nutrisi.

Makanan sehat mengurangi risiko penyakit, termasuk masalah mata. Pola makan yang sehat seperti konsumsi banyak buah, sayuran, biji-bijian utuh, karbohidrat kompleks, lemak baik seperti alpukat, minyak zaitun, dan minyak omega, serta protein nabati bersumber atau protein tanpa lemak yang bersumber dari hewan. Selain itu, lutein dan zeaxanthin adalah karotenoid yang diklaim bisa ‘mencegah’ gangguan penglihatan ini.

  1. Obesitas dan Diabetes

Obesitas secara signifikan meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2, di mana hal itu merupakan faktor risiko katarak. Mempertahankan berat badan yang sehat dan mengendalikan diabetes akan membantu mengurangi risiko. Faktor lain yang dapat membantu melindungi dari gangguan penglihatan adalah: Mengenakan kacamata hitam yang menghalangi radiasi UV saat berada di bawah sinar matahari. Dapatkan setidaknya 7 jam waktu tidur setiap harinya.
(PKRS)

Sumber:
*) gooddoctor.co.id
**) doktersehat.com

0 Komentar

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119