Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Lahirkan ”Berjuta” Inovasi Rumah Sakit di Festival Kaizen Ke-3

Lahirkan ”Berjuta” Inovasi Rumah Sakit di Festival Kaizen Ke-3

FESTIVAL Kaizen ke-3 yang digelar manajemen RSUD dr. Iskak Tulungagung memasuki tahap akhir atau final battle. Festival Kaizen merupakan lomba inovasi kerja di internal RSUD dr. Iskak untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mutu rumah sakit.

Pada hari Senin pagi, 15 Maret 2021, ada sebelas peserta atau Kaizen Warriors yang ikut final battle dengan presentasi di Studio RSUD dr. Iskak. Acara ini ditayangkan secara langsung di kanal Youtube RSUD dr. Iskak.

Festival Kaizen berlangsung setelah program vaksinasi nakes (tenaga kesehatan) dosis kedua ini berlangsung semarak dan meriah. Terutama setiap peserta wajib menampilkan yel-yel penyemangat sebelum presentasi.

Panitia Festival Kaizen ke-3 menghelat kegiatan ini seperti acara Master Chef di televisi.

Terdapat tiga juri yang disebut master coach, tugasnya mengomentari berbagai inovasi, seperti kekurangan hingga apakah sesuai aturan yang berlaku.

Master coachnya dalam Festival Kaizen ke-3 ini adalah: dr. Zuhrotul Aini, Sp.A; Ida Sriyani, S.Kep. Ners., M.Kes; dan Agus Wahyudi, S. Kep. Ners.

Kaizen Warriors yang pertama tampil dari Instalasi Sanitasi. Yel-yel penyemangat dibawakan oleh lima orang dengan kostum warna hijau tua dengan hiasan selendang batik.

Setelah selesai dengan yel-yel, mereka memiliki waktu 20 menit untuk presentasi hingga menjawab aneka pertanyaan dari master coach.

Presentasi Instalasi Sanitasi diwakili oleh Juniar Ayu. Ia mengatakan, inovasi dari Instalasi Sanitasi bernama UPEL SADIS atau upaya pengelolaan sampah medis.

”UPEL SADIS, bertujuan mengurangi limbat padat medis dan nonmedis,” paparnya.

Salah satu permasalahan di Instalasi Sanitasi di antaranya yaitu, sampah padat medis dan nonmedis belum dipilah sebelum masuk ke TPSB3.

Menurutnya, dengan pemilahan sampah tadi, bisa mendaur ulang sampah, sehingga mengurangi volume yang masuk di tempat pembuangan.

”Kami membuat alat pengolah sampah sendiri, seperti alat pengering residu” ujarnya.

Setelah itu, presentasi UPEL SADIS ditanggapi master coach dengan berbagai pertanyaan.

Master coach Agus mengatakan, latar belakang dari UPEL SADIS yaitu mengulas limbah padat medis, akan tetapi incinerator (alat pengolah sampah medis) tidak dijelaskan penggunannya di dalam latar belakang. ”Kalau incinerator sangat berpengaruh, seharusnya dimasukkan latar belakang,” terang Agus.

Peserta kedua dari ICU 2 dengan menampilkan yel-yel dari tiga perempuan. Inovasinya memiliki nama JADIMI. Kependekan dari “Jam Digital Mobilisasi Pasien”.

Latar belakang adalah mobilisasi pasien di ruang ICU untuk memenuhi kebutuhan. Artinya perawat membantu memiringkan posisi pasien ke kanan atau ke kiri sesuai SOP (standard operating procedure).

”Sebelum JADIMI dilakukan, pasien 15 kali mobilisasi miring ke kanan dan miring ke kiri dalam satu minggu. Setelah JADIMI dilakukan, pasien 70 kali mobilisasi miring ke kanan dan ke kiri  dalam satu minggu,” kata Dewi, salah satu tim ICU 2.

Master coach Dokter Aini mengatakan, latar belakang permasalahan yang kurang rinci, sehingga dampak pelaksanaan JADIMI kurang jelas. “Tetap semangat, untuk menuju perubahan yang lebih baik,” paparnya.

Peserta berikutnya dari Instalasi Paraklinik. Inovasinya diberi nama GCU EXPRESS, yakni “Gerak Cepat Untuk Pemeriksaan General Check Up Secara Express” di instalasi paraklinik.

’Latar belakangnya adalah pelayanan saat ini kurang efisien, ada keluhan dari pasien yang menjalani pemeriksaan di GCU yang tak selesai dalam satu hari, penyebabnya antrean di sejumlah poli,” kata Ayu, salah satu tim Instalasi Paraklinik.

Ia mengatakan, pelaksanaan GCU EXPRESS yaitu dengan mendaftar di loket umum, pembayaran, kembali ke GCU. Selanjutnya pasien akan diberikan pengantar, seperti pemeriksaan di lab, radiologi, serta sejumlah poli terkait. Nantinya ada form atau kertaskhusus untuk GCU.

Master coach Idamengatakan belum bisa menangkap penjelasan alur mengenai GCU EXPRESS, serta menyinggung penggunaan kertas sebagai form.

Masukan saya, karena memakai kertas, ini malah menimbulkan waste atau masalah baru,” terangnya.

Selanjutnya, master coach Dokter Aini menjelaskan, belum adanya penjelasan kerja sama dengan instalasi-instalasi terkait, seperti poliklinik, laboratorium dan sebagainya. Sementara itu, kisah final battle di Festival Kaizen Ketigadari peserta lainnya akan diulas dalam berita berikutnya. (PKRS/MAS)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119