Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Layanan Hemodialisa RSUD Dr. Iskak, Harapan Penderita Gagal Ginjal

RSUD Iskak Tulungagung, rumah sakit iskak tulungagung, rumah sakit tulungagung, fasilitas rumah sakit tulungagungTak pernah terbayangkan oleh Desi jika kebiasaan mengkonsumsi minuman sachet akan menghancurkan kehidupannya kelak. Kebiasaan ini dia lakukan saat bekerja di Surabaya yang terik dan panas tiga tahun lalu. “Sehari dua kali saya minum (minuman serbuk dalam kemasan sachet) untuk mengusir haus,” kisah Desi.

Perempuan berusia 23 tahun ini tak bisa meninggalkan kebiasaan tersebut hingga suatu saat mengeluh sakit di sejumlah bagian tubuhnya. Saat mendatangi tempat praktik dokter dan disarankan melakukan pemeriksaan laboratorium, tubuhnya langsung lemas. Dia dinyatakan mengalami gagal ginjal dan harus menjalani cuci darah dua kali dalam seminggu.

Stress dan panik menghantui Desi paska vonis tersebut. Karena kondisi fisiknya yang menurun, dia memutuskan pulang ke rumah orang tuanya di Blitar. Di sana dia menjalani cuci darah dengan biaya Rp 1,5 juta untuk sekali tindakan. Sementara kewajiban yang harus dipenuhi adalah dua kali cuci darah seminggu sekali. “Uang tabungan habis untuk cuci darah,” katanya.

Beruntung setelah menjalani cuci darah (hemodialisa) selama tujuh kali dengan biaya sendiri, Desi terdaftar dalam program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Dalam kurun waktu dua tahun terakhir dia bisa menjalani cuci darah dengan gratis di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Iskak Tulungagung.

Bersama puluhan pasien lainnya, sepekan dua kali Desi mendatangi rumah sakit ini untuk menjalani cuci darah. Intensitas itu pula yang akhirnya membuat Desi pindah ke Tulungagung agar bisa mengakses layanan lebih dekat. “Pelayanan di sini enak dan nyaman,” kata Desi.

Tuhu Suwito, penanggung jawab Ruang Hemodialisa RSUD Dr Iskak mengatakan sebanyak 60 pasien cuci darah dilayani setiap hari di ruangannya. Dengan jumlah mesin 20 unit, perangkat itu bekerja tiga shift per hari. “Satu proses cuci darah membutuhkan waktu empat jam,” jelas Tuhu.

Dia memastikan seluruh mesin di ruangannya bekerja dengan baik dan terawat. Bahkan perawatannya dilakukan langsung oleh perusahaan pabrikan (vendor). Jam operasional mesin juga tak tertutup pada malam hari jika ada pasien dalam kondisi kritis.

Untuk menumbuhkan rasa nyaman saat berobat, unit itu juga dilengkapi pendingin ruangan (AC). Petugas jaga juga selalu memantau kondisi masing-masing pasien dengan teliti dan memastikan tak ada suara berisik selama operasional mesin.

Tuhu mengingatkan kepada masyarakat yang masih sehat agar selalu menjaga kondisi tubuh, terutama ginjal. Ginjal merupakan organ yang berfungsi menyaring zat-zat sisa dalam darah untuk kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh. Bila fungsi ginjal terganggu maka proses penyaringan darah akan tergangu pula. Hal ini akan mengakibatkan zat-zat sisa yang bersifat racun bagi tubuh beredar dalam darah dan menuju organ-organ dalam sistem peredaran darah terutama jantung, akibatnya kerja jantung akan terganggu.

Dampak lain yang terpicu akibat gagal ginjal adalah terganggunya keseimbangan cairan dalam tubuh, tekanan darah karena produksi rennin dan angiotensin yang tak stabil, pembentukan sel darah merah, hingga terganggunya keseimbangan fosfat dan kalsium yang penting untuk menjaga tulang

0 Komentar

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119