Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Melihat Lebih Dekat Pelayanan Poli COVID-19 RSUD dr.Iskak

Melihat Lebih Dekat Pelayanan Poli COVID-19 RSUD dr.Iskak

SEJAK diluncurkannya pemeriksaan gratis di Poli COVID-19 RSUD dr Iskak pada Agustus 2020, tenaga medis nyaris tak pernah berhenti melakukan tes usap (swab test) PCR (polymerase chain reaction) atau rapid test antibodi. Setiap hari, siang dan malam. Terutama pada hari kerja. Kabarnya,  jumlah sampel PCR yang diperiksa petugas laborat mikrobiologi mencapai  200-an unit, bahkan lebih, setiap harinya. Wow

Poli COVID-19 ini dulunya ditempatkan di ruang virtual yang dialihfungsikan sejak pandemi COVID-19 merebak di Tulungagung, sekitar Juli-Agustus 2020.

Namun seiring kian banyaknya temuan konfirmasi baru, tren lonjakan kasus yang diindikasi sebagai serangan wabah Corona gelombang dua (second wave pandemi), serta meningkatnya permintaan warga yang akan berpergian dan/atau bekerja untuk mendapat surat keterangan bebas COVID-19, poli  khusus layanan pemeriksaan COVID-19 inipun dipindah ke area yang lebih terbuka. Yakni di area parkir kendaraan roda dua yang ada di depan poliklinik untuk rawat jalan.

Truk kontainer warna kombinasi hijau-putih berlabel “Safe Tulungagung, Safe Indonesia” yang sebelumnya dikerahkan untuk pelayanan mobile swab test PCR, kini difokuskan sebagai ruang pelayanan poli COVID-19.

Tugas utamanya adalah mem-back-up manajemen pelayanan rumah sakit dalam melakukan screening atau pemeriksaan pasien yang diindikasi ataupun telah telah terkonfirmasi positif SARS-CoV-2, sehingga pasien yang baru masuk melalui IGD maupun poliklinik yang hendak masuk kamar rawat inap, bisa secara dini dipilah antara pasien COVID-19 dan non-COVID-19.

Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di Poli COVID-19 ini dibuka/beroperasi 24 jam, mulai Senin hingga Sabtu.

Di sini, petugas laborat memeriksa pasien dengan tes usap (swab test) PCR dan rapid test antibodi. ”Paling sering digunakan ya PCR, karena lebih akurat untuk mengetahui positif atau negatif,” dr. Rendra Bramanti, Sp, MK, Penanggung Jawab Mikrobiologi Poli COVID RSUD dr. Iskak.

Dijelaskan, ada dua metode pemeriksaan COVID-19 yang dilakukan kepada masyarakat. Pertama dengan metode rapid test atau tes cepat COVID-19 yang berbasis pemeriksaan sampel darah menggunakan alat tes cepat dengan reagen khusus.

Sedangkan metode kedua dengan cara tes usap PCR, yakni dengan mengambil sampel lendir di lubang hidung dan tenggorokan menggunakan alat PCR yang bentuknya menyerupai “cotton bud” berukuran lebih panjang.

Berdasarkan informasi dari dokter Rendra, Poli COVID melayani pasien yang mendapat rujukan dari semua poli di RSUD dr. Iskak, seperti Poli Bedah Terpadu, Poli Penyakit Dalam, Poli Anak, Poli Jantung, Poli Gigi, dan lainnya. Sementara pasien di Intalasi Gawat Darurat (IGD) menjali tes usap di IGD karena kondisi yang emergency.

Hasil dari tes usap di Poli COVID dipakai tim tenaga kesehatan (nakes) di poli untuk menentukan  rawat inap atau tindakan operasi. Jika hasil tes usap adalah positif, maka pasien harus menjalani karantina mandiri di rumah atau karantina di Rusunawa IAIN Tulungagung.

”Itu dilakukan untuk mencegah penularan virus corona antarpasien, yang tak kalah penting juga melindungi tim medis,” ujar dokter spesialis mikrobiologi yang berdomisili di Tugu, Trenggalek ini.

Menurut dokter Rendra, paling ramai kunjungan di Poli COVID-19 biasanya terjadi pada hari Jumat atau Sabtu. ”Kalau hari Senin biasanya banyak yang mau operasi atau opname, syaratnya ya tes usap ke Poli COVID-19 dahulu. Pernah sampai sore, antrean mencapai angka 300-an,” kata dokter Rendra saat ditemui di kantornya, Rabu 10 Februari 2021.

Hasil tes usap di Poli COVID-19, menurut Dokter Rendra maksimal 3 hari sudah keluar. Ia memastikan timnya terus berupaya agar bisa lebih cepat mengeluarkan hasil swab test. ”Biasanya 1-2 hari sudah keluar,” ujarnya.

Masyarakat umum di Tulungagung juga banyak yang memanfaatkan pelayanan gratis Poli COVID-19 ini. Contohnya, ASN (Aparatur Sipil Negara) atau pegawai swasta  membutuhkan surat keterangan hasil negatif uji tes PCR untuk perjalanan dinas luar kota, maka harus menunjukkan surat tugas dari instansi terkait untuk pendaftaran. Contoh lainnya, masyarakat yang mendaftar tes usap dengan surat rujukan dari puskesmas.

Sementara itu, Poli COVID-19 tidak melayani siswa atau mahasiswa yang meminta pemeriksaan PCR untuk keperluan sekolah atau kampus. Demikian juga, masyarakat yang meminta tes usap dengan tujuan liburan ke luar kota. Pihak RSUD dr. Iskak menyarankan agar menghubungi laboratorium swasta saja.

Dokter Rendra mengimbau agar masyarakat yang datang ke Poli COVID-19 adalah warga yang memiliki gejala-gejala terpapar virus corona atau untuk kepentingan yang sangat penting.

”Misalnya saja ya, seorang warga kehujanan, lalu demam biasa, karena dikira terinfeksi corona, maka meminta tes usap,” kata dia. ”Sebenarnya hal itu tidak apa-apa, namun menambah antrean di Poli COVID-19, sehingga pasien lebih membutuhkan tes usap harus antre lebih lama,” tutupnya. (PKRS/MAS)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119