Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Mendeteksi Penyakit Pakai CT Scan, Bagaimana Caranya?

Mendeteksi Penyakit Pakai CT Scan, Bagaimana Caranya?

PEMAKAIAN computerized tomography scan (CT Scan) di dunia medis sangat penting untuk mendeteksi beberapa kondisi penyakit yang tidak bisa/tidak cukup dilihat dengan mata telanjang. Misalnya menentukan lokasi tumor, mendiagnosis kelainan tulang dan otot, mencari informasi lebih rinci mengenai penyakit kanker, dan sebagainya.

Dokter Spesialis Radiologi RSUD dr. Iskak, dr. Andi Prasetyo Sp. Rad mengatakan, tindakan CT Scan merupakan  sebuah rangkaian prosedur pemeriksaan medis dengan memanfaatkan kombinasi teknologi sinar-X dan sistem komputer khusus.

CT Scan ini bisa mendeteksi dan mengidentifikasi sejumlah kondisi penyakit yang diderita pasien, mulai dari kepala hingga kaki,” terang Dokter Andi saat menjadi narasumber tunggal talkshow interaktifPKRS dengan tema “CT Scan Periksa Apa Saja?” yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube, Facebook, Instagram RSUD dr. Iskak, Senin siang, 5 April 2021.

Dokter Andi menjelaskan, alat CT Scan yang dimiliki oleh RSUD dr. Iskak sudah sangat canggih, karena bisa merekam hingga 128 slices atau bagian.

Jika dibandingkan dengan foto rontgen, dokter Andi mengatakan kelebihan CT Scan adalah memiliki kualitas dan lebih rinci (detail).

”Untuk mendapatkan citra lebih rinci, terkadang memakai CT Scan dengan kontras, yaitu pasien diberikan suntikan di pembuluh darah, atau diminum, serta ada yang dimasukkan ke dalam pantat,” paparnya.

Sebelum menjalani CT Scan, pasien melakukan sejumlah persiapan. Misalnya pasien yang akan diperiksa bagian perut, maka dianjurkan untuk tidak mengonsumsi makanan padat pada malam hari sebelum CT Scan.

”Kalau pemeriksaan kepala dengan CT Scan tanpa kontras, tidak harus puasa terlebih dahulu, selain itu pemeriksaan kepala tidak membutuhkan waktu yang panjang” terang dokter Andi.

Hal yang perlu dihindari saat menjalani CT scan adalah tidak boleh banyak bergerak, karena menghindari bahaya radiasi. ”Biasanya pasien anak-anak yang rewel, sehingga harus lebih hati-hati,” kata dia.

Dokter Andi mengatakan, instalasi radiologi bekerja sama dengan instalasi lainnya untuk memaksimalkan pelayanan.

”Misalnya pasien yang banyak bergerak atau tidak kooperatif, kami bekerja sama dengan instalasi anestesi untuk membantu,” paparnya.

Setelah CT Scan, pasien tetap dipantau gejala ikutan pasca terapi. Terutama pasien dengan pemakaian kontras.

Proses CT Scan dilakukan saat pasien berbaring dan tidak boleh diperbolehkan bergerak di alat CT Scan yang menyerupai lorong atau cincin besar. Selanjutnya, cincin besar tadi akan berputar mengelilingi tubuh pasien.

Setiap putaran, mesin CT Scan akan menghasilkan gambar yang dipindai oleh mesin. Setelah selesai, hasil CT Scan tidak langsung tersedia, karena dokter radiologi memerlukan waktu untuk mengecek di komputer.

Laporan hasil tes CT Scan nantinya dikirimkan kepada dokter yang menangani pasien.

Sementara itu, alur pemeriksaan di radiologi RSUD dr. Iskak, dokter Andi mengatakan,  bisa melalui poli dan rawat inap. ”Terkadang pasien memerlukan pemeriksaan lanjutan, seperti pemeriksaan di radiologi, sehingga bisa datang ke radiologi dengan surat pengantar dari dokter di poli atau rawat inap,” pungkasnya. (PKRS/MAS)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119