Mengapa Lakukan Swab Antigen Mandiri Berbahaya?

SWAB Antigen mandiri akhir-akhir ini semakin marak. Hal ini seiring meningkatnya kebutuhan akan rapid test antigen untuk berbagai keperluan, sehingga permintaan alat rapid tes (RT) antigen juga terus meningkat.

Imbasnya, jual-beli alat antigen di pasaran semakin marak. Beberapa bahkan menawarkan harga satu set alat antigen lebih murah dibandingkan harus melakukan pemeriksaan antigen ke fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) terdekat.

Meskipun harga alat antigen lebih murah, namun tidak dianjurkan untuk melakukan tes usap  secara mandiri, tanpa bantuan tenaga profesional.

Penanggung jawab Instalasi Mikrobiologi Klinik RSUD dr Iskak, dr Rendra Bramanthi Sp. MK(K) mengatakan, melakukan pengambilan tes usap tanpa bantuan tenaga professional justru akan meningkatkan resiko penularan yang lebih tinggi.

“Risiko penularannya sangat besar, karena tidak tahu cara atau teknik pengambilan yang benar seperti apa,” ujarnya.

Rendra melanjutkan, selain tidak memiliki pengetahuan dasar mengenai teknik pengambilan swab, tidak ada alat pelindung diri (APD) yang memadai juga akan menimbulkan risiko, mengingat ukuran virus yang sangat kecil sehingga sulit untuk dilihat tanpa bantuan alat.

Tak hanya berisiko penularan, melakukan tes usap antigen sendiri juga akan berisiko mengalami komplikasi. Ini karena masing-masing orang memiliki struktur hidung yang tidak sama. Tentu hal ini membuat rongga hidung memiliki kelebaran yang tidak sama.

“Ketika melakukan swab dan tidak mengetahui struktur rongga hidung, bisa jadi mengakibatkan luka dan berpotensi komplikasi,” urainya.

Beberapa bahaya lain yang kemungkinan dapat terjadi ketika melakukan swab sendiri adalah ujung tangkai yang digunakan untuk melakukan swab patah dan akan berakibat pendarahan yang fatal. Untuk itu pastikan untuk melakukan swab di fasyankes-fasyankes yang telah terdaftar di Kementerian Kesehatan (Kemenkes). (PKRS/AAP)

Berita Terkait

Berita Terbaru

Polling

Apakah website ini bermanfaat untuk Anda?