19 Jan, 2022

Mengenal Defisit Kalori Dalam Proses Diet

Dalam proses menurunkan berat badan atau diet, kita dianjurkan untuk mengurangi porsi makanan yang kita konsumsi.

Bahkan tidak cukup hanya mengurangi porsi makan lho, tetapi harus memperhatikan jumlah kalori yang terkandung di dalamnya agar lebih sedikit daripada jumlah kalori yang dibakar. Kondisi inilah dinamakan defisit kalori.

“Dengan menerapkan metode defisit kalori dalam proses diet, maka kita akan memperoleh hasil yang signifikan dengan diimbangi olahraga yang sesuai,” terang dr. Wahyu Sita Wardani, Sp.KFR, Dokter Spesialis Kesehatan Fisik dan Rehabilitasi Medis RSUD dr. Iskak Tulungagung saat kegiatan talkshow interaktif sehat bersama RSUD dr. Iskak Tulungagung, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan, tiap manusia mempunyai kebutuhan kalori yang berbeda.

Untuk mengetahuinya dibutuhkan perhitungan yang tepat menggunakan acuan basal metabolic rate (BMR).

BMR merupakan jumlah kebutuhan energi minimal yang dibutuhkan oleh tubuh agar organ-organ dan sistem yang ada didalamnya dapat berfungsi dengan baik.

“Rata-rata pria dewasa membutuhkan sekitar 2.500 kalori tiap harinya, sementara wanita dewasa membutuhkan sekitar 2.000 kalori. Tapi perlu diingat bahwa  kebutuhan kalori per hari setiap individu berbeda,” imbuhnya.

Jumlah kebutuhan kalori per hari didapatkan dengan memperhitungkan BMR serta tingkat aktivitas harian seseorang. Rumus yang sering digunakan adalah dihitung berdasarkan usia, jenis kelamin, berat badan dan tinggi badan.

Perhitungan BMR berdasarkan rumus Harris Benedict untuk laki-laki adalah 66 + (13,7 x berat dalam kg) + (5 x tinggi dalam cm) – (6, 78 x usia dalam tahun). Sementara untuk wanita 655 + (9,6 x berat dalam kg ) + (1,8 x tinggi dalam cm) – (4,7 x usia dalam tahun).

“Untuk dapat menurunkan berat badan ke angka ideal dan dengan cara yang sehat, diperlukan proses pembakaran kalori yang lebih banyak dari pada kalori yang kita konsumsi setiap harinya. Menyiasati dengan mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi serta memperhatikan proses pengolahan juga diperlukan,” lanjutnya.

Sita menambahkan, ketika kebutuhan kalori kita perhari 2.000 kal maka yang harus kita lakukan adalah mengonsumsi makanan kurang dari 2.000 kal tersebut dan dengan menerapkan pola tersebut secara rutin serta teratur maka akan mendapatkan hasil yang sesuai.

Terdapat beberapa cara untuk menurunkan berat badan dengan membuat defisit kalori yang meliputi, mengurangi jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh setiap harinya serta memilih makanan yang rendah kalori untuk dikonsumsi.

Banyak beraktivitas juga dapat meningkatkan aktivitas fisik sehingga jumlah kalori yang dibakar dapat lebih besar. “Mengombinasikan diet dengan defisit kalori dan berolahraga rutin, serta mengurangi jumlah kalori yang masuk ke tubuh juga perlu dilakukan dan dibutuhkan kontinyuitas agar memperoleh hasil yang maksimal,” ungkapnya. (PKRS/KAR)

Berita Terkait

Berita Terbaru

Polling

Apakah website ini bermanfaat untuk Anda?