Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Mengenal Metode Diagnosis TBC pada Anak

Mengenal Metode Diagnosis TBC pada Anak

PROSES diagnosis terhadap penyakit tuberkulosis (TBC) pada anak bisa dilakukan dengan mesin yang canggih di laboratorium RSUD dr. Iskak, namanya Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk TBC.

Bila hasilnya positif, maka anak bisa menjalani pengobatan sedini mungkin. Hal ini mencegah bakteri menyebar lebih luas dan menyerang lebih banyak organ tubuh.

Dr. Rendra Bramanthi. Sp.MK(K), Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik RSUD dr. Iskak Tulungagung mengatakan, penyakit tuberkulosis (TBC) merupakan infeksi dari bakteri mycobacterium tuberculosis.

”Bila kekebalan tubuh semakin lemah, maka lebih mudah terkena penyakit ini,” kata dokter Rendra.

Anak yang sudah mendapatkan imunisasi BCG (bacillus calnette-guerin), dokter Rendra mengatakan, anak tersebut masih bisa tertular, karena virus dari TBC ini terus berevolusi menjadi semakin pintar dan kebal.

”Proses penularan dari udara, paling memungkinkan terjadi dengan kontak langsung dengan penderita TBC,” ujarnya.

Selanjutnya, anak yang memiliki gejala terkena TBC bisa diperiksakan ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat. Biasanya tenaga medis kesusahan mengambil sampel pada anak yang diduga terkena TBC, karena bakteri bisa ke tulang hingga ke otak.

”Kalau orang dewasa berpusat di paru-paru, tidak menyebar ke lainnya,” ujarnya.

”Anak kecil menangis apabila diambil sampelnya, paling sederhana dengan mengambil sampel kelenjar, jadi harus lebih hati-hati,” imbuh dia.

Dokter Rendra menjelaskan, bakteri yang menyebabkan penyakit TBC beraneka ragam. Proses laboratorium yang paling detail yakni dengan TCM (Tes Cepat Molekuler).

Tes ini memanfaatkan teknologi yang memiliki keunggulan untuk percepatan penanggulangan TBC, sehingga pasien TBC pada anak bisa diobati sedini mungkin.

TCM untuk TBC ini bisa mendeteksi bakteri TBC hanya dalam waktu dua jam. Apabila dilakukan metode konvensional, memerlukan waktu 3 bulan lebih.

Dokter Rendra mengatakan tes TCM di RSUD dr. Iskak berhasil mendapatkan penghargaan di tingkat Jawa Timur pada tahun lalu.

”Kami juga mendapatkan alat TCM yang lebih besar, maka lebih banyak juga kapasitas untuk pemeriksaan,” kata dokter yang berasal dari Trenggalek ini.

Mengenai pengobatan anak yang terkena TBC, yaitu dengan meminum obat TBC selama enam bulan tanpa putus.

”Kenapa sampai enam bulan, karena bakteri ini sangat kebal dan memiliki kulit yang tebal,” paparnya

”Kami kalau memeriksa dengan membakar bakteri karena kulit yang tebal tadi,” imbuh dia.

Bila pasien sudah meminum obat dalam waktu satu-dua bulan, lalu merasa telah baik kondisinya, namun hal itu belum tentu sembuh dari TBC.

Dokter Rendra mengatakan, pasien yang dinyatakan sembuh dari TBC harus melalui pemeriksaan, salah satunya tes TCM. ”Jika hasilnya negatif, maka bisa dinyatakan sembuh total dari TBC,” tandasnya. (PKRS/MAS)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119