Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Mengenali Penyakit Endometriosis Pada Perempuan

Mengenali Penyakit Endometriosis Pada Perempuan

PENYAKIT endometriosis adalah suatu gejala yang ada pada sistem reproduksi perempuan. Kondisi tersebut menyebabkan jaringan dari lapisan dinding rahim tumbuh di luar rongga rahim, yang dapat memicu timbulnya rasa sakit tak tertahankan.

Selain itu, penyakit ini dapat mengganggu kesuburan perempuan pada saat fase menstruasi. Jika tidak segera dilakukan pengobatan maka dapat menimbulkan komplikasi, selain juga akan sangat mempengaruhi proses program kehamilan .

Dokter Spesialis Obsteri dan Ginekologi RSUD dr. Iskak Tulungagung dr. Irfani Baihaqi, Sp.OG mengatakan, endometriosis adalah penyakit yang sulit dikendalikan. Artinya, penyakit ini mampu bertahan hidup dan semakin parah selama seseorang itu masih mengalami fase mentruasi.

“Endometriosis itu penyakit yang meresahkan pasangan. Jadi kalau memang ada nyeri haid di mana dia tidak bisa mempunyai anak. Dan gangguan kesuburan itu sangat berbahaya sekali dan harus segera mendapatkan penanganan secara medis. Jangan pernah membiarkan berkelanjutan karena akan memperburuk keadaan dia,” kata dr. Irfani.

Kata dr. Irfani Baihaqi, penyakit ini jika terus dibiarkan dan tidak segera mendapatkan penanganan medis, dikawatirkan akan menimbulkan berbagai komplikasi. Misalnya, timbulnya kista cokelat, kista endometriosis, terus kemudian menyebabkan komplikasi gangguan kesuburan. Bisa juga terbentuknya tumor pada rahim.

“Oleh karenanya, pengobatan secara cepat maka akan mengurangi risiko dan mencegah dari kemungkinan terjadinya komplikasi, sehingga program kehamilan masih bisa di upayakan sesuai dengan anjuran dokter spesialis,” jelasnya.

Selama ini, pasien endometriosis yang berobat di RSUD dr. Iskak cukup banyak. Dalam kurun waktu sebulan rata-rata persentase kasus endometriosis ini dengan keluhan nyeri haid mencapai 50 persen. Sedangkan untuk kasus lainnya yaitu gangguan kesuburan terhitung 10-20 persen, termasuk pasien rujukan.

“Berdasarkan kasus yang ada, maka kami perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit ini. Khususnya untuk perempuan di masa reproduksi dan perempuan remaja yang sudah mengalami fase mentruasi di usia 15-17 tahun,” katanya.

Penyakit endometriosis adalah suatu gejala yang ada pada sistem reproduksi perempuan. Artinya, pada saat perempuan menstruasi, darah yang seharusnya lancar tidak bisa keluar seperti orang normal pada umumnya. Karena hanya sebagian cairan darah yang keluar ke bawah, sehingga sel-sel dari pada endometrium itu tumbuh di luar tempatnya.
Endometrium tersebut, bisa jadi tumbuh pada bagian saluran telur, misalnya di indung telur atau bahkan di rongga perut sehingga dapat mengiritasi jaringan sekitarnya dan dapat membentuk benjolan yang dapat memicu rasa sakit tak tertahankan.

Gejala yang sering muncul pada perempuan yang menderita endometriosis adalah mengalami gangguan kesuburan. Selain itu gejala lainnya dapat ditandai dengan munculnya rasa nyeri pada saat fase haid, di mana dalam kondisi itu timbulnya reaksi sakit nyeri yang berlebihan.
“kalau orang normal sakitnya bisa ditahan, namun pada penderita endometriosis mereka bisa sampai lemas kehabisan tenaga sampai aktivitas keseharian menjadi terganggu,” papar dr. Irfani.

Cara pencegahannya, jika seorang wanita itu belum menikah dapat dilakukan pengobatan hormonal. Solusi lanjutannya yang bersangkutan harus disegerakan menikah.
Kemudian jika wanita sudah mempunyai pasangan dan belum berhasil mempunyai anak disarankan untuk segera konsultasikan ke dokter spesialis untuk menyegerakan program kehamilannya.

“Waktu yang tepat untuk berobat, ciri-cirinya jika perempuan merasakan nyeri haid hingga mengganggu aktivitas sebaiknya segera konsultasi ke dokter spesialis. Nantinya akan dilakukan pengobatan sesuai dengan kebutuhan pasien baik yang belum menikah maupun sudah menikah tetapi belum dikaruniai anak,” tuturnya.

Menurutbdr. Irfani, setiap perempuan kapan saja dapat menderita penyakit endometriosis ini. Penyebabnya bisa karena berbagai faktor risiko, misalnya karena faktor keturunan (genetik), faktor imunitas, gangguan menstruasi dan faktor hormonal estrogen.

“Penyebab utama penyakit ini belum diketahui secara pasti, namun pakar kesehatan dunia mengungkapkan empat teori atau faktor penyebab tadi sebagai dasarnya,” kata dr. Irfani.

Namun, perlu diwaspadai khususnya wanita berbadan gemuk sangatlah berisiko. Sebab dengan berat badan yang kurang ideal, biasanya memiliki kadar kolesterol tinggi dan/atau kencing manis. Salah satu penyebab munculnya endometriosis pada perempuan selama ini, berdasar kasus-kasus yang diidentifikasi, bisa karena faktor kegemukan.

Langkah dan tindakan pengobatan pada setiap pasien biasanya tidak sama. Menyesuaikan tingkat keparahannya. Kalaupun sudah parah dan ditemukan benjolan lebih dari 5 cm, maka harus dengan operasi.

Selain itu bisa juga diberikan pengobatan jangka panjang, oleh karenanya segera lakukan pengobatan di rumah sakit jika menemukan keluhan yang sama.

“Penanganannya yang terpenting segera mungkin konsultasi ke dokter terdekat, kemudian dicari penyebabnya. Baru nanti kita berikan solusi terbaik,” tutur dr. Irfani.
(PKRS)

0 Komentar

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119