Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Mengulik Peranan Media Dalam Edukasi Protokol Kesehatan dan Vaksin COVID-19

Mengulik Peranan Media Dalam Edukasi Protokol Kesehatan dan Vaksin COVID-19

MEDIA massa atau pers dinilai memegang peranan penting dalam mengubah mindset masyarakat yang awalnnya paranoid terhadap wabah corona di awal pandemi COVID-19, sehingga sekarang lebih terbiasa dengan menjalankan protokol kesehatan.

Banyak individu yang mulanya mengurung diri dan takut tertular COVID-19 dari orang-orang di sekitarnya, kini mulai beradaptasi dengan kebiasaan baru.

Menjaga jarak saat beraktivitas di luar rumah, memakai masker untuk meminimalkan risiko penularan virus corona melalui droplet, serta mencuci tangan setiap waktu baik dengan air sabun maupun menggunakan hand sanitizer.

Keberhasilan kampanye kenormalan baru atau new normal order itu tak lepas peranan media dalam menginformasikan berita seputar wabah corona yang mulai merebak di Wuhan, China itu, dampak yang ditimbulkan hingga protokol kesehatan untuk meminimalkan risiko penularan.

Peran strategis media massa atau pers ini setidaknya terlihat berdasar survei yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 pada akhir 2020, dimana hasilnya menunjukkan 63 persen keberhasilan sosialisasi bahaya virus corona ditopang peran media (massa).

Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Tulungagung, Andrian Sunaryo yang hadir dalam talkshow interaktif edukasi kesehatan RSUD dr. Iskak Tulungagung, Kamis, 11 Februari 2021, menyatakan sepakat dengan survei dari SATGAS COVID-19 di atas. Akan tetapi, ia mengakui pula bahwa pada awalnya banyak masyarakat yang ketakutan dengan virus corona.

Pada Maret 2020, yaitu awal mula virus COVID-19 melanda Indonesia, banyak masyarakat yang paranoid mengenai virus tersebut. Situasi ini juga dialami jurnalis yang bekerja di dunia media massa.

Namun seiring berjalannya waktu, media atau pers yang terus bekerja menginformasikan setiap jengkal perkembangan COVId-19 di berbagai belahan dunia berdasar data dan fakta, secara tidak langsung berhasil membantu mengedukasi warga soal protokol kesehatan dengan berita yang akurat dan berimbang.

”Awal-awal ya masih takut juga mengenai corona, namun media terus menggali informasi yang valid,” kata Andrian saat mendapat giliran dalam forum talkshow daring bertema ”Peran Media dalam Edukasi Protokol Kesehatan dan Vaksin COVID-19”itu.

Dialog interaktif yang diikuti ribuan netizen di linimasa instagram, facebook dan youtube itu juga menghadirkan tokoh wartawan senior di Kota Marmer, Aminun Jabir yang juga Ketua PWI Tulungagung, serta penyiar radio kawakan dari Radio Perkasa FM, Faris Ramadhan.

Kasi Informasi dan Pemasaran RSUD dr. Iskak Tulungagung Mochamad Rifai, S Kep, Ners. MH. Kes turun langsung ikut memandu jalannya dialog, mendampingi Faris yang bertindak sebagai host acara.

“Kenapa media penting, ya karena media (massa) secara kontinyu memberitakan program penanganan virus COVID-19. Update informasi secara terus-menerus ini lambat laun menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap pencegahan, serta tak takut dengan penyintas COVID-19.

”Dahulu pasien COVID-19 mendapatkan stigma yang buruk, namun berkat pemberitaan media yang detail, stigma buruk berubah menjadi baik,” ujar Andrian.

Apalagi penyintas COVID-19 saat ini justru banyak yang proaktif untuk ikut membantu penanganan dengan mendonorkan plasma darah untuk pasien korona. “Itu sebuah kabar yang baik” cetusnya.

Senada, Ketua PWI Tulungagung M. Ainun Jabir mengatakan, media ikut memikul tanggung jawab dalam menginformasikan program vaksinasi COVID-19 yang diberikan pemerintah. Menurut dia, hal ini penting agar tak membikin kebingungan kepada khalayak.

”Contohnya saja vaksin untuk warga. Jangan sampai membuat bingung dengan infomasi yang kurang detail,” kata Pimred media online, AsiaFederasi.com ini.

Jabir mengamati sebagaian masyarakat terkesan kaget dengan vaksinasi, karena minimnya informasi. ”Hal ini bisa jadi pelajaran buat pemerintah, agar bisa memberikan penjelasan yang lugas dan persuasif mengenai vaksin,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasi Informasi dan Pemasaran RSUD dr. Iskak Tulungagung Mochamad Rifai, S Kep, Ners. MH. Kes mengapresiasi peran media yang memberikan porsi yang besar soal pemberitaan COVID-19.

”Tak bisa dipungkiri, berita himbauan prokes yang masif berdampak langsung ke masyarakat,” kata dia.

Selain itu, di era sosial media ini, Rifai berharap tokoh hingga influencer sosmed untuk mempromosikan penanganan  COVID-19, seperti prokes dan vaksin. ”Dunia sosmed ini kontribusinya sangat besar dalam mempromosikan prokes dan vaksinasi,” kata Rifai

”Vaksin ini sebagai upaya pemerintah untuk memutus mata rantai penularan virus,” tutup Rifai.(PKRS/MAS)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119