Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Menjalani Hidup Berkualitas dengan Ginjal (yang) "Rapuh"

Menjalani Hidup Berkualitas dengan Ginjal (yang) “Rapuh”

HIDUP dengan menanggung derita sakit (penyakit) kronis tentu bukan suatu hal yang mudah bagi siapapun. Misalnya penyakit gagal ginjal stadium lima atau tahapan terakhir dari penyakit ginjal kronis.

Kendati begitu (menderita gagal ginjal yang kronis), sebenarnya upaya pengobatan masih bisa dilakukan. Salah satunya dengan melakukan terapi cuci darah secara berkala, sesuai rujukan dokter.

Seseorang yang menderita gagal ginjal stadium lima/kronis pada dasarnya masih bisa/memungkinkan beraktivitas seperti biasanya. Asal, si penderita patuh menerapkan disiplin kerja, istirahat cukup, serta pola makan yang terkontrol.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD dr. Iskak Tulungagung dr. Rina Melinda, Sp. PD mengatakan, gagal ginjal stadium lima menjadi tanda bahwa ginjal sudah tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik, yaitu menyaring dan membuang racun yang berlebih di dalam tubuh.

”Fungsi ginjal untuk menyaring darah dari racun di dalam tubuh berkurang, sehingga sekitar 85 persen racun akan menumpuk di dalam darah,” terang Dokter Rina saat talk show interaktifmemperingati Hari Ginjal sedunia di kanal Youtube, Instagram, Facebook, Senin, 8 Maret 2021.

“Kondisi ini (biasanya) menyebabkan mual-mual, tidak nafsu makan, lemas,” imbuhnya.

Dokter Rina menjelaskan, penyakit ginjal stadium 5 itu penanganan harus dengan terapi cuci darah. Terapi ini dilakukan untuk mengganti fungsi ginjal yang tidak bisa lagi menyaring darah dari limbah racun di dalam tubuh.

“RSUD dr. Iskak selama ini melayani hemodialisis, yakni terapi cuci darah memakai mesin,” paparnya.

Di RSUD dr. Iskak saat ini memiliki sebanyak 20 unit mesin cuci darah. Setiap harinya melayani pasien, kira-kira satu kali cuci darah membutuhkan waktu 4 jam.

Dokter Rina menjelaskan, setelah cuci darah, pasien bisa beraktivitas kembali.  Tentunya dengan menerapkan disiplin yang tinggi, seperti aktifitas yang tidak berat, istirahat yang cukup, plus pola makan yang terjaga.

Mindset sebagian orang  perlu diubah, yakni orang yang cuci darah akan sakit selamanya. Hal itu keliru, karena setelah cuci darah, pasien bisa beraktivitas kembali,” ujarnya.

Selanjutnya, penanganan gagal ginjal yang lebih advance selain cuci darah yaitu dengan mengoptimalkan CAPD dan cangkok ginjal.

Dokter Rina mengatakan, CAPD (continuous ambulatory peritoneal dialysis) adalah metode cuci darah yang dilakukan lewat perut. Cuci darah ini bisa dilakukan di rumah sakit di Surabaya dan Malang. Sedangkan untuk pilihan terakhir penanganan gagal ginjal stadiun lima bisa dengan cangkok ginjal. Artinya penderita gagal ginjal menerima ginjal dari orang yang sehat. Cangkok ginjal bisa dilakukan di rumah sakit di Surabaya dan Malang. (PKRS/MAS)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119