Butuh panggilan darurat medis dan non-medis? Call PSC kabupaten Tulungagung di 0355-320119 atau gunakan aplikasi PSC 119 Kabupaten Tulungagung, download di sini

Menjalani Terapi Pasca Stroke dengan Menyenangkan

Menjalani Terapi Pasca Stroke dengan Menyenangkan

PENYAKIT stroke atau serangan otak berdampak kepada seluruh aspek kehidupan, seperti kelumpuhan gerak pada tubuh, masalah kemampuan berbicara, hingga dampak psikologis.

Dampak stroke tersebut bisa meluas jika tidak dilakukan rehabilitasi atau terapi untuk memulihkan organ-organ fungsional pada tubuh.

Untuk itu, dukungan dari keluarga sangat penting agar proses rehabilitasi bisa berjalan menyenangkan. Apabila si pasien sering marah-marah karena depresi, proses penyembuhan bisa semakin panjang.

Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RSUD dr. Iskak, dr. Wahyu Sita Wardani, Sp.KFR mengatakan, pasien penyakit stroke berpotensi sering marah, karena depresi menerima kenyataan.

”Misalnya saja pasien stroke ini memiliki jabatan yang tinggi, lalu tiba-tiba terkena penyakit, sehingga sering meluapkan kekesalannya dengan marah-marah,” kata dokter Sita saat talkshow interaktif dengan tema ”Rehabilitasi Pasca Stroke” di kanal Youtube, Instagram, Facebook RSUD dr, Iskak, pada Senin, 29 Maret 2021.

Ia mengatatkan, dukungan keluarga yang utama, supaya kondisi pasien bisa tenang menjalani program rehabilitasi.

Selanjutnya, program rehabilitasi stroke bisa dilakukan sedini mungkin, seperti satu hari setelah terkena stroke.

”Pertama-tama, kondisi kesadaran pasien dipastikan sudah kembali,” kata dokter Sita Pasien stroke yang dirawat di ruang intensif mendapatkan rehabiliast dari perawat. Hal ini dilakukan supaya pasien bisa bergerak.

”Sederhana saja, perawat membantu posisi tidur, seperti miring ke kanan atau ke kiri,” kata dia.

”Satu hari hingga tiga hari, pasien stroke diwajibkan istirahat total,” imbuhnya.

Dokter Sita menjelaskan, tiga hari pertama setelah serangan stroke, dinamakan golden period. Dalam fase ini, pasien dianjurkan sepenuhnya untruk istirahat di tempat tidur.

”Hari ke empat, bila kondisi pasien stabil, maka bisa belajar duduk engan teknik yang dianjurkan dokter,” kata dr. Sita.

Cara duduk bagi pasien stroke sebagai berikut: kalau menjalani perawatan di ruang rawat inap, maka posisi bed bisa dinaikkan secara perlahan, pasien bisa duduk pasif dengan sandaran.

”Aktivitas belajar duduk tersebut bisa menjadi olahraga ringan. Jangan sampai pasien menahan berat badan, karena bisa menaikkan tekanan darah,” terangnya.

Langkah rehabilitasi berikutnya setelah berhasil duduk, yakni pasien belajar untuk berdiri dan berjalan. Pasien tentunya membutuhkan alat bantu, seperti walker.

Dokter Sita melanjutkan, berbagai fase di rehabilitas pasca stroke tergantung kondisi psikologis sang pasien. Jika sering  marah-marah karena tidak bisa melakukan apa-apa, maka proses rehabilitas bisa semakin lama dan panjang.

Sebagai informasi, penyakit stroke adalah kematian sel-sel pada sebagian area di otak. Penyebabnya dibagi dua jenis, pertama akibat sumbatan atau iskemik, kedua akibat pendarahan otak atau hemoragik Sementara itu, penyebab stroke beraneka ragam, seperti kurang olahraga, kebanyakan merokok, pola makan yang tak teratur. Selain itu bisa menyerang orang-orang yang sirkulasi darahnya terganggu akibat darah tinggi, kolesterol, hingga diabetes. (PKRS/MAS)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119