Minimalkan Risiko KTD, RSUD dr. Iskak Gelar Sosialisasi Peningkatan Budaya Keselamatan Pasien

Minimalkan Risiko KTD, RSUD dr. Iskak Gelar Sosialisasi Peningkatan Budaya Keselamatan Pasien

SETIAP pasien yang berada di lingkungan rumah sakit memiliki risiko mengalami kejadian tidak diharapkan (KTD) yang bisa menyebabkan terjadinya cidera fisik.

Hal-hal kecil tidak terduga semacam ini bisa saja terjadi akibat faktor keselamatan (safety) di lingkungan RS yang belum terkelola dengan baik. Misalnya saja pasien lanjut usia, ia memiliki risiko jatuh ke lantai dengan tidak sengaja.

Risiko jatuh pada pasien lansia ini biasanya dipengaruhi dua faktor sekaligus. Pertama faktor lingkungan dan kedua faktor fisiologis.

Faktor lingkungan di sini contohnya lantai yang licin di toilet, penerangan yang kurang baik, dan lain sebagainya.

Sedangkan faktor fisiologis yakni kondisi kekuatan tubuh yang menurun, mudah lelah, dan lain sebagainya.

Risiko jatuh pada pasien seperti ini sebenarnya bisa dicegah dengan membangun budaya keselamatan pasien di setiap instalasi rumah sakit. Mulai dari IGD (Instalasi Gawat Darurat), IRNA (Instalasi Rawat Inap), hingga poliklinik untuk rawat jalan.

Untuk mencegah dan meminimalkan risiko KTD inilah Manajemen RSUD dr. Iskak, menghelat sosialisasi budaya keselamatan pasien.

Acara ini digelar secara daring selama dua hari mulai Selasa hingga Rabu, 7-8 September 2021 dan diikuti 215 peserta.

Narasumber yang dihadirkan antara lain Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. Iskak dr Zuhrotul Aini, Sp. A, Ketua Komite Keselamatan Pasien RSUD dr Iskak, dr. Yustifa Efi, Sp. PA, Kasi Informasi dan Pemasaran RSUD dr. Iskak, M Rifai, S. Kep, Ners. MH. Kes.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. Iskak dr Zuhrotul Aini, Sp. A dalam presentasinya menjelaskan, sebuah organisasi memiliki budaya kerja masing-masing yang bisa dirasakan setiap orang yang masuk ke organisasi tersebut.

Seperti petugasnya ramah, pelayanan cepat dan lainnya.

Dokter Aini mengatakan, isu tentang keselamatan pasien ini telah diatur dalam UU. No 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, tepatnya pada pasal 43.

”RS wajib menerapkan standar keselamatan pasien, dilaksanakan degan pelaporan insiden, menetapkan pemecahan masalah agar menurunkan angka KTD atau kejadian tidak diharapkan,” terang Aini.

Setiap petugas atau staf rumah sakit diminta menjadi terbuka dan adil tentang insiden yang melibatkan mereka.

Hal ini bertujuan agar staf dan RS dapat bertanggungjawab terhadap pasien dan masyarakat.

Para staf RSUD dr. Iskak juga diminta tak mempercayai mitos kesempurnaan. Misalnya jika seseorang telah berusaha cukup keras, maka tidak akan membuat kesalahan.

Aini menambahkan, para staf juga diminta tak gampang percaya dengan mitos hukuman.

Yakni jika rumah sakit menghukum seorang staf yang berbuat kesalahan, maka kesalahan yang terjadi akan berkurang.

Di akhir presentasi, dr. Aini menjelaskan sejumlah manfaat penting budaya keselamatan pasien;

  1. Mengurangi berulangnya dan keparahan dari insiden (dengan pelaporan dan pembelajaran),
  2. Mengurangi cidera fisik dan trauma psikologis terhadap pasien,
  3. Mengurangi biaya pengobatan dan ekstra terapi,
  4. Mengurangi kebutuhan sumberdaya untuk manajemen komplain dan klaim,
  5. Mengurangi jumlah staf yang stres, bersalah, malu, kehilangan kepercayaan diri, dan moril rendah.
    (PKRS/MAS)

Alamat

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kedung Taman, Kedungwaru, Kec. Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66223

Telp. (0355) 320119